Cara trading forex di Binance kini bisa dilakukan lewat produk FX perpetual futures yang memungkinkan kamu membuka posisi terhadap pasangan mata uang dunia selama 24 jam penuh, termasuk akhir pekan, dengan leverage hingga 100x.
Buat kamu yang selama ini mengenal Binance hanya sebagai tempat trading kripto, kabar ini mungkin agak mengejutkan. Binance ternyata mulai merambah pasar forex tradisional, dan langkah ini membuka peluang baru bagi trader kripto maupun investor pemula yang ingin mencoba peruntungan di pasar valuta asing tanpa harus pindah platform.
BACA JUGA:Â Full AI, Ini Cara Trading Crypto di Telegram Secara Otomatis!
Binance Resmi Melistingkan Aset Forex
Melansir laman Cointelegraph, Binance bergabung dengan sejumlah bursa kripto lain yang menawarkan eksposur pasar valuta asing selama 24 jam penuh melalui kontrak futures perpetual, dimulai dengan kontrak dolar AS terhadap real Brasil pada hari Senin.
Kontrak ini diberi nama USDBRLUSDT, dan menurut pengumuman resmi Binance yang dikutip theprint.in, kontrak FX perpetual pertama ini masuk dalam kategori produk TradFi Perpetual milik Binance, membawa akses 24/7 ke pasar yang paling aktif diperdagangkan di dunia, dengan penyelesaian dalam USDT, dan resmi diluncurkan pada 21 September 2026 pukul 14.00 UTC.
Yang menarik, kontrak ini tetap bisa diperdagangkan meski pasar forex konvensional sedang tutup di akhir pekan. Melansir laman Finance Magnates, Binance akan menggunakan harga forex dari penyedia data pihak ketiga selama jam pasar konvensional, lalu beralih ke indeks yang berasal dari order book milik mereka sendiri saat akhir pekan dan hari libur nasional.
Mekanisme ganda ini membuat harga tetap bisa terbentuk kapan pun, meskipun ada risiko harga referensi sedikit berbeda dari harga pasar konvensional terakhir sebelum sesi weekend dimulai.
Langkah Binance ini sebenarnya bukan yang pertama di industri. Sebelumnya, Bybit sudah lebih dulu melistingkan tiga pasangan forex utama, yaitu EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY, sementara Kraken bahkan sudah memperkenalkan lima kontrak forex perpetual sejak April 2025. Artinya, tren menghadirkan forex ke dalam ekosistem kripto memang sedang berkembang, dan Binance tidak mau ketinggalan dari kompetitornya.
Kenapa Pasar Forex di Binance Berbeda dari Forex Biasa?
Pasar valuta asing selama ini dikenal sebagai pasar finansial terbesar di dunia, dengan volume transaksi harian yang mencapai triliunan dolar. Namun akses ke pasar ini biasanya memerlukan broker khusus, jam trading terbatas, dan modal minimum yang tidak sedikit.
Dengan hadirnya FX perpetual futures di Binance, kamu tidak perlu memiliki mata uang fisik seperti dolar atau real Brasil untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan nilai tukarnya.
Kamu cukup membuka posisi lewat kontrak yang diselesaikan dalam USDT, mirip seperti cara kerja trading futures kripto yang mungkin sudah kamu kenal sebelumnya. Bedanya, aset yang mendasari kontrak ini adalah pasangan mata uang, bukan Bitcoin atau Ethereum.
Langkah-Langkah Cara Trading Forex di Binance
Karena FX perpetual futures ini berada dalam kategori produk derivatif, alurnya secara umum mirip dengan trading futures kripto di Binance pada umumnya. Berikut gambaran langkahnya, dijelaskan satu per satu.
BACA JUGA:Â Ini Tutorial Menambahkan Robinhood Chain ke Metamask Wallet!
1. Menyiapkan dan Memverifikasi Akun Binance
Langkah pertama tentu saja memastikan kamu punya akun Binance yang sudah aktif dan terverifikasi. Kamu perlu menyelesaikan proses KYC atau verifikasi identitas terlebih dahulu, karena tanpa ini kamu tidak akan bisa mengakses fitur derivatif, termasuk produk forex perpetual yang baru diluncurkan.
2. Menyetorkan Dana ke Dompet Futures
Setelah akun aktif, kamu perlu menyiapkan dana dengan cara menyetorkan USDT langsung ke dompet Futures, atau memindahkannya dari dompet Spot yang sudah kamu miliki sebelumnya. Saldo yang disetorkan ini nantinya berfungsi sebagai jaminan atau margin untuk membuka posisi di Binance Futures.
Jadi, sebelum mulai trading forex, pastikan dulu USDT di dompet Futures-mu sudah mencukupi sesuai dengan besar posisi yang ingin kamu buka.
3. Memilih Pasangan Kontrak Forex
Setelah dana siap, kamu tinggal mencari pasangan kontrak forex yang ingin diperdagangkan, misalnya USDBRLUSDT yang menjadi kontrak forex pertama di Binance. Kamu bisa menemukannya lewat kolom pencarian di menu Futures, sama seperti mencari pasangan kripto lain.
Karena saat ini pilihannya masih terbatas pada satu pasangan mata uang, ada baiknya kamu rutin memantau pengumuman resmi Binance untuk tahu kapan pasangan forex lain menyusul.
4. Menentukan Mode Margin
Langkah berikutnya adalah memilih mode margin yang ingin digunakan, apakah cross margin atau isolated margin. Cross margin akan membagi seluruh saldo marginmu ke beberapa posisi terbuka sekaligus, sehingga bisa membantu menahan posisi lebih lama saat harga bergerak melawan prediksi.
Sementara itu, isolated margin membatasi risiko hanya pada dana yang kamu alokasikan untuk satu posisi saja, jadi kalau terjadi likuidasi, kerugianmu tidak akan merembet ke saldo margin di posisi lain. Buat pemula, isolated margin biasanya lebih disarankan karena risikonya lebih terukur.
5. Mengatur Leverage
Setelah mode margin ditentukan, kamu perlu memilih tingkat leverage yang akan dipakai. Meskipun kontrak forex di Binance menawarkan leverage hingga 100x, bukan berarti kamu harus langsung menggunakan level setinggi itu. Semakin besar leverage yang dipakai, semakin besar pula potensi keuntungan, tapi potensi kerugiannya juga ikut membesar dengan proporsi yang sama.
Sebagai pemula, ada baiknya kamu memulai dengan leverage rendah, misalnya di kisaran 5x sampai 10x, sambil membiasakan diri dengan karakteristik pergerakan harga di pasar forex yang bisa berbeda dari pasar kripto.
Setelah leverage ditentukan, kamu sudah bisa membuka posisi long jika memperkirakan nilai tukar akan menguat, atau posisi short jika memperkirakan nilai tukar akan melemah. Dari sini, jangan lupa memanfaatkan fitur stop loss dan take profit untuk membatasi risiko secara otomatis.
Fitur ini penting terutama karena pasar forex di Binance tetap bisa bergerak selama akhir pekan menggunakan mekanisme order book internal, bukan mengikuti harga pasar forex konvensional yang biasanya tutup di hari itu. Dengan mengatur stop loss sejak awal, kamu tidak perlu memantau posisi sepanjang waktu untuk menghindari kerugian besar yang tidak terduga.
Apakah Trading Forex di Binance Cocok untuk Kamu?
Hadirnya FX perpetual futures menunjukkan bahwa batas antara pasar kripto dan pasar finansial tradisional semakin tipis. Buat kamu yang sudah terbiasa dengan trading futures kripto, mencoba trading forex di Binance bisa jadi cara baru untuk mendiversifikasi strategi trading tanpa harus membuka akun di broker forex terpisah.
Namun, karena melibatkan leverage tinggi dan mekanisme harga yang berbeda saat akhir pekan, penting untuk memahami risikonya secara menyeluruh sebelum benar-benar terjun.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


