Cardano memperkenalkan standar teknologi baru bernama CIP-0113 yang memungkinkan token di jaringan tersebut memiliki aturan operasional sendiri secara otomatis.
Standar ini dirilis sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Cardano untuk memperluas fungsi token native sehingga tidak hanya menjadi aset digital biasa, tetapi juga dapat membawa logika atau aturan yang melekat langsung pada token.
Melalui standar baru ini, token di jaringan Cardano dapat menjalankan aturan tertentu setiap kali terjadi aktivitas seperti transfer, pencetakan (mint), atau pembakaran (burn). Dengan kata lain, token dapat dirancang untuk memiliki perilaku khusus yang secara otomatis dijalankan oleh jaringan blockchain.
Arsitek Blockchain Senior di Cardano Foundation, Giovanni Gargiulo, menjelaskan bahwa standar tersebut dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas token native di jaringan Cardano.
“Di sinilah CIP-0113 berperan. CIP-0113 mendefinisikan standar untuk token yang dapat diprogram, meningkatkan aset Cardano asli dengan aturan yang dapat disesuaikan yang pada gilirannya secara otomatis diberlakukan setiap kali token ditransfer, dicetak, atau di-burn,” jelas Giovanni Gargiulo.
Standar ini menjadi langkah baru dalam pengembangan infrastruktur Cardano, yang selama ini dikenal memiliki pendekatan teknis yang berfokus pada penelitian akademik dan pengembangan bertahap.
Token di Cardano Kini Dapat Memiliki Logika Sendiri
Peluncuran CIP-0113 memungkinkan token native di jaringan Cardano dilengkapi dengan berbagai aturan yang tertanam langsung dalam aset tersebut. Aturan ini dapat mengatur bagaimana token digunakan atau dipindahkan di dalam ekosistem blockchain.
Salah satu komponen penting yang diperkenalkan dalam standar ini adalah sistem on-chain registry. Sistem tersebut memungkinkan wallet dan aplikasi terdesentralisasi membaca serta memverifikasi aturan yang melekat pada sebuah token sebelum transaksi dilakukan.
Dengan adanya registry tersebut, aplikasi di jaringan Cardano dapat memeriksa skrip atau logika yang dimiliki suatu token. Hal ini memungkinkan sistem memahami persyaratan transaksi tertentu, misalnya apakah token memiliki pembatasan transfer atau memerlukan validasi tambahan sebelum dapat dipindahkan.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu memperkuat interoperabilitas antara programmable token dengan berbagai aplikasi blockchain di dalam ekosistem Cardano. Selain itu, mekanisme tersebut juga diharapkan mempermudah integrasi token baru ke berbagai wallet dan dApp yang sudah ada.
Penggabungan Proposal Lama Bentuk Standar Token Baru
Standar CIP-0113 dikembangkan melalui rangkaian proposal teknis yang telah dirancang sebelumnya. Teknologi ini merupakan hasil evolusi dari proposal teknis sebelumnya dalam ekosistem Cardano, khususnya CIP-143 yang membahas konsep interoperable programmable tokens.
Dalam proses pengembangannya, kedua proposal tersebut akhirnya digabung untuk membentuk standar yang lebih lengkap dan terintegrasi. Penggabungan ini bertujuan menciptakan sistem programmable token yang lebih fleksibel sekaligus kompatibel dengan berbagai aplikasi blockchain di jaringan Cardano.
Standar baru ini juga memberikan kemampuan kontrol tambahan setelah token diterbitkan. Dengan fitur tersebut, penerbit token dapat mengelola akses atau bahkan melakukan pembekuan aset jika diperlukan.
Kemampuan kontrol semacam ini dipandang sebagai salah satu fitur penting yang dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap ekosistem Cardano.
Dalam jangka panjang, standar programmable token ini juga dinilai berpotensi menjadi faktor yang dapat menarik minat modal institusional ke jaringan tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



