Cara Menghindari Sandwich Attack Saat Swap Kripto di DEX

Swap token melalui bursa terdesentralisasi (DEX) memberi pengguna kendali penuh terhadap aset tanpa harus menitipkan dana ke bursa terpusat. Namun, transaksi on-chain juga membawa risiko yang sering tidak disadari, salah satunya sandwich attack.

Serangan ini dapat membuat pengguna memperoleh token lebih sedikit dari seharusnya meskipun transaksi berhasil diproses.

Sandwich attack adalah strategi ketika bot atau pelaku menempatkan satu transaksi sebelum dan satu transaksi setelah swap milik pengguna untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang ditimbulkan transaksi tersebut. Serangan ini merupakan salah satu bentuk Maximal Extractable Value (MEV) yang dapat merugikan pengguna.

Menurut Ethereum.org, MEV merupakan nilai yang dapat diperoleh melalui pengaturan penyertaan, pengecualian, maupun urutan transaksi ketika sebuah blok dibentuk. Dalam praktiknya, pihak yang disebut searcher menggunakan algoritma dan bot untuk mencari peluang MEV secara otomatis.

Tidak semua MEV bersifat merugikan. Arbitrase antara DEX, misalnya, dapat membantu memperbaiki perbedaan harga antarpasar. Namun, sandwich trading adalah salah satu contoh MEV yang dapat memberikan pengalaman buruk kepada pengguna karena harga eksekusi menjadi lebih tidak menguntungkan.

Bagaimana Sandwich Attack Mengambil Keuntungan dari Swap?

Untuk memahami risikonya, bayangkan seorang pengguna ingin membeli token dalam jumlah cukup besar melalui liquidity pool. Setelah transaksi dikirim tetapi belum dikonfirmasi, bot dapat mendeteksi transaksi tersebut dan memperkirakan bahwa pembelian besar akan mendorong harga token naik.

Menurut informasi dari Uniswap, penyerang dapat membeli token terlebih dahulu atau melakukan front-running. Setelah itu, transaksi pengguna diproses dan turut mendorong harga token. Penyerang kemudian menjual token melalui transaksi back-running setelah transaksi korban selesai.

Secara sederhana, bot akan membeli token terlebih dahulu sebelum transaksi pengguna dieksekusi, kemudian menjualnya kembali setelah transaksi pengguna selesai.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Misalnya harga sebuah token awalnya US$10 dan pengguna ingin melakukan swap senilai US$20.000. Jika transaksi tersebut cukup besar dibandingkan liquidity pool, pembelian dapat mendorong harga naik.

BACA JUGA:  Short Bitcoin Tak Selalu Bearish, Begini Cara Institusi Memainkan Pasar

Bot yang mengetahui transaksi tersebut membeli token terlebih dahulu. Akibatnya, ketika transaksi pengguna akhirnya dieksekusi, harga yang diperoleh sudah lebih tinggi. Setelah pembelian pengguna semakin mendorong harga token, bot menjual aset yang sebelumnya dibeli dan mengambil selisihnya.

Dengan kata lain, keuntungan bot berasal dari perubahan harga yang sebagian diciptakan oleh transaksi korban sendiri.

Searcher dapat memonitor perdagangan DEX bernilai besar, menghitung potensi dampaknya terhadap harga, kemudian membeli aset sebelum transaksi korban dan menjualnya kembali sesudah transaksi tersebut. Korban akhirnya mendapatkan harga eksekusi yang lebih buruk.

Slippage Tinggi Bisa Membuka Ruang Lebih Besar bagi Sandwich Attack

Slippage merupakan salah satu bagian penting ketika melakukan swap melalui DEX. Secara sederhana, toleransi slippage menentukan seberapa jauh harga aktual boleh berubah dari harga yang diperkirakan sebelum transaksi dianggap tidak layak untuk diteruskan.

Masalah muncul ketika pengguna memasang toleransi terlalu longgar. Semakin besar perubahan harga yang masih diterima oleh transaksi, semakin buruk pula harga eksekusi yang secara teknis masih dapat diterima.

Dokumentasi Uniswap mengenai pengaturan slippage menjelaskan bahwa slippage terlalu rendah dapat membuat transaksi gagal atau revert. Sebaliknya, menetapkan slippage terlalu tinggi dapat menyebabkan pengguna menerima token jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah yang sebelumnya diperkirakan.

Jika maksimum slippage ditetapkan sebesar 25 persen, pengguna secara teori dapat menerima hingga 25 persen lebih sedikit daripada jumlah yang diperlihatkan pada preview swap.

Karena itu, solusi ketika transaksi DEX gagal bukan otomatis menaikkan slippage setinggi mungkin.

Pengguna sebaiknya mempertimbangkan likuiditas token, volatilitas pasar, ukuran transaksi dan kondisi jaringan. Pada Web App Uniswap, fitur Auto Slippage dapat menentukan toleransi secara otomatis berdasarkan kondisi transaksi.

Liquidity pool juga perlu diperhatikan. Uniswap menyebut liquidity pool yang lebih kecil dapat lebih menarik bagi penyerang karena satu transaksi mampu menghasilkan dampak harga yang lebih besar.

BACA JUGA:  Cara Mengetahui XRP Akan Naik atau Turun Pakai Data Sederhana

Menggunakan pool dengan likuiditas lebih dalam menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko sandwich attack.

Gunakan Private Transaction Routing untuk Kurangi Risiko

Perlindungan terhadap sandwich attack tidak hanya berkaitan dengan slippage. Pengguna juga perlu memperhatikan bagaimana transaksi dikirim menuju blockchain.

Pada transaksi yang disiarkan secara publik, informasi mengenai transaksi yang belum dikonfirmasi dapat terlihat oleh pihak lain. Kondisi tersebut memungkinkan searcher maupun bot mendeteksi transaksi yang berpotensi menghasilkan keuntungan.

Salah satu pendekatannya adalah menggunakan private transaction routing atau private mempool.

Flashbots Protect dirancang untuk mengirim transaksi melalui private mempool sehingga transaksi tidak langsung terlihat oleh bot frontrunning dan sandwich yang memantau public mempool.

Artinya, transaksi tidak lagi langsung dikirim dari wallet ke public mempool sebelum masuk ke blockchain, tetapi terlebih dahulu dirutekan melalui jalur private sebelum dimasukkan ke dalam blok.

Flashbots secara eksplisit menyatakan bahwa Flashbots Protect membantu melindungi pengguna dari frontrunning dan sandwich bots dengan menyembunyikan transaksi dari public mempool.

Aktifkan Swap Protection atau MEV Protection di Wallet

Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur perlindungan yang tersedia pada wallet atau aplikasi DEX tertentu.

Uniswap Wallet memiliki fitur Swap Protection untuk transaksi yang didukung. Menurut dokumentasi Uniswap mengenai Swap Protection, transaksi dapat dikirim melalui private transaction pool untuk membantu melindungi swap dari frontrunning dan sandwich attack.

Uniswap menyebut fitur tersebut menggunakan Flashbots Protect dan diaktifkan secara default untuk transaksi Ethereum yang memenuhi persyaratan pada Uniswap Wallet. Pilihan lain pun tersedia bagi pengguna MetaMask melalui Smart Transactions.

Menurut MetaMask dalam dokumentasi Smart Transactions, fitur tersebut mencakup perlindungan terhadap dampak negatif MEV pada sejumlah jaringan yang didukung.

Namun, ada satu detail yang perlu diperhatikan. MetaMask menjelaskan bahwa penggunaan custom RPC pada jaringan tertentu dapat meng-override mekanisme Smart Transactions.

Artinya, pengguna yang sering mengganti RPC secara manual sebaiknya memastikan kembali apakah perlindungan MEV masih aktif.

BACA JUGA:  Cara Menentukan Waktu Terbaik Beli Bitcoin Tanpa Terjebak FOMO

Jangan Hanya Memilih DEX Berdasarkan Fee Terendah

Risiko sandwich attack juga memperlihatkan bahwa pengguna tidak seharusnya hanya memilih tempat swap berdasarkan biaya gas atau biaya transaksi terendah. Mekanisme bagaimana order dieksekusi juga penting.

Salah satu contoh adalah UniswapX, yang menggunakan sistem berbasis intent dan competitive auction.

Alih-alih seluruh eksekusi swap ditentukan langsung oleh transaksi pengguna seperti swap AMM tradisional, pengguna membuat signed order dan pihak yang disebut fillers bersaing memberikan eksekusi.

Apa yang Harus Dicek Sebelum Menekan Tombol Swap?

Sebelum melakukan swap, pengguna setidaknya perlu memperhatikan likuiditas, price impact, slippage dan jalur transaksi.

Pertama, cek apakah ukuran order terlalu besar dibandingkan liquidity pool. Pool yang tipis membuat satu transaksi lebih mudah menggerakkan harga dan meningkatkan risiko mendapat eksekusi buruk.

Kedua, periksa toleransi slippage. Hindari kebiasaan menaikkan slippage secara ekstrem hanya karena transaksi sebelumnya gagal.

Ketiga, jika tersedia, gunakan private transaction routing, Swap Protection atau MEV protection sehingga transaksi tidak langsung terekspos ke public mempool.

Terakhir, jangan menganggap penggunaan fitur anti-MEV memberikan jaminan absolut. MetaMask sendiri menyatakan Smart Transactions dapat secara substansial mengurangi risiko hasil buruk akibat MEV, tetapi tidak ada sistem yang mampu menghilangkan risiko sepenuhnya.

Karena itu, cara menghindari sandwich attack yang paling masuk akal adalah menggunakan beberapa lapisan perlindungan sekaligus.

Slippage harus tetap rasional, liquidity pool perlu cukup dalam, price impact harus diperiksa dan transaksi sebaiknya menggunakan private routing atau sistem eksekusi yang dirancang mengurangi eksposur terhadap bot MEV.

Dengan memahami bagaimana transaksi bergerak sebelum masuk ke blockchain, pengguna DEX tidak hanya dapat mengejar swap yang berstatus “success”, tetapi juga meningkatkan peluang memperoleh harga eksekusi yang lebih efisien dan mengurangi kemungkinan menjadi sasaran sandwich attack. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait