CEO Galaxy Digital Mike Novogratz menilai memudarnya kepercayaan terhadap Strategy menjadi salah satu penyebab pelemahan harga Bitcoin. Ia memperingatkan, jika kondisi terus memburuk, harga BTC berpotensi turun hingga US$45.000.
Kekhawatiran terhadap Strategy Kian Membesar
Tekanan terhadap Strategy terus meningkat. Sebelumnya, Grayscale mengusulkan perusahaan menjual Bitcoin senilai US$3 miliar untuk memperkuat likuiditas, sementara CryptoQuant menyarankan penghentian sementara akumulasi BTC agar cadangan dapat dipulihkan.
Di sisi lain, CEO Ripple Brad Garlinghouse juga turut mengkritik pendekatan Michael Saylor. Menurutnya, strategi yang terlalu bergantung pada rekayasa finansial tidak bisa menciptakan nilai jangka panjang dan justru memperbesar risiko bagi pasar kripto.
CEO Ripple Kritik Michael Saylor, Sebut Strateginya Merusak Pasar Kripto
Kini, pandangan serupa juga datang dari CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz. Dalam All Things Markets bersama Anthony Scaramucci pada Sabtu (27/06/2026), ia menilai pelemahan BTC tidak sekadar dipicu ambil untung, melainkan berkembang menjadi krisis kepercayaan terhadap Strategy.
“Ini adalah runtuhnya kepercayaan terhadap Strategy yang pada akhirnya menciptakan krisis kepercayaan terhadap Bitcoin. Di saat pasar kripto secara umum sedang kehilangan daya tarik, investor juga semakin skeptis terhadap struktur pasar,” ujar Novogratz.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Strategy berubah menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan investor. Ketika kepercayaan terhadap perusahaan melemah, sentimen negatif ikut menjalar ke pasar Bitcoin.
STRC hingga Dolar AS Perbesar Tekanan Bitcoin
Novogratz juga menyoroti melemahnya instrumen saham preferen Strategy, terutama STRC. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan investor mulai mempertanyakan keberlanjutan model pendanaan perusahaan untuk membeli Bitcoin.
“Masalah Saylor memang nyata. Strategy telah kehilangan kepercayaan pasar. Saham preferen diperdagangkan dengan buruk. Namun, yang belum dipahami pasar adalah Saylor bisa tetap diam dan semuanya akan baik-baik saja,” ujar Novogratz.
Meski begitu, ia menegaskan Strategy belum berada dalam kondisi yang memaksa Michael Saylor menjual Bitcoin. Menurutnya, perusahaan masih memiliki ruang untuk bertahan meski pasar terus menguji ketahanan model bisnisnya.
Selain persoalan Strategy, Novogratz juga menilai perubahan arah kebijakan makro turut memperbesar tekanan terhadap Bitcoin. Salah satu pemicunya adalah kembali menguatnya dukungan terhadap dolar AS.
“Dolar AS yang kuat berarti Bitcoin yang lemah. Ini pertama kalinya kita mendengar alasan mengapa dolar yang kuat dianggap baik bagi ekonomi AS. Jika semua faktor tersebut digabungkan, Bitcoin pun berada dalam tekanan yang sangat besar,” kata Novogratz.
Strategy dalam Bahaya? STRC Dinilai Bisa Bernasib Seperti Terra Luna
Harga Bitcoin Terancam Turun ke US$45.000
Menurut Novogratz, area harga Bitcoin saat ini menjadi level teknikal yang sangat krusial. Zona tersebut akan menentukan apakah BTC mampu mempertahankan momentum atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.
“Area harga US$59.000 hingga US$60.000 sangat krusial. Jika level ini mampu bertahan, kita semua bisa bernapas lega. Namun, jika ditembus, jalan menuju US$45.000 akan terbuka,” ujar Novogratz.
Meski memperingatkan potensi koreksi hingga US$45.000, Novogratz mengaku belum memiliki keyakinan penuh mengenai arah pasar. Menurutnya, kondisi Bitcoin saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan siklus-siklus sebelumnya.
Untuk sementara, perhatian investor tertuju pada area US$59.000 hingga US$60.000. Jika level tersebut dipertahankan, sentimen pasar berpotensi membaik. Sebaliknya, jika support ditembus, peluang koreksi menuju US$45.000 dinilai akan besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


