Cara Buat Kripto Sendiri di Robinhood Lewat Launchpad Pons

Robinhood Chain membuka peluang baru di dunia kripto. Kini, siapa pun dapat mengikuti cara membuat kripto sendiri melalui platform launchpad Pons, sekaligus berpeluang memperoleh creator fee tanpa harus mengandalkan aktivitas trading crypto.

Mengenal Apa Itu Robinhood Chain

Robinhood Chain menjadi salah satu blockchain yang sedang mencuri perhatian. Layer-2 berbasis Ethereum ini dirancang untuk menghubungkan kripto, meme coin hingga real-world assets (RWA) dalam satu ekosistem.

Berbeda dengan banyak blockchain lain, Robinhood Chain bersifat permissionless. Artinya, siapa pun dapat membangun aplikasi, menerbitkan token, hingga meluncurkan proyek kripto tanpa harus meminta izin kepada pihak tertentu.

Robinhood Chain juga kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Dengan begitu, pengembang dapat memanfaatkan berbagai alat, aplikasi, dan smart contract yang sudah lebih dulu berkembang di ekosistem Ethereum.

Apa Itu Robinhood Chain? Kenalan Sama L2 Baru yang Lagi Viral!

Meski awalnya difokuskan pada tokenisasi saham, ETF, dan RWA, komunitas bergerak lebih cepat. Berbagai token meme, launchpad kripto, hingga aplikasi DeFi mulai bermunculan dan meningkatkan aktivitas jaringan.

Perkembangan tersebut membuka peluang baru bagi pengguna. Jika sebelumnya mayoritas hanya menjadi trader atau investor, kini siapa pun juga dapat menjadi kreator token sekaligus membangun komunitasnya sendiri.

Membuat Kripto Sendiri, Peluang Baru Selain Trading

Selama ini banyak yang menganggap keuntungan di dunia kripto hanya berasal dari trading. Padahal, berkembangnya berbagai launchpad membuat siapa saja kini dapat mengikuti tutorial cara buat kripto sendiri hanya dalam beberapa menit.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pengguna bahkan tidak perlu memahami pemrograman smart-contract. Proses peluncuran kripto sendiri sekarang dirancang lebih sederhana, sehingga dapat dilakukan oleh pemula sekalipun lewat platform crypto launchpad.

BACA JUGA:  Michael Saylor vs Tom Lee: Siapa yang Paling Boncos Pada 2026 Ini?

Selain menjadi sarana membangun komunitas, membuat token juga membuka peluang memperoleh pendapatan melalui creator fee. Kreator berpotensi menerima sebagian biaya transaksi selama token yang dibuat masih aktif diperdagangkan.

Salah satu launchpad yang mulai menarik perhatian di jaringan Robinhood adalah Pons. Platform ini memungkinkan pengguna membuat token dari wallet secara non-custodial, sehingga aset tetap berada di bawah kendali pemiliknya.

Menariknya, seluruh proses pembuatan token di Pons dirancang sederhana dan mudah diikuti. Dengan begitu, pengguna baru sekalipun dapat meluncurkan kripto sendiri tanpa harus memiliki pengalaman teknis yang mendalam.

Potensi Pendapatan dari Membuat Kripto Sendiri di Robinhood Chain

Salah satu alasan banyak orang tertarik meluncurkan kripto sendiri adalah adanya peluang memperoleh creator fee. Berbeda dengan trading kripto, kreator di Pons memperoleh bagian dari liquidity fee selama token mereka masih aktif diperdagangkan.

Berdasarkan dokumentasi resmi Pons, setiap transaksi dikenakan pool fee sebesar 1 persen. Untuk token dari factory terbaru, 70 persen liquidity fee dialokasikan kepada kreator dan 30 persen kepada protokol.

Sementara itu, token yang diterbitkan melalui factory versi sebelumnya tetap menggunakan skema berbeda. Dalam model tersebut, 90 persen liquidity fee diberikan kepada kreator, sedangkan 10 persen menjadi bagian protokol.

Sebagai ilustrasi, potensi creator fee dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Volume perdagangan US$10.000 berpotensi menghasilkan US$70.
  • Volume perdagangan US$50.000 berpotensi menghasilkan US$350.
  • Volume perdagangan US$100.000 berpotensi menghasilkan US$700.
  • Volume perdagangan US$250.000 berpotensi menghasilkan US$1.750.
  • Volume perdagangan US$500.000 berpotensi menghasilkan US$3.500.
  • Volume perdagangan US$1.000.000 berpotensi menghasilkan US$7.000.

Perlu dipahami bahwa simulasi tersebut hanya bertujuan memberikan gambaran mengenai potensi pendapatan kreator berdasarkan skema pembagian biaya transaksi crypto yang berlaku. 

BACA JUGA:  Pecah Rekor Lagi, Kali Ini Robinhood Chain Kalahkan Base!

Nilai sebenarnya dapat berbeda, bergantung pada volume perdagangan dan liquidity fee yang benar-benar dihasilkan token.

Creator Fee Sudah Terbukti di Ekosistem Lain

Konsep creator fee sebenarnya bukan hal baru di industri kripto. Sebelum mulai dikenal di Robinhood Chain, mekanisme serupa lebih dulu populer melalui Pump.fun di jaringan Solana.

Platform ini memungkinkan siapa saja membuat meme coin dalam hitungan menit. Kreator berpeluang memperoleh sebagian biaya transaksi selama token yang dibuat masih aktif diperdagangkan.

Model ini bahkan melahirkan kisah menarik pada pertengahan 2026. Sebuah wallet dilaporkan mengumpulkan US$849.000 atau hampir Rp15 miliar dari creator fee setelah meluncurkan sekitar 94.000 meme coin.

Trader Kripto Ini Raup Rp15 Miliar Tanpa Trading, Kok Bisa?

Jika dirata-rata, pendapatan setiap token hanya sekitar US$9. Namun, jumlah peluncuran yang sangat banyak dan tingginya aktivitas perdagangan membuat total creator fee mencapai ratusan ribu dolar AS.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa peluang meraih keuntungan di dunia kripto tidak hanya berasal dari trading. Kini, membuat token sendiri di Robinhood Chain juga berpotensi menjadi sumber pendapatan melalui creator fee.

Cara Membuat Kripto Sendiri di Robinhood Lewat Pons

Cara buat kripto sendiri di Robinhood Chain lewat lauchpad Pons dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit. Sebelum memulai, siapkan wallet crypto yang mendukung Robinhood Chain beserta saldo ETH untuk membayar biaya peluncuran dan gas.

Berdasarkan dokumentasi, Pons mengenakan launch fee sebesar 0,0005 ETH untuk setiap token yang dibuat. Sebaiknya sediakan sekitar 0,001–0,002 ETH agar biaya peluncuran dan gas transaksi dapat tercukupi.

Setelah semuanya siap, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Hubungkan wallet ke platform Pons.
  2. Pilih menu Create Token.
  3. Masukkan nama token dan simbol (ticker).
  4. Tambahkan deskripsi serta unggah logo token.
  5. Isi tautan media sosial atau website (opsional).
  6. Tentukan Developer Buy jika diperlukan (opsional).
  7. Periksa kembali seluruh informasi coin crypto.
  8. Konfirmasi transaksi melalui wallet.
  9. Tunggu proses deploy selesai.
BACA JUGA:  Apa Itu Stock Token di Robinhood Chain? Ini Penjelasannya!

Setelah diluncurkan, token akan memiliki trading pool di Robinhood Chain dengan likuiditas yang terkunci. Seluruh proses berlangsung on-chain, sehingga setiap transaksi harus mendapat persetujuan langsung dari wallet pengguna.

Jangan Asal Membuat Token Kripto Sendiri

Kemudahan membuat token kripto bukan berarti setiap proyek akan sukses. Persaingan di Robinhood Chain diperkirakan akan semakin ketat karena aset kripto baru, terutama kripto meme, terus bermunculan setiap hari.

Sebelum meluncurkan token, tentukan terlebih dahulu konsep yang ingin dibangun. Nama proyek, identitas visual, serta strategi membangun komunitas dapat menjadi faktor penting yang membedakan sebuah kripto.

Promosi yang konsisten dan komunitas yang aktif juga berperan besar dalam menjaga aktivitas perdagangan. Tanpa dukungan tersebut, token berpotensi sulit menarik perhatian pasar meski berhasil diluncurkan.

7 Memecoin di Robinhood Chain yang Lagi Happening di 2026!

Pada akhirnya, Robinhood Chain membuka peluang baru bagi siapa pun untuk menjadi kreator token. Meski berpotensi memperoleh creator fee, tetap lakukan riset dan pahami risikonya sebelum meluncurkan proyek kripto sendiri.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait