Cara Pakai DEX Screener Buat Cari Kripto Potensial

Kripto baru muncul hampir setiap saat di berbagai blockchain. Masalahnya, cara mencari kripto potensial bukan sekadar menemukan token yang sedang naik, tetapi menyaring mana yang benar-benar memiliki aktivitas pasar menarik.

Karena itu, trader biasanya perlu melihat lebih dari sekadar harga. Volume, likuiditas, jumlah transaksi, usia pair, hingga aktivitas beli dan jual kripto dapat membantu mempersempit pilihan sebelum masuk.

Kenapa DEX Screener Menarik Buat Cari Kripto Potensial?

DEX Screener merupakan platform screening crypto yang banyak digunakan untuk memantau pair yang diperdagangkan di berbagai decentralized exchange atau DEX dalam satu tempat.

Platform ini mendukung banyak blockchain, mulai dari Solana, Ethereum, BSC, Base, Arbitrum, hingga jaringan lainnya. Pengguna juga bisa berpindah blockchain sesuai ekosistem yang ingin dipantau. 

Data yang ditampilkan cukup lengkap untuk melakukan screening. DEX Screener menyediakan informasi seputar harga, volume transaksi, jumlah buy dan sell, likuiditas, market cap, hingga usia sebuah pair

Beberapa fitur yang bisa digunakan untuk mencari kripto potensial antara lain:

  • Trending
  • New Pairs
  • Gainers & Losers
  • Filter berdasarkan liquidity dan volume
  • Data buy dan sell
  • Pair age
  • Market cap
  • Multicharts
  • Watchlist
  • Alerts

DEX Screener juga memungkinkan trader melihat beberapa pair dari satu token. Fitur ini berguna karena sebuah aset bisa diperdagangkan melalui lebih dari satu liquidity pool atau DEX dengan kondisi berbeda. 

Tampilan Platform Dexscreener

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Tujuannya bukan mencari koin kripto yang pasti naik. DEX Screener lebih cocok digunakan untuk menemukan kandidat, membaca aktivitas pasar, lalu membuang token yang sejak awal tidak sesuai kriteria.

Cara Cari Kripto Potensial di DEX Screener

1. Mulai dari Token yang Lagi Ramai

Cara pertama untuk mencari kripto potensial adalah memilih blockchain yang ingin dipantau, misalnya Solana. Setelah itu, buka halaman utama dan lihat token yang sedang masuk kategori trending.

DEX Screener menyediakan pilihan periode mulai dari lima menit, satu jam, enam jam, hingga 24 jam. Dengan begitu, trader bisa melihat momentum pasar dalam beberapa rentang waktu berbeda. 

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Kembali Naik, Analis Soroti Sinyal Bullish Ini

Namun, jangan langsung mengejar token hanya karena berada di posisi teratas. Trending bisa digunakan sebagai radar awal untuk menemukan crypto potensial yang mulai mendapatkan perhatian pasar.

Beberapa data yang bisa diperhatikan terlebih dahulu:

  • Price change
  • Volume
  • Liquidity
  • Market cap
  • Jumlah transaksi
  • Buys dan sells
  • Pair age

Dari sini, pilih beberapa kandidat kripto potensial dengan aktivitas pasar yang terlihat sehat untuk diperiksa lebih dalam.

2. Cari Kripo Potensial Baru Lewat New Pairs

Kalau ingin berburu lebih awal, fitur new pairs pada DEX Screener menjadi salah satu bagian yang menarik. Halaman ini menampilkan pair baru yang mulai diperdagangkan pada blockchain tertentu.

Trader juga bisa melakukan penyaringan berdasarkan usia pair, volume, likuiditas, transaksi, jumlah trader, hingga market cap. DEX Screener bahkan menyediakan pengaturan filter yang dapat disesuaikan. 

Misalnya, trader bisa menghindari pair dengan likuiditas terlalu tipis atau transaksi yang masih sangat sedikit. Filter sederhana seperti ini membantu memangkas banyak token sebelum melakukan analisis lanjutan.

Namun, kripto potensial yang baru dirilis tentu membawa risiko lebih tinggi. Usia pair yang masih muda sebaiknya dibaca bersama data lainnya, bukan dijadikan alasan tunggal untuk membeli crypto.

3. Cek Likuiditas, Jangan Cuma Lihat Market Cap

Setelah menemukan kandidat menarik, salah satu data penting berikutnya adalah likuiditas. Angka ini memberikan gambaran mengenai dana yang tersedia di liquidity pool tempat token diperdagangkan.

Market cap yang besar tidak otomatis berarti sebuah pair mempunyai likuiditas besar. Karena itu, membandingkan keduanya memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi sebuah aset.

Likuiditas crypto terlalu rendah dapat membuat transaksi lebih sulit dilakukan pada ukuran tertentu. Pergerakan harga juga bisa menjadi lebih sensitif ketika order besar masuk atau keluar dari pool.

Memahami Likuiditas Crypto dan Dampaknya untuk Investor Pemula

Platform DEX Screener menampilkan nilai likuiditas dalam dolar AS bersama data base dan quote token pada sebuah pair, sehingga kondisi pasar dapat diperiksa langsung dari halaman token

4. Bandingkan Volume dengan Aktivitas Transaksi

Volume tinggi memang menarik perhatian, tetapi angka tersebut sebaiknya tidak dibaca sendirian. Coba bandingkan volume dengan jumlah transaksi serta aktivitas buy dan sell.

BACA JUGA:  7 Memecoin di Robinhood Chain yang Lagi Happening di 2026!

Misalnya, volume meningkat bersama bertambahnya jumlah pembeli dan transaksi dapat menunjukkan pasar sedang aktif. Sebaliknya, aktivitas yang terlihat tidak seimbang layak diperiksa lebih jauh.

DEX Screener menampilkan data transaksi buy dan sell serta volume dalam beberapa periode waktu. Data tersebut bisa membantu trader memahami apakah momentum datang bersama aktivitas pasar yang cukup ramai. 

Tetap perlu diingat bahwa volume tinggi tidak menjamin harga akan terus naik. Data ini lebih tepat digunakan sebagai bagian dari proses screening crypto daripada sinyal beli utama.

5. Perhatikan Umur Pair dan Pergerakan Harga

Pair age juga penting ketika mencari kripto potensial. Token yang baru diperdagangkan selama beberapa menit tentu mempunyai karakter berbeda dibanding aset yang sudah memiliki histori perdagangan lebih panjang.

Pada kripto baru, volatilitas biasanya dapat bergerak sangat cepat. Karena itu, perubahan harga lima menit, satu jam, enam jam, dan 24 jam sebaiknya dibandingkan untuk membaca bagaimana momentum terbentuk.

Jangan hanya mencari candle hijau terbesar. Token yang sudah naik terlalu agresif dalam waktu singkat justru berisiko mengalami koreksi lebih dalam atau rug pull ketika pembeli awal mulai mengambil keuntungan.

Sebaliknya, aset yang mulai mencatat peningkatan volume dan transaksi tetapi belum mengalami lonjakan ekstrem bisa dimasukkan ke daftar kandidat kripto potensial untuk diperiksa lebih lanjut.

6. Jangan Salah Pilih Pair Kripto

Satu token dapat mempunyai beberapa pair perdagangan sekaligus. Misalnya, token yang sama bisa diperdagangkan terhadap SOL, USDC, atau aset lainnya melalui beberapa platform DEX berbeda.

Karena itu, pastikan pair yang dibuka memang memiliki likuiditas dan aktivitas perdagangan paling relevan. DEX Screener menyediakan data berbagai pool untuk token yang sama sehingga trader dapat membandingkannya. 

Hal ini juga penting ketika mencari token melalui nama atau ticker. Gunakan contract address jika tersedia agar tidak salah membuka aset lain dengan simbol yang sama.

Cara Menghindari Rug Pull Meme Coin di Solana dan Robinhood

Setelah menemukan pair utama, barulah analisis chart, volume, likuiditas, transaksi, dan kapitalisasi pasar menjadi lebih relevan untuk digunakan sebagai dasar screening.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 12 Agustus 2026: CRV, XLM, ZEC, MNT dan LIT di Titik Krusial, Reli Besar di Depan Mata?

7. Simpan Kandidat Kripto Potensial di Watchlist

Tidak semua kripto potensial harus langsung dibeli. Jika sebuah token terlihat menarik tetapi belum memenuhi kriteria entry, masukkan terlebih dahulu ke dalam watchlist.

DEX Screener menyediakan fitur watchlist sekaligus alerts yang dapat digunakan oleh trader untuk memantau pair aset kripto potensial tanpa harus mencarinya kembali satu per satu. 

Cara ini berguna ketika trader memiliki beberapa kandidat. Token bisa dibandingkan sambil menunggu volume bertambah, harga memasuki area tertentu, atau aktivitas transaksi mulai menunjukkan perubahan.

Untuk memantau beberapa grafik trading crypto sekaligus, DEX Screener juga menyediakan fitur multicharts. Fitur tersebut dapat membantu membandingkan momentum beberapa aset dari satu tampilan. 

DEX Screener Bantu Mempersempit Pilihan Kripto Potensial

Alur mencari kripto potensial di DEX Screener sebenarnya bisa dibuat sederhana. Mulai dari memilih blockchain, melihat trending atau new pairs, lalu menyaring kandidat berdasarkan volume, likuiditas, transaksi, dan usia pair.

Setelah kandidat ditemukan, periksa kembali keseimbangan buy dan sell, market cap, perubahan harga, hingga pair trading kripto yang memiliki aktivitas serta likuiditas paling relevan.

Token kripto potensial yang memenuhi beberapa kriteria kemudian bisa dimasukkan ke watchlist untuk dipantau lebih lanjut. Sebaliknya, aset dengan terlalu banyak red flag bisa langsung dilewati tanpa harus dipaksakan.

Tidak semua token yang sedang trending harus dibeli. Justru, fungsi utama screening adalah mempersempit ribuan aset menjadi beberapa kandidat yang memiliki data pasar lebih menarik untuk dianalisis.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait