CIO Bitwise Beberkan Dua Tren Besar yang Bisa Mengubah Pasar Kripto

Pasar kripto mungkin sedang kembali memanas, tetapi Matt Hougan melihat cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar satu siklus. CIO Bitwise itu justru menyoroti dua tren besar untuk satu dekade ke depan.

Dua Tren Besar yang Bisa Menggerakkan Kripto

Pandangan tersebut disampaikan Hougan dalam New Era Finance Podcast pada Selasa (29/09/2026). Saat membahas narasi jangka panjang yang menurutnya paling penting, ia langsung mengerucut pada dua tema utama.

“Dua mega tren adalah debasement pada Bitcoin, kemudian kebangkitan tokenisasi dan stablecoin untuk seluruh ekosistem lainnya. Saya melihatnya sebagai tren sekitar sepuluh tahun,” ujar Hougan.

Dari dua tema besar itu, menurutnya, muncul berbagai tren turunan yang kini mulai terlihat, mulai dari regulasi, adopsi institusional, kebangkitan DeFi, hingga perbaikan tokenomics berbagai proyek kripto.

CEO Indodax Ungkap Tren Kripto Berikutnya Setelah NFT dan Meme Coin

Namun, Hougan menekankan bahwa mega tren seperti ini tidak selalu langsung tercermin pada harga. Perjalanannya bisa panjang, diselingi kenaikan, koreksi, hingga periode mendatar sebelum adopsinya matang.

Ia membandingkannya dengan internet dan perkembangan perusahaan teknologi. Perubahan bisa terlihat sejak awal, tetapi dampak ekonominya baru terasa penuh setelah tren berjalan selama bertahun-tahun.

BACA JUGA:  Tokenisasi RWA Masuk Babak Baru, Regulator AS Siapkan Pasar On-chain

Bitcoin Punya Cerita yang Berbeda

Hougan menilai Bitcoin memiliki jalur yang berbeda dibandingkan sebagian besar aset kripto lainnya. Ia melihat BTC terutama sebagai emas digital yang semakin relevan saat kekhawatiran terhadap fiat meningkat.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Perubahan itu mulai terasa dari percakapannya dengan investor tradisional. Selama delapan tahun, menurut Hougan, gagasan untuk mengurangi eksposur penuh terhadap fiat hampir selalu diabaikan oleh kelompok tersebut.

Namun, situasinya mulai berubah dalam enam bulan terakhir. Hougan mengatakan sebagian investor kini mulai mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian portofolio mereka ke hard assets sebagai bentuk diversifikasi.

“Mereka berpikir, mungkin saya tidak perlu 100 persen berada di fiat. Mungkin komposisinya bisa 90/10, yakni 90 persen fiat dan 10 persen hard assets, terutama Bitcoin dan emas,” tuturnya.

Bitcoin Jelang Uptober Setelah September Menghijau, Sejarah Bilang Apa?

Jika pola pikir tersebut berkembang menjadi arus utama, Hougan melihat potensi masuknya modal dalam jumlah besar ke Bitcoin. Dalam skenario itu, ia bahkan menilai harga BTC bisa mencapai kisaran ratusan ribu dolar.

BACA JUGA:  iPhone 18 Pro dan iPhone Duo untuk Pengguna Kripto, Seberapa Aman Menyimpan Wallet di iPhone Baru?

Bagi Hougan, perubahan sikap tersebut cukup penting karena muncul setelah gagasan serupa sulit mendapat perhatian selama bertahun-tahun. Kini, Bitcoin mulai dilirik sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi eksposur penuh terhadap mata uang fiat.

Tokenisasi dan Stablecoin Mulai Membuka Pintu Lain

Jika Bitcoin mendapat dorongan dari narasi debasement, sisi lain pasar kripto bergerak melalui inovasi tokenisasi dan stablecoin. Hougan melihatnya sebagai jalur yang bisa membawa banyak aktivitas keuangan tradisional masuk ke on-chain.

Arah tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat sepanjang 2026. RWA, stablecoin, tokenized stock, hingga integrasi TradFi menjadi beberapa tema yang semakin sering muncul seiring meluasnya penggunaan teknologi blockchain di sektor keuangan.

Skalanya pun terus bertambah. Data RWA.xyz per Kamis (01/10/2026) menunjukkan distributed asset value RWA mencapai US$38,63 miliar, sedangkan kapitalisasi stablecoin berada di kisaran US$294,67 miliar.

Bagi Hougan, peluangnya menjadi jauh lebih besar ketika DeFi tidak lagi hanya melayani aset kripto, tetapi mulai bersinggungan dengan saham, obligasi, dan berbagai aset tradisional melalui tokenisasi.

BACA JUGA:  Pajak Kripto Masuk Babak Baru, Aturan Pelaporan DJP Berubah Mulai 1 Oktober
Valuasi Pasar RWA - RWA.xyz
Valuasi Pasar RWA – RWA.xyz

Perubahan ini memperbesar pasar yang bisa dijangkau protokol DeFi. Pasalnya, nilai pasar keuangan tradisional masih berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan keseluruhan industri kripto saat ini.

“Pasar kripto bernilai US$2 triliun, yang tentu luar biasa. Namun, pasar saham bernilai US$100 triliun dan obligasi US$300 triliun. Jadi, pasar yang dapat dijangkau DeFi bukan bertambah 50 atau 100 persen, tetapi secara harfiah 100 kali lipat,” ujar Hougan.

Perkembangannya juga merambah regulasi dan pasar modal. Regulator AS mulai membuka ruang bagi saham tokenisasi, sementara sejumlah institusi keuangan besar semakin aktif mengeksplorasi infrastruktur berbasis blockchain.

Jika arah tersebut berlanjut, pasar kripto berpotensi berkembang jauh melampaui perdagangan aset digital. Bitcoin membawa narasi hard asset, sementara tokenisasi RWA, stablecoin, dan DeFi perlahan membangun jalur menuju sistem keuangan on-chain yang lebih luas.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait