CEO CryptoQuant: RWA Kian Mendominasi, Bursa Kripto Berubah Jadi Rumah Emas dan Saham

Pendiri sekaligus CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, menilai bursa kripto tengah mengalami perubahan peran yang signifikan.

Menurutnya, platform yang selama ini identik dengan perdagangan aset digital kini mulai berkembang menjadi tempat utama untuk memperdagangkan kontrak berbasis aset dunia nyata (RWA), seperti emas, minyak, hingga saham.

Pandangan tersebut disampaikan setelah ia mengamati aktivitas di pasar USDT-margined perpetual futures Binance. Berdasarkan rata-rata volume perdagangan per aset, kontrak berbasis logam mulia tercatat mendominasi, diikuti minyak, saham, dan baru kemudian altcoin di luar 10 besar kapitalisasi pasar.

Binance USDT volume 26 jun

Temuan itu menunjukkan bahwa minat pelaku pasar terhadap instrumen keuangan tradisional terus meningkat di dalam bursa kripto, sehingga memperluas fungsi platform tersebut melampaui perdagangan aset digital semata.

Kontrak Emas hingga Saham Makin Ramai Diperdagangkan

Perubahan komposisi volume perdagangan tersebut terjadi seiring langkah sejumlah bursa kripto, termasuk Binance, yang terus memperluas pilihan produk derivatif berbasis aset tradisional.

Dalam beberapa waktu terakhir, Binance menghadirkan kontrak perpetual untuk berbagai instrumen, mulai dari emas, perak, minyak WTI dan Brent, hingga saham sejumlah perusahaan besar seperti Samsung Electronics, SK Hynix dan Hyundai Motor.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 18 Juni 2026: UNI Kirim Sinyal Bullish Besar, PEPE Bersiap untuk Ledakan Harga

Seluruh kontrak tersebut diperdagangkan menggunakan margin USDT dengan mekanisme yang serupa dengan kontrak perpetual aset kripto. Dengan demikian, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap berbagai kelas aset tanpa harus membuka akun di broker saham atau komoditas biasa.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurut Ki Young Ju, perkembangan tersebut mengindikasikan bahwa bursa kripto tidak lagi hanya menjadi tempat transaksi Bitcoin dan altcoin, tetapi mulai berevolusi menjadi platform perdagangan multi-aset.

Meningkatnya permintaan terhadap kontrak berbasis emas, minyak, saham, dan aset dunia nyata lainnya dinilai memperlihatkan semakin kaburnya batas antara ekosistem aset digital dengan pasar keuangan tradisional.

Model perdagangan seperti ini juga memberikan fleksibilitas bagi trader karena seluruh transaksi dapat dilakukan dalam satu platform yang sama.

Selain tetap memanfaatkan fitur leverage dan perdagangan selama 24 jam, penyelesaian transaksi dilakukan menggunakan stablecoin sehingga pengalaman perdagangan tetap serupa dengan pasar kripto yang sudah dikenal pengguna.

BACA JUGA:  Peneliti Keamanan Penemu Bug Zcash Kini Targetkan Monero

Pertumbuhan RWA Perkuat Transformasi Bursa Kripto

Pandangan Ki Young Ju turut diperkuat oleh laporan bulanan Binance Research yang dirilis pada awal Juni. Dalam laporannya, Binance Research menyebut sektor RWA yang ditokenisasi menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan paling pesat di industri aset digital sepanjang 2026.

Di tengah pergerakan harga sebagian besar aset kripto yang masih berfluktuasi, jumlah aset RWA aktif dilaporkan melonjak sekitar 589 persen dibandingkan awal 2025.

Kenaikan tersebut didorong oleh semakin luasnya tokenisasi berbagai aset keuangan tradisional, mulai dari obligasi pemerintah, kredit privat, komoditas, hingga berbagai instrumen keuangan lainnya ke dalam jaringan blockchain.

Binance Research menilai meningkatnya minat investor institusional menjadi faktor utama di balik perkembangan tersebut.

Banyak lembaga keuangan mulai memanfaatkan teknologi blockchain untuk merepresentasikan aset dunia nyata karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi perdagangan, mempercepat proses penyelesaian transaksi, sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas melalui mekanisme kepemilikan fraksional.

BACA JUGA:  Bukan Cuma BTC, Bursa Kripto Kini Jadi Pusat Trading Saham hingga Emas

Laporan tersebut juga menyebut blockchain kini tidak lagi dipandang hanya sebagai infrastruktur bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya, melainkan mulai berperan sebagai jembatan antara pasar keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital.

Seiring semakin banyaknya aset konvensional yang ditokenisasi, sektor RWA diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri blockchain dalam beberapa tahun mendatang.

Perkembangan tersebut sejalan dengan pengamatan Ki Young Ju yang melihat bursa kripto semakin berkembang menjadi pusat perdagangan berbagai jenis aset.

Apabila tren ini terus berlanjut, platform perdagangan kripto diperkirakan akan memainkan peran yang semakin besar dalam mempertemukan investor aset digital dengan instrumen keuangan tradisional dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait