Investasi saham kini mulai merambah ekosistem onchain. Melalui Robinhood Chain, pengguna bisa mendapatkan eksposur terhadap perusahaan seperti NVIDIA hingga ETF seperti SPY dan QQQ dalam bentuk token saham.
Menariknya, token tersebut tidak hanya dapat dibeli lalu disimpan. Tokenized stock juga bisa dimasukkan ke liquidity pool untuk memperoleh tambahan fee dari aktivitas perdagangan.
Pendekatan ini cocok bagi investor yang memang percaya terhadap prospek suatu saham dan ingin membuat asetnya lebih produktif sambil menunggu potensi kenaikan harga.
Apa Itu Liquidity Pool dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Liquidity pool merupakan kumpulan aset yang digunakan platform DEX untuk memfasilitasi transaksi secara on-chain. Pengguna yang menyediakan aset ke dalam pool disebut liquidity provider atau LP.
Misalnya terdapat pool USDG/NVDA. Ketika pengguna menukar USDG dengan token saham NVIDIA atau sebaliknya, transaksi tersebut menggunakan likuiditas yang tersedia di dalam pool.
Sebagian biaya transaksi kemudian dibagikan kepada liquidity provider. Semakin aktif aktivitas perdagangan, semakin besar pula potensi fee yang bisa dikumpulkan dari trading LP.
Pada Uniswap, LP juga dapat menentukan rentang harga. Selama harga token saham berada dalam rentang tersebut, posisi aktif dan berpotensi menghasilkan fee. Jika keluar, pendapatan akan berhenti sementara.
Cara Investasi Token Saham di Robinhood Chain
Strateginya tidak jauh berbeda dengan investasi saham biasa. Perbedaannya, aset berada dalam bentuk token saham dan dapat dimanfaatkan lebih lanjut melalui protokol DeFi.
1. Siapkan Wallet dan Modal
Pertama, gunakan wallet yang kompatibel dengan jaringan EVM dan hubungkan ke Robinhood Chain. Siapkan juga ETH secukupnya untuk membayar biaya transaksi.
Dana kemudian dapat dipindahkan ke Robinhood Chain melalui bridge sebelum digunakan untuk membeli token saham.
2. Pilih Saham yang Fundamentalnya Dipahami
Jangan memilih token saham hanya karena APR pool-nya tinggi. Tentukan terlebih dahulu perusahaan atau ETF yang memang menarik untuk dimiliki.
Misalnya, investor yang bullish terhadap NVIDIA dapat memilih NVDA. Sementara SPY atau QQQ bisa dipertimbangkan jika ingin memperoleh eksposur yang lebih luas terhadap pasar saham AS.
Analisis fundamental saham aslinya tetap penting. Perhatikan pertumbuhan pendapatan, laba, valuasi, kondisi industri, laporan keuangan hingga katalis yang dapat memengaruhi harga.
3. Beli Token Saham melalui DEX
Setelah menentukan aset, tokenized stock dapat dibeli melalui DEX seperti Uniswap yang sudah tersedia di Robinhood Chain.
Pilih pasangan yang diinginkan, tentukan jumlahnya, periksa harga dan slippage, kemudian lakukan swap. Platform pihak ketiga seperti Krystal juga dapat digunakan untuk melihat berbagai pool yang tersedia.
Setelah Investasi, Tokenized Stock Bisa Menghasilkan Fee
Token saham yang sudah dimiliki tidak harus hanya tersimpan di wallet. Aset tersebut dapat ditempatkan ke liquidity pool bersama pasangan seperti USDG untuk menghasilkan tambahan pendapatan dari aktivitas transaksi.
Berdasarkan data pada platform Krystal, misalnya, pool USDG/NVDA di Uniswap V3 memiliki TVL sekitar US$6,1 juta dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$42,5 juta.

APR 24 jamnya berada di 95 persen. Namun, angka ini bukan berarti investor memperoleh keuntungan 95 persen dalam sehari, melainkan estimasi imbal hasil tahunan yang dihitung berdasarkan performa pool selama 24 jam terakhir.
APR dapat berubah mengikuti volume perdagangan, jumlah likuiditas, serta rentang harga yang digunakan. Karena itu, APR tinggi belum tentu menunjukkan bahwa suatu pool token saham menjadi pilihan terbaik.
Jangan Hanya Mengejar APR Tinggi
Sebelum menempatkan modal, beberapa indikator perlu dilihat secara bersamaan:
- APR, untuk melihat estimasi imbal hasil terbaru.
- TVL, untuk mengetahui besarnya likuiditas dalam pool.
- Volume 24 jam, untuk melihat aktivitas transaksi.
- Fees 24 jam, untuk mengetahui biaya yang dihasilkan pool.
- Volume/TVL, untuk melihat seberapa aktif modal berputar.
- Fee tier, untuk mengetahui biaya setiap transaksi.
Contohnya, TTWO/USDG pada tampilan Krystal memiliki APR sekitar 2.421 persen dengan TVL sekitar US$833.500 dan volume 24 jam US$22,1 juta.
APR setinggi itu dapat muncul karena volume sangat besar dibandingkan likuiditas yang tersedia. Jika volume turun atau TVL bertambah, APR tokenized stock juga bisa turun dengan cepat.
Bisa Dikombinasikan dengan Strategi DCA
Strategi ini lebih menarik jika token saham yang dipilih memang ingin dimiliki dalam jangka menengah atau panjang, terutama sebagai bagian dari strategi DCA.
Misalnya, setelah menganalisis fundamental NVIDIA, investor yakin terhadap prospeknya dan ingin mengakumulasi secara bertahap. Token yang sudah dimiliki kemudian dapat ditempatkan ke LP untuk mengumpulkan fee.
Dengan begitu, investor tidak hanya berharap pada kenaikan harga, tetapi juga memperoleh potensi pendapatan pasif selama posisi likuiditas tetap aktif.
Tetap ada risiko yang perlu diperhatikan. Harga tokenized stock dapat keluar dari rentang, APR bisa turun, komposisi aset dapat berubah dan posisi LP memiliki risiko impermanent loss.
Dollar Cost Averaging Crypto: Definisi dan Cara Melakukannya!
Karena itu, fundamental saham dan harga masuk tetap menjadi pertimbangan utama. Passive income dari liquidity pool lebih tepat dijadikan tambahan dari strategi investasi, bukan alasan utama membeli token saham.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


