Pasar kripto yang terus tumbuh dengan jumlah investor Indonesia yang menembus 18 juta orang menurut data OJK Agustus 2025. Tak heran, ada banyak pemula yang melirik aset ini sebagai bagian dari investasi jangka pendeknya. Nah, untuk membantu kamu memulai, yuk simak cara investasi crypto jangka pendek untuk investor pemula berikut ini!
BACA JUGA:Â 10 Crypto Exchange Indonesia Terbaik yang Diawasi OJK
Cara Investasi Crypto Jangka Pendek untuk Pemula

Cara investasi crypto jangka pendek adalah strategi untuk mencari keuntungan dalam hitungan menit, jam, atau beberapa hari dengan memanfaatkan volatilitas pasar kripto. Ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memulainya.
Namun, tetap ingat bahwa strategi ini perlu disiplin, riset, money management, dan manajemen risiko yang matang. Berikut ini adalah beberapa strateginya:
1. Day Trading
Day Trading adalah cara investasi crypto jangka pendek dengan membuka dan menutup posisi dalam satu hari. Durasi tahan asetnya sangat cepat, mulai dari beberapa menit sampai beberapa jam.
Strategi ini cocok kalau kamu ingin memanfaatkan fluktuasi harian yang sering terjadi di pasar kripto. Keuntungannya, kamu bisa mengunci cuan tanpa perlu menahan posisi terlalu lama.
Tapi, risiko kerugiannya juga tinggi karena harga kripto bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Kamu butuh disiplin stop-loss dan kemampuan membaca momentum supaya tidak terjebak emosi seperti panik atau serakah.
2. Swing Trading
Berbeda dari day trading, swing trading memanfaatkan pergerakan tren beberapa hari hingga beberapa minggu. Ini menjadi salah satu cara investasi crypto jangka pendek untuk pemula yang ingin durasi lebih santai dan tidak harus memantau chart setiap menit.
Kamu akan mencari momen saat harga sedang berada di tren naik atau turun. Biasanya trader swing memakai kombinasi analisis teknikal dan fundamental. Namun karena posisi ditahan lebih lama, risiko pergerakan harga yang tiba-tiba berbalik juga lebih besar. Di sinilah pentingnya kesabaran, disiplin, dan modal yang cukup.
3. Scalping
Scalping adalah strategi ultra-cepat. Kamu bisa menaruh posisi dalam hitungan detik atau menit dan mengambil keuntungan kecil berulang kali.
Ini salah satu investasi crypto jangka pendek yang menarik karena tidak butuh modal besar. Tapi konsentrasi harus tinggi, kamu akan melihat chart terus-menerus dan bereaksi dalam hitungan detik. Biaya transaksi yang menumpuk juga bisa menggerus profit, jadi strategi ini cocok kalau kamu nyaman dengan ritme trading cepat dan intens.
BACA JUGA: 5 Crypto Exchange Tempat Trading Futures di Indonesia
4. Mengikuti Sinyal Kripto
Jika kamu masih bingung kapan harus masuk atau keluar pasar, sinyal kripto bisa jadi pilihan. Sinyal berisi rekomendasi entry point, target profit, dan stop-loss yang dibuat oleh analis atau algoritma.
Mengikuti sinyal bisa membantu pemula lebih terarah karena kamu tidak harus melakukan analisis dari nol.
Tapi ingat, sinyal tidak selalu akurat. Jangan bergantung penuh pada satu penyedia signal. Pastikan kamu tetap paham dasar-dasar teknikal dan selalu pilih penyedia sinyal yang kredibel.
5. Trading Berbasis Berita
Berita besar seperti regulasi baru, listing token, atau sentimen global bisa memicu pergerakan harga ekstrem. Trading berbasis berita berarti kamu mengambil posisi setelah membaca atau mendapatkan informasi penting, misalnya dari portal seperti Blockchain Media Indonesia.
Keuntungannya, kamu bisa menangkap lonjakan harga yang terjadi setelah kabar positif. Namun kecepatannya sangat tinggi. Jika ternyata berita tidak sesuai ekspektasi atau hanya rumor, harga bisa berbalik tajam. Cocok untuk kamu yang suka mengikuti perkembangan harian dan bisa bereaksi cepat.
6. Arbitrase
Arbitrase adalah cara investasi crypto jangka pendek dengan risiko relatif rendah. Kamu membeli aset di satu bursa dengan harga lebih murah dan menjualnya di bursa lain dengan harga lebih tinggi.
Contoh sederhana: beli BTC di Bursa A seharga Rp450 juta dan jual di Bursa B seharga Rp451 juta, kamu mengambil selisih Rp1 juta tanpa perlu menebak arah tren. Tantangannya ada di kecepatan eksekusi, biaya transaksi, dan risiko teknis seperti delay transfer. Jika selisih harga kecil, keuntungan bisa habis dimakan fee, jadi arbitrase cocok untuk kamu yang teliti dan paham teknis trading.
BACA JUGA:Â 10 Tempat Trading Crypto Tanpa KTP dan Modal Kecil Terbaru!
7. Staking Jangka Pendek
Kalau kamu tidak ingin trading aktif, staking bisa jadi cara aman untuk tetap menghasilkan. Beberapa platform menyediakan staking fleksibel, di mana kamu bisa memasukkan dan mengambil aset kapan saja tanpa lock-up panjang.
APY biasanya berkisar 5–20 persen, cukup menarik untuk pemula. Namun tetap ada risiko: harga token bisa turun saat kamu staking, sehingga nilai aset total ikut menurun. Selain itu, keamanan platform menjadi faktor penting. Pastikan kamu staking di bursa atau crypto wallet terpercaya.
8. Bot Trading
Bot trading adalah robot otomatis yang eksekusi order sesuai strategi yang kamu set. Bot bekerja 24/7, tidak kena emosi, dan cocok untuk strategi berulang seperti grid trading atau DCA.
Ini salah satu cara investasi crypto jangka pendek untuk pemula yang ingin disiplin tanpa harus mantau pasar tiap saat. Tapi bot bukan jaminan profit. Kalau strategi salah, bot tetap akan mengeksekusi dan berpotensi rugi. Pilih bot yang kredibel, mulai dari strategi sederhana, dan selalu pantau performanya.
Pilih yang Sesuai Gaya, Mulai dengan Modal Kecil
Delapan cara investasi crypto jangka pendek di atas punya risiko dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Kamu bisa mulai dari strategi paling nyaman, day trading, swing, scalping, sinyal, berita, arbitrase, staking, atau bot trading, lalu pelajari lebih dalam sebelum masuk dengan modal besar. Yang paling penting adalah disiplin, manajemen risiko, dan tidak mudah terbawa emosi.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



