CEO BNY Mellon: Bank Besar Akan Dorong Adopsi Kripto dan Keuangan Tradisional

CEO BNY Mellon, Robin Vince, menyatakan bahwa bank-bank besar akan menjadi penggerak utama dalam mempercepat adopsi kripto dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Digital Asset Summit hari pertama di New York pada Selasa (24/3/2026), yang mempertemukan pelaku industri keuangan dan aset digital global.

Vince menilai, peran bank akan menjadi krusial dalam menjembatani dua ekosistem yang selama ini berjalan terpisah.

Dalam forum tersebut, Vince menegaskan bahwa infrastruktur yang telah dimiliki bank serta basis klien institusional yang luas memberikan posisi strategis untuk mendorong adopsi kripto secara lebih luas.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Bank memiliki posisi unik untuk menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Menurutnya, adopsi kripto tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan lembaga keuangan dalam menyediakan layanan yang aman, terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan institusi besar.

BACA JUGA:  Aster Chain Meluncur, Layer-1 Khusus Trading yang Cepat dan Bebas Biaya Gas

Dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan aset dan layanan kustodi, bank dinilai mampu mempercepat integrasi tersebut ke dalam sistem keuangan global.

Kustodi dan Tokenisasi Jadi Kunci Adopsi Kripto Global

BNY Mellon telah mengambil langkah konkret dalam mendukung adopsi kripto, salah satunya dengan menyediakan layanan kustodian aset digital (crypto custody) untuk klien institusional.

Layanan ini menjadi fondasi penting bagi lembaga besar yang ingin masuk ke pasar aset digital tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepatuhan.

Selain itu, bank ini juga mulai mengembangkan produk berbasis tokenisasi, termasuk versi token dari money market fund. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana aset tradisional mulai diadaptasi ke dalam teknologi blockchain sebagai bagian dari transformasi sistem keuangan.

Vince menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan integrasi yang lebih efisien antara keuangan tradisional dan digital.

BACA JUGA:  Muhammadiyah Tetapkan Hukum Kripto, Ini Respons Pelaku Industri

Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, bank dapat menghadirkan produk keuangan baru tanpa harus membangun sistem dari nol. Hal ini sekaligus mempercepat adopsi kripto di kalangan institusi yang sebelumnya masih berhati-hati.

Transformasi Bertahap Hingga 15 Tahun

Lebih lanjut, Vince memperkirakan bahwa transformasi penuh dalam sektor keuangan melalui adopsi kripto akan berlangsung dalam jangka waktu 5 hingga 15 tahun. Proses ini diprediksi berjalan secara bertahap, seiring meningkatnya partisipasi pasar dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Ia menyebutkan bahwa sektor seperti lending dan real estat berpotensi menjadi area awal yang mengalami perubahan signifikan melalui tokenisasi. Dengan memindahkan aset ke dalam bentuk digital, transaksi dapat dilakukan lebih cepat, transparan, dan efisien.

Pernyataan Vince mencerminkan tren global yang menunjukkan meningkatnya keterlibatan institusi besar dalam ekosistem aset digital.

BACA JUGA:  Ngeri! Istri Gasak Kripto Suami Senilai Rp2,9 Triliun Lewat CCTV

Sejumlah bank dan perusahaan keuangan kini mulai mengembangkan layanan kustodi, tokenisasi, serta sistem penyelesaian transaksi berbasis blockchain.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait