Pemerintah China menetapkan arah baru reformasi pasar listrik nasional. Beijing tak hanya menargetkan integrasi pasar listrik lintas provinsi, tetapi juga memperkenalkan blockchain untuk memperkuat sertifikasi energi hijau dan pelacakan konsumsi listrik ramah lingkungan.
Kebijakan ini tertuang dalam Document No. 4 [2026] yang dirilis pada Rabu (11/02/2026) oleh Kantor Umum Dewan Negara. Tujuannya membangun sistem pasar listrik yang lebih terbuka, efisien, transparan, dan berbasis mekanisme pasar.
Reformasi Besar Pasar Listrik Nasional China
Dalam dokumen tersebut, pemerintah menyatakan reformasi bertujuan untuk memperdalam reformasi sistem energi serta menyempurnakan mekanisme pasar dan harga yang sesuai dengan sistem energi baru. Target yang dipasang terbilang ambisius.
Pada 2030, sekitar 70 persen dari konsumsi listrik nasional ditargetkan diperdagangkan melalui pasar. Semua jenis pembangkit dan pengguna listrik, kecuali yang mendapat jaminan pasokan, akan berpartisipasi langsung dalam pasar listrik.
Tak berhenti di sana, pada 2035 China menargetkan sistem pasar listrik nasional yang sepenuhnya terintegrasi. Perdagangan antarprovinsi dan intraprovinsi akan terhubung secara organik dalam satu sistem terpadu.
“Sistem pasar listrik nasional terpadu akan sepenuhnya terbentuk, dengan fungsi pasar yang semakin matang dan disempurnakan. Proporsi perdagangan berbasis mekanisme pasar akan terus meningkat secara bertahap,” sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut.
Rusia-AS Diskusikan Pemanfaatan Energi Nuklir untuk Crypto Mining
Nilai listrik nantinya tidak hanya dihitung dari energi yang dihasilkan, tetapi juga dari regulasi sistem, dampak lingkungan, hingga kapasitas cadangan. Dengan demikian, listrik akan diperlakukan sebagai komoditas multidimensi.
Untuk mewujudkannya, pemerintah akan menghapus fragmentasi pasar antarwilayah, mengintegrasikan transaksi lintas provinsi, serta menyatukan aturan perdagangan dan standar teknis di seluruh negeri.
Blockchain Masuk ke Sertifikasi Listrik Terbarukan
Tidak hanya mereformasi struktur pasar, salah satu bagian paling menarik dari dokumen ini adalah rencana integrasi teknologi digital, termasuk blockchain, ke dalam pasar listrik hijau.
“Mempercepat mekanisme sertifikasi konsumsi listrik hijau, sepenuhnya memperkenalkan teknologi seperti blockchain, serta melakukan sertifikasi menyeluruh atas produksi dan konsumsi listrik hijau di seluruh rantai proses,” demikian tertulis dalam dokumennya.
Artinya, blockchain akan digunakan untuk melakukan sertifikasi mulai dari tahap produksi hingga konsumsi listrik terbarukan. Sistem ini dirancang untuk memperkuat transparansi dan mencegah duplikasi klaim atas energi terbarukan.
“Secara berkelanjutan memperkuat ketertelusuran konsumsi listrik hijau serta mengkaji jalur yang memungkinkan untuk memasukkan sertifikat hijau ke dalam sistem akuntansi emisi karbon,” jelas pemerintah China.
Dengan kata lain, sertifikat listrik hijau ke depan berpotensi terintegrasi langsung dengan sistem akuntansi emisi karbon nasional. Ini bukan sekadar reformasi teknis, melainkan langkah menuju ekosistem energi dan pasar yang saling terhubung.
Menuju Ekosistem Energi Terpadu 2035
Reformasi ini mencakup penguatan pasar spot listrik yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Pemerintah juga mengembangkan pasar layanan tambahan dan mengeksplorasi pembentukan capacity market untuk menjamin pasokan jangka panjang.
Perusahaan Energi Milik China Eksplorasi Pemanfaatan Stablecoin
Secara keseluruhan, integrasi teknologi blockchain hanya salah satu bagian dari reformasi ini. Namun, langkah tersebut menandai arah digitalisasi sistem energi yang lebih transparan dan mendukung transisi hijau.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



