Cara Swap Crypto di DEX Tanpa Terjebak Slippage Besar

Swap crypto melalui decentralized exchange atau DEX menjadi salah satu cara praktis untuk menukar aset secara on-chain tanpa harus menggunakan crypto exchange terpusat.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi, yakni slippage. Jika terlalu besar, jumlah token yang diterima bisa lebih sedikit dari perkiraan awal.

Risiko ini biasanya meningkat ketika likuiditas token rendah, pasar bergerak cepat, ataupun ukuran transaksi terlalu besar dibandingkan liquidity pool yang tersedia.

Lantas, bagaimana cara swap crypto di DEX agar slippage tetap terkendali?

Apa Itu Slippage dalam Swap Crypto?

Slippage merupakan selisih antara harga yang diperkirakan ketika swap dibuat dengan harga aktual ketika transaksi akhirnya dieksekusi.

Perubahan tersebut dapat terjadi karena harga terus bergerak selama transaksi menunggu konfirmasi. Kondisi likuiditas juga menentukan seberapa besar selisih harga yang bisa muncul.

10 DEX Crypto Terbaik dan Terpopuler yang Bisa Kamu Coba!

Plaform DEX biasanya menyediakan pengaturan slippage tolerance. Fitur ini menentukan seberapa besar perubahan harga yang masih dapat diterima sebelum transaksi dibatalkan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sebagai contoh, pengguna memperkirakan akan menerima 1.000 USDC dengan toleransi slippage 0,5 persen. Jika hasil akhirnya turun melewati batas minimum tersebut, transaksi dapat gagal.

BACA JUGA:  Begini Cara Deteksi Meme Coin Potensial Sebelum Trending

Karena itu, slippage yang terlalu rendah dapat membuat transaksi sulit diproses, sedangkan batas terlalu tinggi berisiko membuat proses swap kripto dieksekusi pada harga yang kurang menguntungkan.

Cara Mengurangi Slippage Saat Swap Crypto

Tidak ada satu angka slippage yang cocok untuk semua aset. Pengguna perlu melihat jenis token, likuiditas, hingga kondisi pasar sebelum melakukan transaksi.

Pilih Pool dengan Likuiditas Besar

Likuiditas crypto menjadi salah satu faktor paling penting. Semakin besar likuiditas yang tersedia, transaksi umumnya dapat dilakukan dengan perubahan harga yang lebih kecil.

Karena itu, sebelum melakukan swap, perhatikan nilai liquidity atau TVL pada pasangan token yang digunakan. Hindari langsung masuk ke pool kecil ketika ukuran transaksi cukup besar.

Contoh Pool yang Memiliki Likuiditas Besar dan Meminimalisir Slippage saat Swap Crypto di DEX
Contoh Pool yang Memiliki Likuiditas Besar dan Meminimalisir Slippage saat Swap Crypto di DEX

Perhatikan Price Impact

Price impact berbeda dengan slippage. Price impact menunjukkan seberapa besar transaksi pengguna sendiri memengaruhi harga di dalam liquidity pool.

Jika DEX menunjukkan price impact yang terlalu tinggi, pengguna dapat mempertimbangkan beberapa langkah:

  • Mengurangi ukuran transaksi.
  • Mencari pool dengan likuiditas lebih besar.
  • Membandingkan jalur swap di DEX atau aggregator lain.

Menaikkan slippage bukan selalu solusi ketika masalah utamanya berasal dari price impact.

BACA JUGA:  Cara Menghindari Rug Pull Meme Coin di Solana dan Robinhood

Jangan Memasang Slippage Terlalu Tinggi

Beberapa DEX menyediakan slippage otomatis berdasarkan kondisi pasar. Fitur tersebut dapat digunakan sebagai titik awal sebelum menentukan batas secara manual.

Stablecoin seperti USDC dan USDT biasanya memiliki volatilitas lebih rendah dibandingkan altcoin kecil. Karena itu, toleransi yang dibutuhkan juga bisa berbeda.

Sebelum mengonfirmasi transaksi, periksa kembali estimated output, minimum received, price impact, trading fee, dan slippage yang ditampilkan.

DEX Apa yang Bisa Digunakan untuk Swap Crypto?

Pilihan DEX bergantung pada jaringan tempat aset berada. Setiap blockchain memiliki platform dan sumber likuiditas yang berbeda.

Solana

Pada Solana, pengguna dapat menggunakan Jupiter atau Raydium. Jupiter berfungsi sebagai aggregator yang mencari jalur swap dari berbagai sumber likuiditas.

Raydium juga dapat digunakan untuk swap langsung, termasuk melihat route, price impact, slippage, dan estimasi token yang akan diterima.

Ethereum dan Jaringan EVM

Untuk Ethereum, Uniswap menjadi salah satu aplikasi DEX yang paling banyak digunakan. Platform ini juga tersedia di beberapa jaringan EVM lain.

Di BNB Smart Chain atau BSC, PancakeSwap menjadi salah satu pilihan utama untuk melakukan swap dengan berbagai liquidity pool yang tersedia.

Sementara di Base, pengguna dapat menggunakan Uniswap maupun Aerodrome, salah satu liquidity marketplace utama di jaringan tersebut.

BACA JUGA:  Update Proyek Aster! Tim Baru Bisa Tarik Jatah Token ASTER pada September 2027

Uniswap juga telah tersedia di Robinhood Chain, sehingga aset di jaringan tersebut dapat diperdagangkan melalui liquidity pool yang tersedia secara on-chain.

Cara Investasi Saham di Robinhood Chain sambil Mendapat Passive Income

Cek Ini Sebelum Menekan Tombol Swap

Melakukan swap crypto sebenarnya cukup sederhana, tetapi harga yang diterima tidak selalu sama dengan harga yang terlihat ketika transaksi pertama kali dibuat.

Karena itu, jangan hanya melihat jumlahnya saat membeli kripto. Likuiditas, price impact, slippage tolerance, dan minimum received juga perlu diperhatikan.

Untuk transaksi besar, membandingkan beberapa route atau memecah transaksi juga dapat menjadi pilihan jika price impact terlalu tinggi.

Dengan memahami komponen tersebut, pengguna dapat melakukan swap crypto dengan lebih terukur sekaligus mengurangi risiko mendapatkan harga eksekusi yang jauh dari perkiraan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait