Commercial Bank International (CBI) meluncurkan unit inovasi baru bernama CBIx di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Langkah ini menandai upaya strategis bank tersebut untuk mempercepat transformasi digital dan memperkuat posisinya di sektor keuangan berbasis teknologi.
CBIx dirancang sebagai entitas independen yang berfokus pada pengembangan solusi finansial modern melalui penerapan kecerdasan buatan (AI), Web3, tokenisasi aset, serta kemitraan dengan perusahaan fintech dan sektor gaming.
CEO Commercial Bank International, Ali Sultan Rakkad Al Amri, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen bank untuk mendukung visi ekonomi digital nasional.
“Peluncuran CBIx mencerminkan keinginan kami untuk menciptakan peluang baru bagi nasabah dan mitra kami, mendukung visi UEA yang lebih luas tentang ekonomi digital berbasis pengetahuan,” ujar Al Amri dalam siaran pers.
Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi
CBIx akan berfungsi sebagai pusat kolaborasi lintas industri untuk mengembangkan model bisnis baru dan mempercepat adopsi teknologi finansial.
Inisiatif ini mencakup pengembangan laboratorium inovasi (innovation lab) yang memungkinkan pengujian konsep baru di bidang keuangan digital dan integrasi antara sistem perbankan tradisional dengan ekosistem blockchain.
Dalam tahap awal, CBIx mengumumkan beberapa proyek strategis, termasuk pembentukan Money Market Fund bekerja sama dengan Qatar National Bank (QNB) untuk menghubungkan produk keuangan konvensional dengan aset digital.
Selain itu, unit ini juga menjalin kemitraan dengan Al Farabi Innovation Hub untuk mengubah riset akademik menjadi solusi perbankan yang aplikatif.
CBIx juga akan mengelola divisi venture capital korporasi yang bertujuan mendukung startup berpotensi tinggi di bidang tokenisasi dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Melalui partisipasi dalam Ascend RWA Accelerator, CBIx akan berinvestasi pada proyek-proyek tokenisasi aset dunia nyata (RWA), yang saat ini menjadi tren utama dalam ekosistem Web3 global.
“CBIx dirancang untuk menyatukan mitra dari berbagai industri guna bersama-sama menciptakan solusi keuangan masa depan, bagi UEA dan sekitarnya,” ungkap Al Amri.
Dorongan untuk Ekosistem Finansial Digital UEA
Peluncuran CBIx sejalan dengan strategi Central Bank of the UAE (CBUAE) dan pemerintah UEA dalam memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat inovasi keuangan di kawasan Teluk.
Program ini juga mendukung kebijakan nasional terkait open banking, kecerdasan buatan, serta identitas digital yang diharapkan dapat mempercepat integrasi sistem keuangan nasional dengan teknologi global.
Dari sisi industri, CBIx dipandang sebagai wadah bagi startup dan pengembang untuk menjajaki kemitraan dengan lembaga keuangan besar di UEA. Model ini memberikan ruang bagi eksperimen inovatif di sektor perbankan tanpa mengganggu stabilitas operasional bank induk.
Managing Director CBIx, Ala Aljayyusi, menyatakan bahwa kehadiran unit ini merupakan langkah penting untuk memperkuat reputasi UEA sebagai pusat inovasi finansial dunia.
Aljayyusi menekankan pentingnya menciptakan jembatan antara lembaga keuangan tradisional dan teknologi mutakhir agar dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai tantangan tetap ada, terutama dalam hal regulasi dan keamanan siber. Adopsi teknologi baru seperti Web3 dan tokenisasi memerlukan kerangka hukum yang kuat serta perlindungan data yang memadai.
Namun, peluncuran CBIx menunjukkan bahwa UEA terus bergerak maju dalam menjadikan inovasi digital sebagai fondasi ekonomi masa depan. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



