Penurunan harga Bitcoin ke bawah level US$70.000 kembali memicu perdebatan di pasar. Di tengah tekanan makro global, pandangan pelaku lama dan investor institusional justru bergerak ke arah yang berbeda.
Perbedaan Pandangan Holder Lama dan Institusi
CEO Bitwise, Hunter Horsley, menilai penurunan Bitcoin di bawah US$70.000 dipersepsikan sangat berbeda oleh pelaku pasar. Menurutnya, investor lama cenderung merasa ragu melihat tekanan harga yang berlanjut, sementara institusi justru melihat ruang masuk baru.
“Saya pikir holder lama saat ini sedang merasa tidak pasti, sementara investor baru, khususnya institusi, seperti mendapatkan kesempatan kedua,” ujar Horsley dalam wawancara dengan CNBC pada Jumat (06/02/2026).
Harga di Bawah Cost Basis, Pasar Waspada Bear Market Bitcoin
Horsley menambahkan bahwa banyak pembeli institusional kini melihat level harga Bitcoin yang mereka anggap sudah terlewat selamanya. Koreksi ini membuka ruang masuk bagi investor besar yang selama ini menunggu peluang di tengah valuasi yang lebih rasional.
Pandangan ini berbanding terbalik dengan optimisme beberapa bulan lalu. Pada Oktober 2025, Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, memperkirakan Bitcoin tidak akan turun di bawah US$100.000. Namun, pergerakan pasar terbaru membuktikan sebaliknya.
Bitcoin Terseret Tekanan Makro Global
Horsley mengakui koreksi Bitcoin kali ini terjadi di saat yang tidak biasa. Upaya memperjelas regulasi terus berjalan, sementara minat institusional justru meningkat. Meski begitu, Bitcoin tetap terseret arus besar pasar global.
Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin tercatat turun lebih dari 20 persen dan sempat turun ke US$67.000. Horsley menyebut BTC saat ini berada dalam fase bear market dan “terseret bersama aset makro lainnya” karena investor menjual hampir semua aset yang likuid.
“Untuk saat ini, Bitcoin sebagian besar diperdagangkan seperti aset likuid lainnya di pasar,” katanya.
Tekanan yang sama juga terlihat di pasar komoditas. Harga emas turun sekitar 10 persen dari rekor akhir Januari, sementara perak terkoreksi hampir 36 persen dari puncaknya. Hal ini menegaskan bahwa tekanan pasar bersifat luas dan tidak hanya terjadi di kripto.
Arus Dana Institusi Tetap Mengalir
Meski volatilitas meningkat, Horsley menegaskan permintaan terhadap Bitcoin masih kuat, terutama dari investor institusional. Ia mengungkapkan Bitwise saat ini mengelola lebih dari US$15 miliar dana institusi.
Bahkan, saat harga Bitcoin masih berada di sekitar US$77.000, Bitwise mencatat arus masuk lebih dari US$100 juta hanya dalam satu hari. “Ada banyak volume. Ada penjual dan ada pembeli,” kata Horsley.
Glassnode: Institusi Lebih Hati-hati, Pasar Bitcoin Bergerak Menuju Stabilitas
Di sisi lain, produk Bitcoin Spot ETF milik BlackRock mencatat arus masuk sebesar US$231,6 juta setelah sempat mengalami arus keluar yang cukup besar pada awal pekan ini.
Kondisi ini memperkuat narasi bahwa di tengah tekanan pasar yang terjadi, sebagian pelaku justru memandang pergerakan Bitcoin saat ini sebagai peluang akumulasi jangka panjang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



