Kamu bisa berinvestasi di OpenAI dan Anthropic sebelum IPO, tapi caranya tidak sesederhana membuka aplikasi saham biasa. Yuk, simak rencana IPO keduanya, apa itu saham pre-IPO, dan bagaimana cara membeli saham pre-IPO termasuk lewat jalur yang lebih familiar buat komunitas crypto dan blockchain di bawah ini!
BACA JUGA: 10 AI Trading Crypto yang Bisa Kamu Coba di 2026
Rencana IPO OpenAI

OpenAI kini bukan cuma dikenal sebagai perusahaan pembuat ChatGPT, tapi juga jadi salah satu perusahaan AI paling besar dan paling diperhatikan di dunia. Karena pertumbuhannya yang sangat cepat, banyak investor mulai menunggu kapan perusahaan ini resmi melantai di bursa saham lewat IPO.
Namun, di balik hype tersebut, ada juga tantangan besar yang perlu dipahami terutama buat investor pemula yang baru mengikuti perkembangan saham teknologi dan AI.
Dari sisi pendanaan, OpenAI saat ini memiliki valuasi sekitar US$852 miliar setelah menyelesaikan pendanaan jumbo senilai US$122 miliar.
Pendanaan ini datang dari perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon, NVIDIA, dan SoftBank. Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya kepercayaan investor terhadap masa depan bisnis AI dan teknologi yang dikembangkan OpenAI.
Bisnis OpenAI juga tumbuh sangat cepat dalam waktu singkat. Pendapatan perusahaan naik dari sekitar US$6 miliar di akhir 2024 menjadi lebih dari US$25 miliar per tahun di awal 2026.
Sementara itu, ChatGPT diklaim sudah digunakan oleh lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan di seluruh dunia. Pertumbuhan ini menjadi alasan utama mengapa IPO OpenAI diprediksi bisa menjadi salah satu IPO teknologi terbesar dalam sejarah.
Meski begitu, IPO OpenAI kemungkinan belum terjadi dalam waktu dekat. CFO OpenAI, Sarah Friar, menyebut perusahaan baru menargetkan pengajuan regulasi pada paruh kedua 2026, sedangkan proses listing diperkirakan berlangsung pada 2027. Kendati begitu, countdown IPO OpenAI terus berjalan di TradingView.
Beberapa bank investasi besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley juga disebut sudah mulai terlibat dalam pembahasan IPO tersebut.
Namun, ada satu hal penting yang perlu dipahami investor pemula, perusahaan besar belum tentu sudah untung. Walaupun pendapatannya terus naik, OpenAI masih mengalami kerugian besar karena biaya pengembangan AI dan infrastruktur yang sangat mahal.
Perusahaan bahkan diperkirakan masih merugi sekitar US$14 miliar pada 2026 dan kemungkinan baru bisa mencapai titik impas sekitar 2030. Artinya, jika nanti IPO benar terjadi, saham OpenAI kemungkinan akan menjadi investasi dengan potensi besar, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi.
BACA JUGA: 10 Openclaw Trading Bot Viral yang Bisa Kamu Coba!
Rencana IPO Anthropic

Kalau OpenAI dikenal sebagai perusahaan AI paling populer lewat ChatGPT, maka Anthropic muncul sebagai pesaing serius dengan pendekatan yang berbeda.
Perusahaan pembuat AI assistant Claude ini tumbuh sangat cepat dan mulai diprediksi menjadi salah satu kandidat IPO AI terbesar berikutnya. Bahkan, banyak analis menilai IPO Anthropic bisa terjadi lebih cepat dibanding OpenAI.
Dari sisi valuasi, pertumbuhan Anthropic benar-benar agresif. Pada Februari 2026, perusahaan berhasil mendapatkan pendanaan Seri G senilai US$30 miliar dengan valuasi sekitar US$380 miliar. Namun, valuasi tersebut kini dianggap sudah tertinggal karena pasar sekunder mulai memperkirakan nilai perusahaan ini mendekati bahkan menembus US$1 triliun.
Google juga disebut berencana menambah investasi besar hingga US$40 miliar ke Anthropic.
Dari sisi bisnis, pertumbuhan Anthropic juga sangat mengejutkan. Pendapatan perusahaan dilaporkan tumbuh lebih dari 1.400 persen dibanding tahun sebelumnya dan kini sudah mencapai lebih dari US$30 miliar per tahun.
Menariknya, Anthropic disebut mampu menjalankan operasional dengan tim dan infrastruktur yang lebih efisien dibanding OpenAI, sehingga pendapatan per karyawannya lebih tinggi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak investor mulai melihat Anthropic sebagai perusahaan AI yang sangat menjanjikan.
Untuk urusan IPO, Anthropic disebut punya timeline yang lebih dekat. Perusahaan menargetkan IPO secepatnya pada Oktober 2026.
Nama-nama besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley juga dikabarkan sudah mulai berdiskusi untuk menangani proses listing tersebut. Bahkan prediction market Kalshi memberi peluang lebih besar bahwa Anthropic akan IPO lebih dulu dibanding OpenAI.
Hal yang paling membedakan Anthropic dari kompetitornya adalah fokus mereka pada keamanan AI. Perusahaan ini mengembangkan konsep “Constitutional AI,” yaitu pendekatan untuk membuat AI yang lebih aman, lebih mudah dikontrol, dan lebih dapat dipercaya.
Buat investor jangka panjang, pendekatan ini dianggap menarik karena isu keamanan AI diprediksi akan menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi AI di masa depan.
BACA JUGA: Full AI, Ini Cara Trading Crypto di Telegram Secara Otomatis!
Apa Itu Saham Pre-IPO?
Sebelum membahas cara membeli saham pre-IPO, penting untuk memahami dulu apa yang kamu beli.
Saham pre-IPO adalah kepemilikan ekuitas di sebuah perusahaan sebelum perusahaan tersebut terdaftar di bursa saham publik. Dalam kondisi normal, saham ini hanya bisa diakses oleh:
- Investor institusional (venture capital, private equity)
- Karyawan perusahaan (melalui opsi saham atau RSU)
- Investor terakreditasi: individu dengan kekayaan bersih di atas US$1 juta atau penghasilan tahunan di atas US$200.000 di AS
Keuntungan utama berinvestasi pre-IPO adalah potensi mendapatkan harga masuk yang jauh lebih rendah dibandingkan harga IPO. Risikonya? Likuiditas sangat terbatas, masa tunggu bisa sangat panjang, dan tidak ada jaminan perusahaan akan IPO sesuai rencana.
Cara Beli Saham OpenAI dan Anthropic Sebelum IPO
Meski OpenAI dan Anthropic belum melantai di bursa saham, investor retail tetap punya beberapa cara untuk mendapatkan eksposur ke kedua perusahaan AI tersebut. Mulai dari ETF publik hingga pasar sekunder dan instrumen berbasis kripto, setiap jalur punya tingkat risiko, biaya, dan akses yang berbeda.
1. Membeli ETF yang Memegang Saham Pre-IPO
Cara paling mudah dan relatif aman adalah membeli ETF atau fund publik yang sudah memiliki eksposur ke OpenAI dan Anthropic. Strategi ini cocok untuk investor retail karena lebih terdiversifikasi dan tidak membutuhkan status investor khusus.
KraneShares AI and Technology ETF (AGIX)
ETF ini diperdagangkan di NASDAQ dan berinvestasi pada perusahaan AI publik maupun privat. Anthropic menjadi salah satu holdings terbesar dengan bobot sekitar 2,6 persen per Mei 2026. Selain itu, fund ini juga memegang saham perusahaan besar seperti NVIDIA, Alphabet, dan Microsoft. Expense ratio-nya sekitar 0,99 persen per tahun.
ARK Venture Fund (ARKVX)
Fund milik Cathie Wood ini memiliki eksposur ke OpenAI dan Anthropic sekaligus. Bobot OpenAI mencapai sekitar 9,3 persen, sementara Anthropic sekitar 3,0 persen. ARKVX tidak diperdagangkan di bursa terbuka, tetapi bisa diakses melalui platform seperti SoFi Technologies. Kekurangannya adalah biaya pengelolaan yang cukup tinggi, sekitar 3,49 persen per tahun.
Destiny Tech100 (DXYZ)
Closed-end fund yang terdaftar di NYSE ini memungkinkan investor retail mendapatkan eksposur ke perusahaan teknologi privat. Destiny diketahui memiliki investasi besar di Anthropic dan juga memegang OpenAI dengan bobot sekitar 2,1 persen. Fund ini sempat mencatat kenaikan performa yang kuat sepanjang 2026, meski expense ratio-nya mencapai sekitar 2,5 persen per tahun.
2. Membeli Saham Lewat Secondary Market
Investor terakreditasi juga bisa membeli saham pre-IPO secara langsung melalui pasar sekunder. Platform seperti Forge Global dan Hiive mempertemukan pembeli dengan pemegang saham eksisting seperti karyawan atau investor awal perusahaan.
Namun, jalur ini memiliki risiko hukum dan validasi yang jauh lebih tinggi. OpenAI dan Anthropic sama-sama telah memperingatkan bahwa banyak transaksi saham pre-IPO yang beredar di pasar sekunder tidak mendapatkan otorisasi resmi dari perusahaan.
Dalam beberapa kasus, transfer saham melalui SPV yang tidak disetujui bahkan dapat dianggap tidak sah secara hukum.
Karena itu, investor perlu melakukan due diligence secara ketat dan mempertimbangkan konsultasi hukum sebelum melakukan transaksi di pasar sekunder.
3. Mendapatkan Eksposur Lewat Hyperliquid dan Crypto
Bagi pengguna crypto dan DeFi, ada alternatif lain melalui instrumen derivatif berbasis blockchain. Salah satu platform yang paling banyak dibicarakan adalah Hyperliquid lewat infrastruktur HIP-3 miliknya.
BACA JUGA: Lebih Cuan dari Hyperliquid, Canton Network Jadi Sorotan Baru!
Hyperliquid HIP-3

Hyperliquid menyediakan perpetual futures contracts untuk saham pre-IPO seperti OpenAI, Anthropic, hingga SpaceX. Produk ini memungkinkan trader retail mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga saham pre-IPO secara on-chain tanpa harus memiliki saham aslinya.
Meski terdengar menarik, penting dipahami bahwa perpetual contract bukanlah kepemilikan ekuitas langsung. Instrumen ini lebih mirip produk derivatif spekulatif dengan volatilitas yang sangat tinggi.
Selain itu, risiko regulasinya juga besar. OpenAI dan Anthropic telah memperingatkan bahwa produk sekuritas yang tidak mendapat persetujuan resmi dari perusahaan bisa saja tidak memiliki nilai hukum sama sekali. Risiko likuiditas pun cukup ekstrem, terutama ketika sentimen pasar berubah atau muncul peringatan regulasi baru.
Karena itu, pendekatan paling aman untuk jalur ini adalah menganggapnya sebagai trading spekulatif berisiko tinggi, bukan investasi jangka panjang berbasis fundamental.
Perbandingan Cara Beli Saham Pre-IPO OpenAI & Anthropic
| Metode | Aksesibilitas | Risiko | Biaya | Kepemilikan Nyata |
| ETF (AGIX, ARKVX, DXYZ) | Tinggi | Sedang | 1–3,5 persen/tahun | Tidak langsung |
| Secondary Market (Forge, Hiive) | Investor terakreditasi | Tinggi | Bervariasi | Bisa langsung* |
| Hyperliquid (Perpetual Futures) | Siapa saja dengan crypto | Sangat Tinggi | Spread + funding | Tidak ada |
*Bergantung pada persetujuan perusahaan
Apakah Investasi Saham AI Pre-IPO Layak Dipertimbangkan Sekarang?
Peluang membeli saham OpenAI dan Anthropic sebelum IPO kini semakin terbuka lewat ETF publik, pasar sekunder, hingga inovasi blockchain seperti Hyperliquid. Anthropic disebut menargetkan IPO paling cepat pada Oktober 2026, sementara OpenAI diperkirakan menyusul pada akhir 2026 atau 2027. Dengan valuasi yang sudah mendekati $1 triliun, keduanya menjadi salah satu peluang investasi teknologi paling menarik saat ini.
Meski begitu, investasi pre-IPO tetap memiliki risiko tinggi. Harga bisa sangat volatil, likuiditas terbatas, dan akses yang tersedia belum tentu cocok untuk semua investor. Karena itu, penting untuk memilih metode investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu, melakukan riset mendalam, dan hanya menggunakan dana yang siap menanggung potensi kerugian.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


