Perkembangan pasar keuangan membuat trader memiliki semakin banyak pilihan instrumen untuk memanfaatkan pergerakan harga aset.
Dua instrumen yang sering dibandingkan adalah CFD (Contract for Difference) dan futures. Keduanya digunakan untuk mengambil posisi saat harga naik maupun turun, tetapi memiliki mekanisme dan karakteristik kontrak berbeda.
Memahami cara kerja CFD trading dan perbedaannya dengan futures penting sebelum menentukan instrumen yang paling sesuai dengan strategi serta toleransi risiko.
Apa Itu CFD Trading?
CFD atau Contract for Difference adalah instrumen derivatif yang memungkinkan trader berspekulasi terhadap perubahan harga tanpa harus memiliki aset tersebut secara langsung.
Aset yang menjadi acuan CFD dapat berupa indeks saham, komoditas, mata uang, saham, hingga aset lainnya, tergantung pada produk yang ditawarkan penyedia CFD.
Dalam CFD, trader pada dasarnya membuat kesepakatan dengan penyedia untuk memperhitungkan selisih harga antara saat posisi dibuka dan ketika posisi ditutup.
Jika harga bergerak sesuai arah posisi, trader berpotensi memperoleh keuntungan. Sebaliknya, jika pergerakan harga berlawanan, trader dapat mengalami kerugian.
Bagaimana Cara Kerja CFD?
Mekanisme CFD relatif sederhana. Trader terlebih dahulu menentukan aset yang ingin diperdagangkan, kemudian memilih arah posisi.
Ada dua pilihan utama:
- Buy/Long: digunakan ketika trader memperkirakan harga akan naik.
- Sell/Short: digunakan ketika trader memperkirakan harga akan turun.
Misalnya, seorang trader membuka posisi CFD pada aset dengan harga 100. Jika mengambil posisi buy dan menutupnya ketika harga naik menjadi 110, terdapat selisih 10 poin sebagai dasar perhitungan hasil trading sebelum biaya transaksi.
Sebaliknya, apabila harga turun dari 100 menjadi 90, posisi buy tersebut mengalami kerugian berdasarkan selisih harga.
Apa Itu Leverage dalam Trading Crypto? Ini Panduan Lengkapnya!
Salah satu karakteristik CFD adalah penggunaan leverage. Leverage memungkinkan trader mengendalikan posisi dengan nilai lebih besar dibandingkan dana yang digunakan sebagai margin.
Namun, leverage bekerja dua arah. Potensi keuntungan dapat meningkat, tetapi kerugian juga dapat membesar dengan cepat.
Contoh Sederhana CFD Trading
Bayangkan seorang trader memperkirakan harga emas akan naik. Ia kemudian membuka posisi long CFD pada emas.
Jika harga bergerak sesuai perkiraan, posisi tersebut dapat menghasilkan keuntungan berdasarkan perubahan harga dan ukuran posisi. Namun, jika harga emas justru turun, trader akan mengalami kerugian.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa CFD tidak mengharuskan trader membeli emas secara fisik. Trader hanya mengambil posisi terhadap pergerakan harga instrumen yang menjadi underlying asset.
Karena itu, CFD trading lebih tepat dipahami sebagai kontrak derivatif untuk memperdagangkan perubahan harga, bukan sebagai metode untuk memiliki aset secara langsung.
Apa Itu Futures?
Futures adalah kontrak derivatif yang mewajibkan pihak dalam kontrak untuk membeli atau menjual aset tertentu pada harga yang telah ditentukan dan waktu tertentu di masa depan.
Kontrak futures biasanya memiliki spesifikasi yang lebih terstandarisasi, termasuk ukuran kontrak, tick size, bulan kontrak, hingga tanggal kedaluwarsa.
Futures banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari spekulasi hingga hedging. Pasarnya tersedia untuk berbagai underlying asset seperti indeks saham, energi, logam, komoditas pertanian, dan instrumen keuangan.
Berbeda dengan CFD, futures umumnya diperdagangkan melalui bursa terorganisasi dengan spesifikasi kontrak yang telah ditetapkan.
Perbedaan CFD dan Futures
Meskipun sama-sama merupakan instrumen derivatif, berikut adalah perbedaan CFD dan futures yang perlu diketahui.
1. Struktur Kontrak
CFD merupakan kontrak antara trader dan penyedia CFD untuk memperhitungkan selisih harga suatu aset.
Sementara itu, futures merupakan kontrak dengan spesifikasi standar yang umumnya diperdagangkan melalui bursa futures.
2. Tanggal Kedaluwarsa
Banyak CFD tidak memiliki tanggal kedaluwarsa tetap. Posisi dapat dipertahankan selama memenuhi ketentuan broker dan memiliki margin yang cukup, meskipun dapat dikenakan biaya tertentu.
Sebaliknya, futures memiliki expiration date. Trader perlu memperhatikan masa berlaku kontrak dan dapat memilih untuk menutup atau memindahkan posisi ke kontrak berikutnya.
3. Ukuran Kontrak
Trading CFD umumnya memberikan fleksibilitas dalam menentukan ukuran posisi sesuai ketentuan penyedia.
Sementara itu, futures memiliki ukuran kontrak yang telah ditentukan. Misalnya, satu kontrak futures dapat mewakili jumlah unit aset tertentu sesuai ketentuan bursa.
4. Tempat Perdagangan
CFD biasanya diperdagangkan melalui platform penyedia CFD atau broker.
Sementara itu, futures umumnya diperdagangkan melalui bursa futures dengan mekanisme pasar dan spesifikasi kontrak yang terstandarisasi.
5. Leverage dan Margin
Keduanya dapat menggunakan margin sehingga trader tidak selalu perlu menyediakan dana sebesar nilai penuh posisi.
Namun, persyaratan margin dan leverage dapat berbeda tergantung pada instrumen, broker, bursa, yurisdiksi, hingga kondisi pasar.
6. Biaya Trading
Pada CFD, trader dapat menghadapi spread, komisi, serta biaya pendanaan atau overnight financing, tergantung pada produk dan penyedia.
Pada futures, biaya dapat mencakup komisi broker, biaya bursa, serta biaya lain yang berkaitan dengan transaksi dan pengelolaan posisi.
Tabel Perbandingan CFD dan Futures
| Aspek | CFD | Futures |
|---|---|---|
| Jenis instrumen | Derivatif | Derivatif |
| Kepemilikan aset | Tidak memiliki aset underlying | Tidak berarti memiliki aset secara langsung |
| Kedaluwarsa | Umumnya tidak memiliki expiry tetap | Memiliki tanggal kedaluwarsa |
| Perdagangan | Melalui penyedia/broker CFD | Umumnya melalui bursa |
| Ukuran kontrak | Lebih fleksibel tergantung penyedia | Terstandarisasi |
| Leverage | Tersedia, bergantung penyedia dan aturan | Tersedia melalui margin |
| Biaya | Spread, komisi, dan/atau financing | Komisi, biaya bursa, dan biaya terkait |
| Cocok untuk | Trading pergerakan harga dengan fleksibilitas posisi | Trading kontrak standar dan strategi futures |
Keunggulan dan Risiko Trading CFD vs Futures
Kelebihan dan Risiko CFD
CFD menawarkan beberapa keunggulan bagi trader. Salah satunya adalah kemampuan untuk mengambil posisi long maupun short, sehingga peluang tidak hanya muncul ketika pasar bergerak naik.
CFD juga biasanya memberikan akses ke berbagai pasar melalui satu platform. Trader dapat menemukan produk yang mengikuti harga indeks, komoditas, forex, saham, dan aset lainnya, tergantung penyedia.
Selain itu, ukuran posisi CFD trading umumnya lebih fleksibel dibandingkan kontrak futures yang memiliki ukuran standar.
Namun, CFD juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Penggunaan leverage dapat membuat kerugian meningkat dengan cepat ketika harga bergerak berlawanan dari posisi.
Biaya pendanaan untuk posisi yang dipertahankan dalam jangka waktu tertentu juga dapat memengaruhi hasil akhir trading. Karena itu, trader perlu memahami ketentuan broker, margin, leverage, dan biaya sebelum bertransaksi.
Kelebihan dan Risiko Futures
Futures memiliki keunggulan berupa kontrak yang terstandarisasi dan perdagangan yang umumnya berlangsung melalui bursa terorganisasi.
Instrumen ini juga banyak digunakan untuk hedging. Misalnya, pelaku usaha yang memiliki eksposur terhadap harga komoditas dapat menggunakan futures untuk membantu mengelola risiko perubahan harga.
Namun, futures juga memiliki karakteristik yang perlu dipahami. Ukuran kontrak yang standar dapat membuat nilai posisi menjadi relatif besar.
Trader juga perlu memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan mekanisme rollover apabila ingin mempertahankan eksposur setelah kontrak berakhir.
Selain itu, penggunaan margin dapat membuat kerugian berkembang lebih cepat dibandingkan ketika seseorang hanya membeli aset tanpa leverage.
Mana yang Lebih Cocok untuk Trader?
Tidak ada jawaban bahwa CFD selalu lebih baik daripada futures ataupun sebaliknya. Pilihan instrumen sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, strategi trading masing-masing.
CFD menarik bagi trader yang mengutamakan fleksibilitas ukuran posisi serta ingin mengakses berbagai pasar melalui satu penyedia. Sementara itu, futures sesuai bagi yang menginginkan kontrak terstandarisasi dan akses ke pasar melalui bursa.
Sebelum memilih, trader sebaiknya mempertimbangkan beberapa faktor berikut:
- ukuran modal;
- toleransi risiko;
- penggunaan leverage;
- biaya transaksi;
- biaya overnight atau financing;
- ukuran kontrak;
- tanggal kedaluwarsa;
- likuiditas instrumen;
- regulasi dan perlindungan yang berlaku pada penyedia.
CFD cenderung menawarkan fleksibilitas ukuran posisi dan biasanya tidak memiliki tanggal kedaluwarsa tetap. Sebaliknya, futures memiliki kontrak terstandarisasi, diperdagangkan melalui bursa, dan memiliki tanggal kedaluwarsa.
Yang tidak kalah penting, trading CFD maupun futures bukan instrumen bebas risiko. Penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.
Memahami Stop Loss Hunting di Pasar Kripto: Manipulasi yang Sering Bikin Trader Rugi!
Karena itu, trader perlu memahami produk, biaya, margin, dan risiko sebelum membuka posisi. Manajemen risiko, ukuran posisi yang sesuai, serta penggunaan stop-loss tetap menjadi bagian penting dalam proses trading.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


