Sebuah kompleks sekolah bersejarah di Uptown, Chicago, akan diubah menjadi kawasan hunian modern bernilai sekitar US$210 juta dengan skema tokenisasi properti.
Berdasarkan laporan Chicago Sun Times, proyek ini akan mengonversi bangunan Immaculata High School, yang sudah ditetapkan sebagai landmark kota dan nasional, menjadi 235 unit apartemen serta menambahkan menara hunian lansia setinggi 22 lantai dengan 192 unit.
Pengembang Keith Giles melalui perusahaannya, K Giles, bekerja sama dengan American Islamic College sebagai pemilik lahan untuk merealisasikan rencana tersebut.
Proyek pengembangan ini dijadwalkan dimulai setelah kontrak sewa sementara dengan Pemerintah Kota Chicago, yang saat ini menggunakan gedung untuk menampung para migran, berakhir pada awal 2026.
Giles menyebut proyek tersebut akan berlangsung dalam dua tahap, dengan renovasi gedung sekolah menjadi apartemen diperkirakan memakan waktu sekitar 18 bulan, sementara pembangunan menara hunian lansia diproyeksikan selesai dalam 24 bulan.
“Kami akan menambahkan beberapa fasilitas tambahan di sekitar gedung karena memang luas sekali. Kami memiliki ruang terbuka yang sangat luas di sekitar gedung. Properti ini sangat luas,” ujar pengembang Keith Giles.
Skema Investasi Berbasis Tokenisasi Properti
Untuk mendanai proyek senilai ratusan juta dolar AS ini, pengembang mengandalkan model tokenisasi properti. Investor ditawarkan membeli saham dalam bentuk token yang mewakili kepemilikan unit, dengan nilai investasi minimum sebesar US$200.000.
Melalui skema ini, investor berhak atas pengembalian dari pendapatan sewa dengan estimasi imbal hasil tahunan sekitar 7 persen hingga 10 persen.
Pengembalian modal dapat dicairkan dalam bentuk stablecoin, aset kripto lainnya, atau dolar AS konvensional. Selain itu, pengembang juga membuka peluang bagi investor asing melalui program EB-5, yaitu program visa berbasis investasi AS.
Saat ini, tim proyek masih dalam tahap pembicaraan dengan sejumlah “anchor investors” atau investor besar untuk menopang pendanaan awal sebelum dibuka ke publik.
Pihak pengembang menegaskan bahwa meskipun jalur kripto menjadi kendaraan utama penggalangan modal, mereka tidak berniat sepenuhnya bergantung pada sektor tersebut.
Skema ini ditujukan untuk menjawab ketertarikan investor terhadap aset dunia nyata dengan potensi penghasilan stabil, terutama di tengah volatilitas pasar kripto yang tinggi.
Detail Pembangunan dan Fasilitas
Dalam rencana pengembangan, kompleks Immaculata akan mengalami transformasi besar. Bangunan sekolah yang berdiri sejak lama akan direnovasi menjadi hunian modern yang mencakup apartemen tipe studio, satu kamar tidur, hingga dua kamar tidur.
Ruang auditorium berkapasitas 1.000 kursi akan diubah menjadi lounge, ruang kerja bersama dan kafe. Sementara itu, gymnasium lama akan dialihfungsikan menjadi pusat kebugaran untuk para penghuni.
Di lahan parkir milik American Islamic College, menara hunian lansia setinggi 22 lantai akan dibangun dengan kapasitas 192 unit.
Menara ini mencakup berbagai layanan mulai dari independent living, assisted living, hingga memory care bagi warga lansia. Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan hunian lansia di Chicago yang terus meningkat.
Gedung sekolah sendiri sebelumnya dibeli Giles dari American Islamic College pada Agustus 2023 dengan nilai US$6 juta. Hingga kini, fungsinya masih digunakan sementara sebagai tempat penampungan migran berdasarkan kontrak dengan pemerintah kota.
Setelah kontrak itu berakhir, proyek renovasi dan pembangunan baru dijadwalkan segera dimulai agar target penyelesaian pada 2028 bisa tercapai.
Dengan memadukan nilai sejarah sebuah landmark dengan inovasi keuangan berbasis blockchain, proyek ini diharapkan menjadi model baru dalam pengembangan properti perkotaan.
Jika sesuai rencana, Immaculata Living bukan hanya akan menambah pasokan hunian di Chicago, tetapi juga menjadi salah satu contoh terbesar penerapan tokenisasi di sektor properti di AS. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



