CIO Bitwise Sebut Altcoin Ini Masih Undervalued

Di tengah pasar kripto yang semakin matang, satu nama tiba-tiba mencuri perhatian. Bukan sekadar karena performanya, tetapi karena narasi yang dibawanya. Hyperliquid dan token HYPE kini disebut-sebut sebagai salah satu crypto potensial paling undervalued di pasar.

Revolusi Hyperliquid Menjadi “Super-App” Finansial

Hyperliquid awalnya dikenal sebagai platform perpetual futures kripto. Namun dalam waktu singkat, transformasinya melampaui ekspektasi. Kini, platform tersebut telah berevolusi menjadi ekosistem trading lintas aset, mulai dari komoditas, S&P 500, hingga saham pre-IPO.

Menurut CIO Bitwise, Matt Hougan, lewat memo yang dipublikasikan pada Selasa (19/05/2026), perubahan ini bukan kebetulan. Ia menilai Hyperliquid adalah representasi nyata dari visi masa depan pasar finansial yang semakin “on-chain.”

Narasi ini juga selaras dengan pidato Paul Atkins pada November 2025 yang menyoroti konsep “super-app” di sektor keuangan. Dalam visinya, satu platform akan mampu mengakomodasi berbagai kelas aset dalam satu lisensi regulasi. 

“Hyperliquid kini telah menjelma menjadi “super-app” seperti yang dibayangkan Atkins, sebuah platform di luar regulasi SEC yang memungkinkan investor mengakses dan memperdagangkan berbagai kelas aset dalam satu ekosistem,” jelasnya.

BACA JUGA:  BTC Hari Ini Tembus US$82.000, Altcoin Siap Menyusul?

Data performa pun memperkuat klaim ini. Dalam sebulan terakhir saja, Hyperliquid mencatat volume trading sekitar US$170 miliar, menjadikannya salah satu perpetual DEX terbesar saat ini. 

Peringkat Perpetual DEX Terbesar - DefiLlama
Peringkat Perpetual DEX Terbesar – DefiLlama

Meski demikian, ekspansi ini belum sepenuhnya tanpa hambatan. Platform tersebut masih belum tersedia untuk pengguna di AS dan perlu beradaptasi dengan lanskap regulasi yang lebih kompleks. 

HYPE dan Era Baru Token Gen 2

Di balik kesuksesan platform DEX Hyperliquid, ada satu komponen penting: token HYPE. Diluncurkan pada akhir November 2024, token ini muncul di momen transisi besar dalam regulasi kripto, tepat setelah mundurnya Gary Gensler.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Berbeda dengan generasi sebelumnya seperti Uniswap atau Aave, HYPE dirancang sejak awal untuk menyerap nilai dari aktivitas platform. Sebanyak 99 persen biaya trading di Hyperliquid digunakan untuk membeli kembali token ini di pasar.

Model ini menciptakan mekanisme yang kuat: semakin tinggi volume trading, semakin besar tekanan beli terhadap HYPE dan pada akhirnya menciptakan kripto dengan nilai ekonomi yang nyata.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 13 Mei 2026: SHIB dan BONK Mulai Kasih Tanda Ledakan Besar

Hougan menyebut fenomena ini sebagai “Gen 2 tokens”, yaitu era baru di mana token tidak lagi sekadar simbol, tetapi benar-benar menjadi representasi nilai bisnis. Pendekatan ini dinilai lebih transparan dan selaras dengan ekspektasi investor modern.

“Sebuah token “Gen 2” yang sejak awal dirancang untuk benar-benar menyerap nilai token. Menariknya, sekitar 99 persen biaya trading crypto di platform Hyperliquid langsung digunakan untuk membeli kembali HYPE,” tambanha.

Tak heran jika performa HYPE pun mencolok. Sepanjang 2026, token ini sudah naik sekitar 18 persen dalam satu bulan terakhir. Saat ini, HYPE diperdagangkan di kisaran US$48 hingga US$48,6, menjadikannya salah satu altcoin dengan performa terbaik di kelasnya.

Harga Token Hyperliquid (HYPE) - CoinMarketCap
Harga Token Hyperliquid (HYPE) – CoinMarketCap

Akumulasi Whale dan Potensi Besar HYPE

Meski performanya impresif, Hougan menilai pasar salah membaca valuasi Hyperliquid. Ia melihat dua kekeliruan. Pertama, pasar masih menganggapnya sekadar crypto exchange biasa, bukan super-app global dengan cakupan lintas aset.

Padahal, Hyperliquid tidak hanya menargetkan pasar kripto senilai US$3 triliun, tetapi juga pasar aset global yang mencapai US$600 triliun. Skala ini membuat valuasi saat ini terlihat jauh lebih murah dibanding potensi yang dibidik.

BACA JUGA:  XRP Kembali Dilirik, Sinyal Sehat Ini Muncul di Tengah Risiko yang Terkendali

Kedua, investor terjebak bias lama. Banyak yang skeptis karena pengalaman sebelumnya, di mana kripto sering gagal mencerminkan pertumbuhan proyek. Akibatnya, HYPE disamakan dengan token generasi lama, meski strukturnya berbeda.

Di sisi lain, pergerakan whale juga memberikan sinyal. Analis on-chain mencatat wallet yang terhubung dengan a16z telah mengakumulasi 9,18 juta HYPE sejak Agustus 2025, senilai US$356 juta, dengan keuntungan belum terealisasi sekitar US$79 juta.

Hal ini menunjukkan bahwa token Hyperliquid (HYPE) tidak hanya diminati oleh investor ritel, tetapi juga mulai dilirik investor institusional.

Akumulasi HYPE oleh Whale - ai_9684xtpa
Akumulasi HYPE oleh Whale – ai_9684xtpa

Secara keseluruhan, risiko tetap ada, mulai dari regulasi hingga kompetisi. Namun Hyperliquid mulai memperlihatkan satu hal penting, yaitu gambaran awal tentang seperti apa industri kripto ketika benar-benar berkembang dan matang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait