CEO Wintermute: Pasar Prediksi Butuh Likuiditas, Regulasi Jadi Kunci

CEO Wintermute, Evgeny Gaevoy, menilai bahwa pasar prediksi atau prediction market memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama jika didukung oleh likuiditas yang memadai dan kerangka regulasi yang jelas.

Hal ini ia sampaikan dalam wawancara bersama Bloomberg TV, di mana ia membahas strategi Wintermute, kondisi pasar kripto terkini, hingga arah regulasi di AS.

Gaevoy menjelaskan bahwa Wintermute tidak melihat dirinya sebagai pesaing langsung bagi platform pasar prediksi seperti Polymarket, Kalshi, maupun Robinhood. Sebaliknya, perusahaan yang ia pimpin justru memosisikan diri sebagai mitra likuiditas bagi platform-platform tersebut.

“Kami tidak melihat diri kami sebagai kompetitor. Kami melihat diri kami sebagai liquidity partners,” ujar Gaevoy.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurutnya, semua platform pasar prediksi membutuhkan market maker agar pasar yang mereka bangun memiliki likuiditas yang cukup.

“Mereka membutuhkan market maker untuk membuat semua pasar prediksi baru ini lebih likuid. Dan di situlah kami masuk,” tambahnya.

Ia mengakui bahwa masih ada banyak tantangan yang belum terselesaikan dalam ekosistem prediction market. Namun, volume transaksi yang sudah terlihat saat ini dinilai cukup menjanjikan. Hal ini membuat Wintermute tertarik untuk lebih aktif berperan di sektor tersebut.

BACA JUGA:  Wintermute Luncurkan Trading Emas Saat Pasar Kian Ganas

Siklus Kripto Tidak Lagi Mengikuti Pola Lama

Dalam wawancara tersebut, Gaevoy juga menyoroti perubahan besar dalam dinamika pasar kripto. Ia menilai bahwa siklus terbaru tidak lagi mengikuti pola klasik, di mana kenaikan Bitcoin biasanya diikuti oleh Ethereum, lalu berlanjut ke altcoin dalam fase yang dikenal sebagai “altseason.”

“Apa yang membingungkan dari siklus ini adalah bahwa kripto tidak mengikuti jalur yang sama seperti sebelumnya,” jelas Gaevoy.

Ia menyebut bahwa altseason yang sering dinantikan investor nyaris tidak terjadi. Salah satu penyebabnya adalah maraknya tren memecoin sepanjang tahun lalu serta perubahan perilaku pasar yang kini lebih berfokus pada instrumen ETF.

Menurut Gaevoy, investor saat ini lebih memilih eksposur terhadap aset kripto melalui ETF dibandingkan membeli langsung berbagai altcoin.

“Di sisi investor, orang-orang hanya ingin berinvestasi pada aset yang memiliki ETF. Itu berarti Bitcoin, Ethereum, Solana dan Ripple. Saya tidak melihat banyak minat di luar itu,” ujarnya.

Fokus yang semakin sempit ini, menurutnya, menciptakan siklus pasar yang berbeda dan membuat banyak investor ritel merasa kecewa karena altcoin lain tidak mengalami kenaikan signifikan seperti di siklus sebelumnya.

BACA JUGA:  Tokenisasi Obligasi AS Meledak, Hampir Tembus US$11 Miliar

Likuiditas dan Perilaku Investor Berubah

Gaevoy menilai bahwa pasar kripto kini menjadi lebih terpusat pada aset-aset utama yang didukung ETF. Hal ini berdampak langsung pada likuiditas altcoin non-ETF, yang cenderung lebih terbatas. Ia juga menyinggung bahwa volatilitas tetap tinggi, namun arah rotasi modal tidak lagi seagresif di masa lalu.

Dengan semakin besarnya peran institusi dan produk keuangan tradisional seperti ETF, struktur pasar kripto pun ikut berubah. Investor kini lebih mengutamakan stabilitas, akses yang mudah, serta kepastian regulasi.

Regulasi AS Dinilai Lebih Terbuka

Berbicara soal kebijakan pemerintah, Gaevoy menilai bahwa pemerintahan AS saat ini telah memberikan pendekatan yang lebih konstruktif terhadap industri kripto. Ia menyebut bahwa regulator seperti SEC dan CFTC kini lebih terbuka untuk berdialog dengan pelaku industri.

“Apa yang kami dapatkan dari pemerintahan ini adalah SEC dan CFTC yang lebih memadai, regulator yang bisa diajak bicara, berdiskusi dan mengajukan proposal, bukan sekadar langsung menggugat,” ujar Gaevoy.

Meski demikian, ia menekankan bahwa satu hal penting masih belum terpenuhi, yaitu kejelasan regulasi dalam bentuk undang-undang.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: Skenario Terbaru SOL, BNB, ETH, ZEC dan TRX

Menurutnya, clarity bill atau undang-undang yang memberikan kepastian hukum sangat dibutuhkan agar berbagai protokol, perusahaan, dan pelaku industri kripto dapat beroperasi secara normal dan berkelanjutan.

“Bagian terakhir yang masih kurang adalah legislasi yang memungkinkan semua pihak, seperti protokol, firma dan pelaku industri, untuk berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Dukungan untuk Market Structure Bill

Di akhir wawancara, Gaevoy secara tegas menyatakan dukungannya terhadap rancangan undang-undang struktur pasar kripto yang saat ini dibahas. Ketika ditanya apakah ia mendukung market structure bill dalam bentuknya yang sekarang, ia menjawab singkat, “Ya.”

Pernyataan ini menegaskan sikap Wintermute yang pro-regulasi dan mendukung terciptanya kerangka hukum yang jelas bagi industri kripto. Bagi Gaevoy, regulasi bukanlah penghambat, melainkan fondasi penting untuk pertumbuhan jangka panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia