Minggu, 22 September 2019

Kata Bung Dimaz

Di masa depan, produk-produk mata uang kripto berkecepatan tinggi akan menggantikan produk-produk lama yang lambat dan inefisien, di mana tidak semua orang dapat berpartisipasi di dalam sistem, kecuali menjadi pengguna. Sementara pemilik rente (baik lama maupun baru) akan menjadi penguasanya.
Lightning Network (LN) kini menjadi idola baru di komunitas bitcoin. Tetapi jangan pernah terlena, karena LN bisa menjadi pedang bermata dua: memperkuat bitcoin sekaligus membunuh ekosistem bitcoin. Perlahan tapi pasti, LN akan menjadi masalah baru dalam bitcoin bila tidak ditangani dengan tepat. Atau mungkin kita harus mulai memindahkan kekayaan kita dari Bitcoin Core ke Bitcoin Cash?
Kesadaran akan perubahan iklim turut membawa angin perubahan dalam industri mata uang kripto. Kita mungkin akan melihat penggunaan PoS yang melampaui penggunaan PoW secara signifikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Para miner yang telah berinvestasi besar pun akan dipaksa melakukan pivot menjadi staker agar tetap signifikan dalam meraup profit.
Solusi termudah yang tentu saja paling saya sarankan adalah menggandakan kunci. Seperti halnya ketika Anda kehilangan kunci mobil, Anda masih bisa mengakses mobil Anda manakala Anda pulang ke rumah dan mengambil kunci cadangan mobil Anda. Permasalahan pun hilang seketika. Potensi kehilangan kunci mobil tidak akan membuat Anda jera menikmati berkendara dalam mobil favorit Anda, bukan?
Di tengah kegalauan para pegiat jual-beli aset kripto yang kadang untung dan banyak kali menanggung rugi, Tron menyeruak. Lesatan harga yang jauh meninggalkan mata uang kripto tua macam Bitcoin dan Ethereum membuat banyak mata terbelalak. Justin Sun sedang menyinari pasar mata uang kripto.
Menengok manisnya tahun 2017 serta pahitnya tahun 2018, stakeholder mata uang kripto semestinya telah menjadi lebih dewasa. Untung besar tanpa kerja keras harusnya tetap jadi mimpi di siang bolong bagi kebanyakan orang. Regulator juga harus belajar merespon lebih cepat terhadap perkembangan teknologi baru yang mendisrupsi kemapanan, sebelum disrupsi tersebut membuat kerusakan lebih besar yang tidak diharapkan.
Meraba-raba perkembangan blockchain pada tahun 2019, apa sih yang ada di pikiran seorang pakar blockchain? Dimaz Ankaa Wijaya, peneliti pada Blockchain Research Joint Lab Universitas Monash, Australia punya jawaban yang mungkin bisa mencerahkan Anda. Berikut nukilan wawancara BlockchainMedia melalui Telegram siang tadi.
Di masa depan kita bakal melihat kawin silang antara teknologi blockchain yang aman dengan cloud computing yang efisien. Blockchain dirancang sedemikian sehingga masing-masing node akan melakukan penghitungan yang berbeda-beda dan mengirim hasilnya ke blockchain pusat yang dikelola oleh beberapa node saja.
Anarki Kripto milik Tim May telah mewanti-wanti adanya kebebasan yang kebablasan yang akan terjadi di masa depan (atau saat ini) yang menggunakan teknologi berbasis kriptologi dan akan memfasilitasi para begundal yang hendak melawan hukum.
Dengan kondisi yang ada sekarang ini, Ethereum masih amat sulit mendukung proposal feeless karena berbagai persoalan keamanan. Harapan sekarang ada pada Tron yang masih memberi kesempatan pada mereka yang membekukan transaksi untuk mendapatkan kesempatan mengeksekusi smart contract secara gratis, meskipun proyek besutan Justin Sun ini masih belum banyak mendapatkan panggung dalam segmen smart contract yang masih dikuasai Ethereum.