Grayscale dikabarkan tengah bersiap meluncurkan produk investasi baru yang berpotensi menjadi tonggak penting di pasar aset digital.
Menurut pernyataan Presiden The ETF Store, Nate Geraci, perusahaan manajer aset kripto tersebut berencana mengonversi Chainlink Trust miliknya menjadi produk exchange-traded fund (ETF) publik.
Langkah ini menandai upaya Grayscale memperluas jangkauannya ke aset di luar Bitcoin dan Ethereum, sekaligus membuka peluang baru bagi investor institusional untuk mendapatkan eksposur terhadap koin LINK tanpa harus memegang asetnya secara langsung.
Di sisi lain, pada November lalu, laporan dari Bitwise mengungkapkan bahwa Bitwise Spot Chainlink ETF dengan ticker CLNK telah muncul di daftar “active” dan “pre-launch” di registry Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC).
Masuknya produk ini ke dalam daftar tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa peluncuran Chainlink ETF semakin dekat. Meski demikian, pencantuman di DTCC belum menjamin persetujuan akhir dari otoritas pasar modal AS.
Grayscale dan Potensi Transformasi Pasar Altcoin
Langkah Grayscale untuk menghadirkan Chainlink ETF dinilai sebagai bagian dari strategi diversifikasi produk investasi di sektor aset digital.
Selama ini, perusahaan tersebut dikenal sebagai pionir dalam meluncurkan produk berbasis Bitcoin dan Ethereum, yang kemudian membuka jalan bagi adopsi ETF kripto secara lebih luas di pasar keuangan tradisional.
Dengan menghadirkan ETF berbasis LINK, Grayscale mencoba mengulang kesuksesan itu dengan menyasar segmen pasar altcoin yang semakin berkembang.
Pada saat artikel ini disusun, harga Chainlink (LINK) diperdagangkan di level US$12,26, turun sekitar 5,75 persen dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan harian tercatat mencapai US$100,29 juta, dengan kapitalisasi pasar senilai US$8,56 miliar dan open interest sebesar US$530,51 juta.
Meskipun mengalami tekanan harga jangka pendek, fundamental LINK tetap dianggap solid, terutama berkat perannya sebagai infrastruktur orakel utama yang menghubungkan data dunia nyata ke jaringan blockchain.
Peluncuran ETF ini berpotensi memperluas basis investor Chainlink dengan memberikan akses kepada lembaga keuangan tradisional untuk berpartisipasi tanpa harus menanggung risiko penyimpanan aset digital secara langsung.
Selain itu, model cash-based creation and redemption yang digunakan memungkinkan sebagian koin LINK di dalam trust dimanfaatkan untuk staking, yang berpotensi memberikan imbal hasil tambahan bagi investor.
Dorongan Baru bagi Aset DeFi
Bagi ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), kemunculan Chainlink ETF bisa menjadi katalis baru yang memperkuat posisi orakel sebagai fondasi utama banyak protokol DeFi dan proyek tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
Chainlink selama ini dikenal menyediakan infrastruktur data yang menghubungkan berbagai jaringan blockchain dengan informasi harga, cuaca, hingga data institusional.
Analis menilai langkah ini juga bisa menjadi awal dari gelombang ETF berbasis altcoin lainnya. Setelah kesuksesan Bitcoin ETF spot dan meningkatnya minat terhadap Ethereum ETF, aset seperti Chainlink berpotensi menjadi kandidat berikutnya yang menarik bagi pasar keuangan tradisional.
Dengan pendekatan yang lebih matang dan rekam jejak teknologi yang sudah terbukti, Chainlink memiliki peluang besar untuk menjadi representasi utama sektor DeFi di ranah investasi institusional.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



