Dalam wawancara dengan CNBC pada Sabtu (26/01), CEO Van Eck Associates Jan Van Eck mengatakan, investor Bitcoin mulai memindahkan aset mereka ke emas. Van Eck berpendapat, Bitcoin mengambil alih permintaan terhadap emas pada tahun 2017, tetapi kini arahnya mulai berbalik.

“Kami melakukan survei terhadap 4 ribu investor Bitcoin dan investasi pilihan nomor satu mereka untuk tahun 2019 adalah emas. Sebelumnya, emas kalah terhadap Bitcoin tapi sekarang arahnya berbalik,” jelas Van Eck.

Tim Seymour, pendiri dan Chief Investment Officer Seymour Asset Management, mempertanyakan fungsi Bitcoin sebagai store of value (alat penyimpan nilai).

“Selain hilangnya semua likuiditas terhadap komoditas dasarnya, sangat sulit untuk menyebut Bitcoin sebagai alat penyimpan nilai yang sering kita dengar. Emas adalah alat penyimpan nilai dan tidak ada yang membantahnya,” katanya.

BERITA TERKAIT  Pemerintah Siapkan Rencana Kelembagaan Perdagangan Aset Kripto

Perusahaan Van Eck adalah pencipta apa yang disebut oleh CNBC sebagai exchange-traded fund (ETF) emas terbaik, yaitu GDX ETF penambang emas dan GDXJ ETF penambang emas junior. Van Eck menyebut aset-aset tersebut memiliki performa sangat baik selama dua-tiga bulan terakhir dan menekankan aset-aset itu memiliki korelasi terbalik dari pasar saham. Jika benar sentimen investor Bitcoin pindah ke emas, maka kedua instrumen ETF emas besutan Van Eck tersebut akan menjadi pemain besar.

“Sebagian besar kuartal keempat ketika S&P 500 turun, GDX naik. Korelasi terbalik ini membuat saya sangat antusias terhadap saham emas untuk diversifikasi,” tambah Van Eck.

Menurut data CNBC, GDX ETF bertumbuh sebesar 14 persen selama kuartal keempat yang merupakan performa terbaiknya setelah kuartal kedua 2016. Dalam kurun waktu yang sama, S&P 500 turun 14 persen.

BERITA TERKAIT  JP Morgan: Emas Bakal Merana Karena Bitcoin (BTC)

Pada akhir tahun lalu, rata-rata perubahan harga harian Bitcoin mencapai nilai terendah selama sembilan tahun terakhir. Selama tiga minggu terakhir, kripto nomor satu tersebut belum berhasil menembus US$4 ribu, 12 bulan setelah diperdagangkan pada harga US$12 ribu.

12 bulan menjelang harga puncaknya di US$20 ribu pada Desember 2017, nilai Bitcoin meningkat 25 kali lipat. Dalam kurun waktu yang sama, emas meningkat sebesar 4 persen. Tetapi, setahun setelah berada di titik puncak, Bitcoin merosot sebanyak 82 persen sementara emas naik 2,5 persen.

Sebelumnya Cointelegraph melaporkan, Bursa Ekuitas BZX besutan Bursa Opsi Chicago (CBOE) telah menarik pengajuan perubahan peraturan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (SEC) Amerika. Perubahan yang diajukan tersebut ditujukan untuk mengizinkan penerbitan Bitcoin ETF oleh Van Eck dan perusahaan layanan keuangan SolidX.

BERITA TERKAIT  Dominasi Bitcoin Saat Ini Hampir Seperti Sebelum Bull-Run 2017

Van Eck mengatakan, government shutdown di Amerika Serikat yang baru-baru ini berakhir menghambat perwakilan Van Eck berdiskusi secara aktif dengan pihak SEC. Mengingat SEC masih memiliki kekhawatiran terhadap beragam permasalahan pasar kripto seperti rendahnya likuiditas, manipulasi harga dan persoalan kustodi, VanEck, CBOE dan SolidX memutuskan untuk menarik proposal mereka. [cointelegraph.com/ed]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO