Cathie Wood Jual Perusahaan Kripto, Ini Daftar Belanjaan Terbarunya!

Cathie Wood jual perusahaan kripto lewat Ark Invest dalam beberapa hari terakhir, sambil mengalihkan dananya ke saham SpaceX milik Elon Musk.

Kabar ini menarik perhatian karena Cathie Wood dikenal sebagai salah satu investor institusional paling vokal dalam mendukung aset digital. Pergerakan portofolio Ark Invest selalu jadi sorotan, apalagi ketika langkah jual belinya menyangkut perusahaan-perusahaan yang berhubungan langsung dengan industri kripto.

Buat kamu yang mengikuti dunia investasi kripto, memahami pola pergerakan Ark Invest bisa jadi salah satu cara membaca sentimen pasar dari sudut pandang investor besar. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

BACA JUGA: 6 Perusahaan Bitcoin di Portofolio Leopold Aschenbrenner yang Harus Kamu Tahu!

Apa yang Membuat Cathie Wood Jual Perusahaan Kripto Kali Ini?

Melansir laman The Block, Ark Invest mencatatkan penjualan saham di beberapa perusahaan pada perdagangan Rabu (29 Juli 2026), saat harga saham-saham tersebut sedang melemah. Dalam laporan transaksi harian Ark, firma investasi ini melepas 120.665 lembar saham Bitmine senilai sekitar 2 juta dolar AS dari dana ETF andalannya, ARKK. Bitmine sendiri, perusahaan treasury Ethereum yang dipimpin Tom Lee, ditutup turun 5,6 persen pada hari itu.

Selain Bitmine, Ark Invest juga melepas 13.403 lembar saham Block Inc senilai US$1,1 juta, 12.561 lembar saham Robinhood senilai US$1,1 juta, dan 11.314 lembar saham Bullish senilai US$247 ribu. Ketiga saham ini kompak diperdagangkan lebih rendah pada hari yang sama.

Menariknya, sehari sebelumnya Ark Invest justru sempat menambah kepemilikan di Bitmine senilai US$289.167 dan membeli sekitar US$32.667 unit 3iQ Solana Staking ETF, sebelum akhirnya melepas sebagian saham tersebut lagi keesokan harinya.

Pola jual beli yang cepat seperti ini bukan hal aneh bagi Ark, karena firma ini memang secara aktif menyeimbangkan bobot portofolionya agar satu saham tidak melebihi 10 persen dari total dana di setiap ETF.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  10 Proyek di Robinhood Chain yang Harus Kamu Pantau!

Penjualan Saham Bitmine Menjadi Sorotan

Di antara semua perusahaan yang dijual, Bitmine jadi sorotan utama karena statusnya sebagai perusahaan treasury Ethereum yang cukup populer di kalangan investor kripto. Bitmine dikenal dengan strategi mengakumulasi ETH dalam jumlah besar sebagai aset cadangan perusahaan, mirip dengan strategi Bitcoin treasury yang lebih dulu populer.

Pelepasan saham Bitmine oleh Ark Invest terjadi di tengah tekanan harga saham perusahaan tersebut, yang menurut laporan The Block sempat anjlok cukup dalam dalam satu hari perdagangan.

Langkah ini menunjukkan bahwa meski Ark Invest tetap punya eksposur ke sektor kripto lewat berbagai instrumen, firma ini juga tidak ragu memangkas posisi ketika volatilitas harga saham terkait kripto meningkat.

Bagi kamu yang baru belajar soal investasi, ini jadi contoh nyata bagaimana investor institusional mengelola risiko dengan cara menyesuaikan porsi kepemilikan, bukan sekadar mempertahankan posisi tanpa evaluasi.

Apa yang Baru Saja Dibeli Cathie Wood Lewat Ark Invest?

Di saat yang sama, Ark Invest justru memperbesar posisinya di SpaceX. Melansir laman The Block, pada Rabu (29 Juli 2026) Ark Invest membeli 128.932 lembar saham SpaceX senilai sekitar 14,5 juta dolar AS lewat berbagai ETF miliknya. Padahal, saham SpaceX sendiri turun 3,32 persen ke level US$112,55 pada hari itu, bahkan makin jauh dari harga penawaran umum perdananya di US$135.

Pembelian ini melanjutkan tren sehari sebelumnya, saat Ark Invest membeli 105.108 lembar saham SpaceX senilai 12,2 juta dolar AS pada Selasa (28 Juli 2026), sekaligus memangkas kepemilikan di Block Inc sebesar 2,3 juta dolar AS, Bullish sebesar US$1,6 juta, dan Robinhood sebesar US$4 juta. Total dalam dua hari perdagangan, Ark Invest menggelontorkan lebih dari US$26 juta untuk menambah porsi saham SpaceX di portofolionya.

Langkah agresif mengakumulasi SpaceX ini sejalan dengan minat besar Cathie Wood terhadap perusahaan-perusahaan berbasis inovasi dan teknologi masa depan, sesuatu yang memang jadi tema investasi utama Ark sejak awal berdiri.

BACA JUGA: Profil Michael Saylor: Kekayaan dan Portofolio Bitcoin-nya!

Bagaimana Performa Investasi Ark Invest Sepanjang 2026?

Performa ARKK, ETF andalan Ark Invest, terbilang naik turun sepanjang 2026. Melansir laman totalrealreturns.com, per pertengahan Juli 2026 ARKK mencatatkan total return -5,23 persen secara year-to-date, dengan penurunan -3,64 persen dalam periode setahun terakhir.

Performa ARKK Selama 2026
Performa ARKK Selama 2026.

Angka ini menunjukkan bahwa setelah sempat menguat cukup signifikan pada awal tahun, kinerja ARKK kembali tertekan seiring volatilitas di saham-saham teknologi dan kripto yang mendominasi portofolionya.

Sepanjang tahun ini, performa ARKK memang cenderung fluktuatif, sempat berada di zona hijau pada pertengahan tahun berkat penguatan saham seperti Coinbase, Robinhood, dan Roku, sebelum kembali melemah akibat koreksi harga saham SpaceX dan sejumlah perusahaan terkait kripto.

Pola ini mencerminkan karakter khas Ark Invest yang menempatkan dana besar di aset-aset berisiko tinggi namun berpotensi imbal hasil besar, sehingga wajar jika pergerakannya lebih tajam dibanding indeks pasar secara umum.

BACA JUGA:  Apa Itu Robinhood Chain? Kenalan Sama L2 Baru yang Lagi Viral!

Apa yang Bisa Kamu Pelajari Dari Langkah Ark Invest Ini?

Pergerakan Cathie Wood jual perusahaan kripto seperti Bitmine, Block, Bullish, dan Robinhood, lalu mengalihkan dana ke SpaceX, menunjukkan bagaimana investor besar terus menyesuaikan portofolionya mengikuti kondisi pasar. Keputusan ini bukan berarti Ark Invest meninggalkan sektor kripto sepenuhnya, melainkan lebih ke strategi rebalancing agar risiko tetap terkendali.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait