Celaka, Norwegia Hapus Keringanan Pajak bagi Penambang Bitcoin

Norwegia memutuskan menghapus keringanan pajak bagi penambangan Bitcoin. Ini membuat penambang Bitcoin tidak lagi bisa menikmati biaya listrik murah seperti sebelumnya.

Seperti yang dilansir oleh CCN dari Aftenposten, Anggota Parlemen Lars Haltbrekken mengatakan, Norwegia tidak bisa terus-menerus memberikan insentif pajak bagi industri “kotor” seperti Bitcoin, yang membutuhkan jumlah energi tinggi serta menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar.

Perubahan kebijakan tersebut sangat bertolak belakang dengan sikap pemerintah sebelumnya. Saat ini, penambang Bitcoin membayar tarif listrik sekitar US$0,0005 per kWh. Tarif ini setara dengan industri lain yang mengonsumsi 0,5 MW atau lebih. Tetapi, mulai 1 Januari 2019, penambang Bitcoin harus membayar tarif listrik normal, US$0,02 per kWh untuk pajaknya saja. Kelompok pelaku bisnis di Norwegia berkeberatan terhadap hal ini.

Kata Jonas Borchgrevink, kontributor CCN di Norwegia, Norwegia adalah salah satu negara paling hijau di dunia soal produksi listrik. Sekitar 99 persen listrik dihasilkan tenaga air. Norwegia juga tengah mengembangkan listrik tenaga angin, tenaga surya dan fasilitas bioenergi.

IKLAN

“Saat ini Norwegia mengekspor energi lebih banyak dibandingkan impor. Norwegia pada dasarnya surplus energi hijau,” kata Borchgrevink.

Borchgrevink merasa klaim parlemen dan pemerintah tidak masuk akal. Kabarnya, keringanan pajak bagi penambangan Bitcoin dihapus sebab menghasilkan emisi gas rumah kaca yang besar. Tetapi ia bertanya mengapa satu “negara hijau” malah menghukum penambang Bitcoin di Norwegia, dan mendorong mereka pindah ke negara lain dengan jejak karbon yang lebih tinggi?

“Ini adalah kebodohan. Kalau kami adalah negara hijau, mengapa bukan fasilitas produk minyak yang menghasilkan 1,6 juta barel per hari yang ditutup? Parlemen sangat munafik,” kritik Borchgrevink.

Seorang anggota parlemen lain, Sigbjorn Gjelsvik berkata, pihaknya tidak ingin mendukung industri yang hanya mempekerjakan sedikit karyawan. Borchgrevink berpendapat pernyataan tersebut lucu.

“Apakah kita akan berhenti mendukung industri ketika mereka mengotomasi sebagian besar proses produksinya? Jika iya, kita ucapkan selamat tinggal kepada semua industri,” ucap Borchgrevink.

“Kami hanya berharap para politisi bisa memahami bahwa komputasi yang boros energi adalah salah satu fakta hidup di masa depan,” kata Roger Schjerva, seorang ekonom.

Gjermund Hagasaeter, juru bicara perusahaan penambangan Kryptovault, berkomentar, jika ini benar, akan jadi bencana bagi industri kripto di Norwegia. Hal ini memberikan sinyal buruk bagi orang asing yang ingin berinvestasi di Norwegia.

Menurut Bitnodes, situs yang melacak distribusi global node Bitcoin, ada 48 full node Bitcoin yang beroperasi di Norwegia saat ini. Berdasarkan angka ini, diperkirakan jumlah penambangan kripto secara keseluruhan di negara tersebut berada di angka ratusan penambang. Artinya, kebijakan pajak yang akan berlaku awal 2019 tersebut mungkin tidak akan berdampak besar terhadap jaringan global Bitcoin, tetapi akan mempengaruhi keputusan penambang soal Norwegia sebagai tempat mendirikan bisnis.

Menurut Forbes perusahaan penambang Northern Bitcoin mengklaim biaya menambang satu Bitcoin di Norwegia adalah US$7.700, sedangkan harga perdagangan Bitcoin pada Jumat (23/11) adalah US$4.233 menurut Coinbase.Cuan dari penambangan Bitcoin sangat bergantung pada sejumlah faktor faktor, diantaranya adalah konsumsi listrik untuk mesin penambang serta pendingin ruangan.

Mesin penambang berjalan 24 jam sehari, sekalipun tidak menghasilkan keuntungan. Harga kripto global yang semakin anjlok, tentu akan berdampak berat terhadap cuan para penambang di Norwegia, sehingga tampaknya negara itu tidak akan lagi menjadi tempat yang bersahabat bagi penambang Bitcoin. [ed]

 

spot_img
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait