Di tengah tekanan industri kripto nasional yang masih bergulat dengan isu profitabilitas, CEO Indodax, William Sutanto, menyoroti satu hal mendasar yang kerap luput dari perhatian pelaku usaha.
Bukan semata soal modal, teknologi, atau regulasi, melainkan fokus, yang dinilainya aset paling mahal dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Pandangan ini menguat di tengah data OJK yang menunjukkan mayoritas crypto exchange lokal masih mencatatkan kerugian.
Fokus sebagai Aset Paling Mahal dalam Bisnis
William Sutanto membagikan refleksi mengenai perjalanan kariernya sebelum membangun crypto exchange Indodax melalui sebuah unggahan di media sosial yang dibagikan pada Kamis (22/01/2026).
Ia mengaku pernah berada pada fase di mana produktivitas diukur dari banyak proyek yang dikerjakan secara bersamaan. Hampir setiap ide direalisasikan, dengan harapan satu di antaranya dapat berkembang dan berhasil.
“Ada satu fase dalam perjalanan karier saya di mana prinsip yang saya pegang adalah: buat proyek sebanyak-banyaknya. Setiap ide saya catat. Hampir setiap minggu saya mengerjakan proyek website baru,” tuturnya.
Di tengah berbagai eksperimen tersebut, William sebenarnya telah memiliki satu proyek yang mulai menunjukkan hasil, yakni PDFCast. Platform penyimpanan dan berbagi dokumen daring ini sempat mencatat traksi yang menjanjikan.
Pada puncaknya, PDFCast mampu menghasilkan sekitar US$8.000 per bulan dari iklan dan program afiliasi. Namun, karena perhatian William terdistribusi ke banyak proyek lain, potensi tersebut tidak dikembangkan secara optimal.
“Dari pengalaman itu, saya belajar satu hal penting: fokus adalah aset paling mahal dalam berbisnis. Kepala kita cuma satu. Tangan cuma dua. Waktu, energi, dan perhatian terbatas. Sementara satu proyek bisa memiliki masalah dan peluang yang tak terbatas,” tulis William.
Ia menyadari bahwa keterbatasan waktu, energi, dan perhatian kerap diperparah oleh dorongan ego untuk mengerjakan terlalu banyak hal. Dalam kondisi tersebut, fokus menjadi kunci untuk mengelola tantangan dan peluang secara lebih efektif.
Tekanan Pasar Membuktikan Nilai Fokus dalam Bisnis
Pandangan soal pentingnya fokus tersebut dinilai relevan dengan kondisi industri kripto nasional saat ini. OJK mengungkapkan bahwa sekitar 72 persen Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin masih berada dalam kondisi merugi.
Data OJK mencatat total transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, turun dari lebih Rp650 triliun pada 2024. Meski demikian, jumlah pengguna justru terus meningkat hingga 20,19 juta konsumen, dengan dominasi dari kalangan usia muda.
Dalam pernyataan terpisah, William menilai salah satu masalah industri kripto nasional terletak pada ketidakseimbangan antara jumlah exchange dan ukuran pasar domestik. Dengan volume tahunan sekitar Rp500 triliun, setiap exchange rata-rata hanya mengelola sekitar Rp20 triliun per tahun.
Eksklusif! CEO Indodax Buka-bukaan Perihal Exchanger Kripto Indonesia yang Merugi
Selain itu, beban pajak final sekitar 0,21 persen, biaya bursa, hingga mudahnya akses ke platform luar negeri melalui VPN dinilai turut menekan daya saing exchange kripto lokal.
“Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan kewajiban modal disetor minimum sebesar Rp100 miliar,” jelasnya.
Dalam kondisi ini, William menekankan pendekatan yang disiplin dan terarah menjadi faktor bagi keberlanjutan pelaku industri kripto nasional. Pasar yang terbatas dan tekanan biaya, menurutnya, tidak bisa dihadapi dengan menyebar energi ke terlalu banyak arah.
“Fokus berarti berani memilih satu hal yang benar-benar penting, lalu mengerjakannya dengan disiplin, konsistensi, dan kesabaran jangka panjang,” tuturnya.
Pesan tersebut merangkum refleksi personal dan realitas industri kripto Indonesia saat ini. Di tengah ketatnya persaingan dan lemahnya pasar domestik, fokus bukan sekadar prinsip, melainkan fondasi agar bisnis kripto lokal dapat bertahan dan tumbuh.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



