CertiK Ungkap Ancaman Baru, Hacker Bisa Bobol Wallet Kripto di iPhone

Ancaman terhadap pemilik aset kripto kini datang dari aktivitas sepele. Membuka situs melalui Safari, bahkan sekadar scroll Instagram, bisa berbahaya bagi pengguna iPhone yang belum memperbarui sistemnya.

Peringatan ini disampaikan CertiK yang menyoroti ancaman DarkSword, perangkat eksploitasi iOS yang mampu mengincar data dompet kripto tanpa mengharuskan korban menghubungkan wallet ataupun menyetujui transaksi.

CertiK Peringatkan Bahaya DarkSword bagi Wallet Kripto

Melalui utas yang diunggah di X pada Jumat (06/11/2026), perusahaan keamanan blockchain CertiK memperingatkan bahwa varian terbaru DarkSword sedang digunakan untuk menyasar dompet kripto pada iPhone yang belum menerima pembaruan keamanan.

Yang membuat ancaman ini berbeda, korban tidak harus menekan tombol persetujuan seperti dalam penipuan kripto biasa. Celah keamanan perangkat dapat dimanfaatkan lebih dahulu melalui halaman berbahaya.

“Membuka situs berbahaya di Safari saja sudah cukup. Tidak perlu menghubungkan dompet kripto ataupun memberikan tanda tangan transaksi,” tulis CertiK, menegaskan bahwa serangan dapat terjadi tanpa persetujuan korban.

7 Cara Mengamankan Akun Kripto dari Phishing dan Social Engineering!

Sasarannya bukan hanya satu aplikasi. CertiK menyebut MetaMask, Trust Wallet, Phantom, Exodus, dan Coinbase, sementara informasi sensitif seperti kata sandi, private key, serta seed phrase juga terancam.

BACA JUGA:  Apes! Penipu Kripto Malah Jadi Korban, 60 BTC Hasil Kejahatannya Raib Dicuri

Ancaman tersebut sebelumnya telah dipetakan Google Threat Intelligence Group pada Rabu (18/03/2026). Peneliti menemukan rangkaian enam kerentanan yang dapat dikombinasikan untuk membobol iPhone dengan iOS 18.4 hingga 18.7.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Google juga mengidentifikasi tiga keluarga malware, yakni GHOSTBLADE, GHOSTKNIFE, dan GHOSTSABER. Sebagian dapat mengumpulkan data wallet, pesan, foto, hingga catatan, sedangkan seluruh celah telah ditambal paling lambat pada iOS 26.3.

Dari Safari hingga Iklan Instagram, Begini Modusnya

Cerita DarkSword belum berhenti pada temuan Google. Dalam laporan Kamis (08/10/2026), iVerify mengungkap varian P7 setelah menyelidiki infeksi yang terdeteksi pada perangkat pelanggan sejak Agustus.

Versi tersebut dirancang lebih sulit terdeteksi dan mampu menerima perintah jarak jauh. Peneliti menemukan fungsi pemindaian aplikasi wallet crypto, pengambilan data imToken, serta komunikasi rutin dengan server penyerang.

Dalam konfigurasi yang dianalisis iVerify, malware menghubungi server pengendali setiap 15 detik untuk meminta instruksi. Interval ini menggambarkan komunikasi perangkat terinfeksi, bukan jadwal pasti pencurian aset kripto.

BACA JUGA:  Alamat Wallet Hacker Binance Dibuka ke Publik, Bursa Kripto Ikut Terancam?

Ancaman kemudian terlihat semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Melalui investigasi bersama pada Rabu (21/10/2026), iVerify dan Report URI mendokumentasikan infeksi melalui iklan bertema Piala Dunia yang muncul di Instagram.

Dalam kasus ini, perangkat seorang karyawan terinfeksi saat menggulir beranda Instagram, tanpa mengklik iklannya. Peneliti menjelaskan bahwa muatan berbahaya dapat berjalan otomatis ketika iklan termuat pada perangkat rentan.

Jalur penyebaran lain ditemukan lewat kampanye DeadTag, yang memanfaatkan domain layanan iklan dan analitik kedaluwarsa. Jaringan situs terkait mencatat 135 juta kunjungan bulanan, bukan jumlah korban yang terinfeksi.

Investigasi itu bahkan menemukan halaman Polymarket palsu yang menyebarkan DarkSword dan Coruna. Sementara itu, CertiK menyebut laporan penjualan kode eksploitasi yang bisa memudahkan serangan serupa.

Pengguna iPhone Diminta Segera Perbarui iOS

Berkaca pada temuan tersebut, CertiK meminta pengguna iPhone memeriksa pembaruan melalui Settings, General, lalu Software Update. Langkah ini penting karena serangan menyasar celah sistem operasi, bukan semata aplikasi wallet kripto.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 22 Oktober 2026: PENGU Berpeluang Naik 500 Persen, WLD, ZEC, NEAR dan ENA Uji Momentum Bullish

Pengguna juga diminta tidak menyimpan seed phrase dalam Photos, Notes, atau tangkapan layar. Jika perangkat berhasil dikompromikan, informasi pemulihan dompet yang tersimpan di sana dapat ikut terbaca penyerang.

iPhone 18 Pro dan iPhone Duo untuk Pengguna Kripto, Seberapa Aman Menyimpan Wallet di iPhone Baru?

Untuk aset bernilai besar, CertiK menyarankan penggunaan hardware wallet. Sementara itu, pengguna dengan risiko serangan tinggi dapat mempertimbangkan Lockdown Mode, fitur perlindungan tambahan yang tersedia pada perangkat Apple.

Jika mencurigai iPhone sudah terinfeksi, CertiK menganjurkan pemindahan dana ke dompet baru yang dibuat melalui perangkat bersih dan telah diperbarui. Seed phrase lama tidak boleh digunakan kembali.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait