Changpeng Zhao (CZ) menyatakan bahwa industri kripto mulai bergeser ke arah tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan pasar prediksi sebagai fokus utama pengembangan berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan CZ dalam sesi tanya jawab (AMA) di Binance Square. Ia menilai tokenisasi RWA dan pasar prediksi berpotensi menjadi tren dominan dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya minat negara dan pelaku industri terhadap pemanfaatan blockchain untuk aset riil.
Dalam forum tersebut, CZ menekankan bahwa perhatian modal dan pengembang mulai beralih dari sekadar aset kripto spekulatif menuju tokenisasi RWA.
Menurut dia, sejumlah negara telah menunjukkan ketertarikan untuk mendigitalisasi aset strategis seperti emas, mineral tanah jarang, hingga sumber daya air untuk mendukung pembiayaan infrastruktur.
“Saya melihat semakin banyak negara mempertimbangkan tokenisasi aset nyata mereka untuk mendapatkan likuiditas dan membiayai proyek besar,” ujar CZ dalam sesi tersebut.
Ia menambahkan bahwa aset seperti air dan mineral tertentu bahkan bisa memiliki nilai jangka panjang yang sangat tinggi jika dimonetisasi melalui teknologi blockchain.
Negara Mulai Lirik Tokenisasi RWA
Dalam paparannya, CZ menjelaskan bahwa tokenisasi RWA memungkinkan aset fisik dibagi menjadi unit digital yang dapat diperdagangkan di jaringan blockchain.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah atau institusi dapat membuka akses investasi yang lebih luas sekaligus menciptakan likuiditas baru terhadap aset yang sebelumnya tidak mudah diperjualbelikan.
Ia menyebut emas, cadangan mineral, hingga komoditas strategis sebagai contoh aset yang berpotensi besar untuk ditokenisasi. Tokenisasi RWA dinilai mampu menciptakan pasar sekunder yang lebih transparan dan efisien, sekaligus memperluas partisipasi investor global.
Menurut CZ, pendekatan ini bukan hanya tentang inovasi teknologi, tetapi juga strategi pembiayaan jangka panjang.
“Tokenisasi bisa menjadi cara yang lebih efisien untuk mengaktifkan nilai aset yang selama ini tidak likuid,” ujarnya.
Pengamat industri menilai tren tokenisasi RWA juga selaras dengan meningkatnya minat institusi terhadap integrasi blockchain dalam sistem keuangan tradisional. Dengan menghubungkan aset fisik dan teknologi terdesentralisasi, sektor kripto dinilai berpeluang memperluas utilitasnya di luar perdagangan aset digital semata.
Pasar Prediksi Diproyeksikan Meningkat
Selain tokenisasi RWA, CZ juga memprediksi lonjakan aktivitas di pasar prediksi. Ia menilai event global berskala besar seperti Piala Dunia dan pemilihan umum dapat menjadi katalis utama pertumbuhan platform pasar prediksi berbasis blockchain.
Pasar prediksi memungkinkan pengguna memperkirakan hasil suatu peristiwa dan memperoleh imbal hasil berdasarkan akurasi prediksi tersebut. Dengan dukungan kontrak pintar dan oracle, sistem ini dinilai mampu menyediakan mekanisme transparan untuk mengelola data hasil peristiwa secara otomatis.
CZ menyatakan bahwa minat publik terhadap peristiwa global sering kali menciptakan volume transaksi tinggi.
“Acara besar biasanya memicu partisipasi yang luas, dan pasar prediksi bisa menjadi salah satu produk yang paling cepat berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa prediksi tren industri tetap memiliki tingkat ketidakpastian. Meski demikian, CZ menilai fokus pada tokenisasi RWA dan pasar prediksi mencerminkan pergeseran fundamental dalam strategi pembangunan ekosistem kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



