Tokenisasi mulai menjadi jembatan baru antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem blockchain. Melalui teknologi ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap aset dunia nyata secara digital, termasuk saham AS.
Robinhood menjadi salah satu platform yang mengembangkan stock token melalui Robinhood Chain. Jaringan ini memungkinkan pengguna memperdagangkan aset RWA yang terhubung dengan saham perusahaan seperti NVIDIA, Google, Apple, dan lainnya.
Apa Itu Tokenisasi Aset?
Tokenisasi adalah proses yang mengubah nilai atau hak ekonomi suatu aset di dunia nyata menjadi token digital yang dicatat pada blockchain.
Aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) yang ditokenisasi dapat berupa properti, obligasi, komoditas, karya seni, hingga instrumen pasar modal.
Sederhananya, token menjadi representasi digital dari aset tertentu. Melalui teknologi blockchain, kepemilikan dan perpindahan aset dapat dicatat secara lebih transparan.
Selain itu, tokenisasi memungkinkan suatu aset dibagi menjadi unit yang lebih kecil. Dengan begitu, investor dapat memperoleh eksposur tanpa harus membeli aset secara penuh.
Meski menawarkan akses lebih fleksibel, hak pemegang token tetap bergantung pada struktur produknya. Tidak semua token memberikan kepemilikan langsung, hak suara, atau status hukum seperti aset asli.
Mengenal Tokenisasi Saham AS
Salah satu penerapan konsep tersebut dapat ditemukan pada tokenisasi saham AS, yaitu penerbitan token digital yang nilainya mengikuti saham perusahaan di pasar modal Amerika Serikat.
Contohnya mencakup saham Nvidia, Tesla, Google, Microsoft, dan Apple yang kemudian direpresentasikan dalam bentuk token digital pada jaringan blockchain.
Robinhood menjelaskan bahwa stock token merupakan surat utang yang telah ditokenisasi dan diterbitkan oleh Robinhood Assets Jersey Limited.
Produk tersebut memberikan eksposur ekonomi terhadap saham AS acuan. Namun, mekanismenya tidak sama dengan membeli saham secara langsung melalui perusahaan sekuritas.
Karena itu, pemegang aset tokenisasi saham AS tidak memperoleh hak suara. Meski demikian, setiap token digital didukung oleh saham acuan dengan rasio 1:1 melalui mitra kustodian yang berlisensi.
Apa Itu Robinhood Chain?
Untuk mendukung perdagangan tokenisasi RWA, Robinhood mengembangkan Robinhood Chain, jaringan blockchain Layer-2 berbasis Ethereum yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum.
Jaringan ini dirancang untuk menghadirkan berbagai layanan keuangan onchain, termasuk perdagangan aset digital serta tokenisasi RWA atau aset dunia nyata.
Mainnet publik Robinhood Chain sendiri diluncurkan pada 1 Juli 2026. Jaringan tersebut menggunakan Ethereum (ETH) sebagai token gas untuk membayar setiap biaya transaksi.
Selain Robinhood Wallet, jaringan ini dapat dihubungkan dengan dompet berbasis EVM seperti MetaMask. Akses terhadap tokenisasi saham AS tetap bergantung pada regulasi masing-masing wilayah.
Cara Membeli Tokenisasi Saham AS di Robinhood Chain
Tokenisasi saham AS dapat dibeli melalui Uniswap menggunakan ekstensi MetaMask. Contohnya meliputi NVDA untuk Nvidia, GOOGL untuk Alphabet, serta TSLA untuk Tesla.
- Pasang MetaMask
Unduh ekstensi MetaMask, buat dompet, lalu simpan seed phrase dengan aman. - Tambahkan Robinhood Chain
Masukkan jaringan Robinhood Chain ke MetaMask menggunakan informasi jaringan dari dokumentasi resminya. - Siapkan saldo
Pastikan dompet memiliki USDG untuk membeli token dan sedikit ETH untuk membayar biaya transaksi. - Buka Uniswap
Hubungkan ekstensi wallet crypto MetaMask ke Uniswap, lalu pilih jaringan Robinhood Chain. - Pilih token
Pilih USDG sebagai token asal, kemudian cari NVDA, GOOGL, atau TSLA sebagai token tujuan. - Periksa alamat kontrak
Cocokkan alamat kontrak token dengan daftar resmi Robinhood Chain untuk menghindari token palsu. - Lakukan swap
Masukkan jumlah pembelian, periksa biaya dan price impact, lalu konfirmasi transaksi melalui MetaMask.
Setelah berhasil, token saham akan masuk ke dompet. Perlu dipahami, stock token memberikan eksposur terhadap harga saham acuan, tetapi tidak selalu memberikan hak suara seperti kepemilikan saham langsung.
Pahami Risikonya Sebelum Membeli
Tokenisasi saham menawarkan akses yang lebih fleksibel terhadap pasar AS. Namun, nilainya tetap dapat turun mengikuti saham acuan dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Likuiditas stock token juga belum tentu setara dengan perdagangan saham tradisional. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga, slippage, dan juga kemudahan menjual kembali aset.
Selain risiko pasar, investor menghadapi risiko penerbit, kustodian, smart-contract, jaringan blockchain, dan perubahan regulasi. Karena itu, pahami produknya sebelum membeli dengan nominal lebih besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


