Circle Gaspol Pembayaran Stablecoin ke Asia, Bakal Ganggu Bank?

Circle resmi memperluas layanan pembayaran berbasis stablecoin ke kawasan Asia melalui peluncuran fitur Stablecoin Payouts untuk mitra Circle Mint di Singapura pada Rabu (8/4/2026).

Peluncuran ini memungkinkan perusahaan dan institusi mengirim dana secara global tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional. Melalui layanan tersebut, berbagai kebutuhan seperti pembayaran gaji internasional, settlement bisnis, hingga transfer ke vendor dapat dilakukan secara real-time dengan memanfaatkan jaringan blockchain.

Circle menyebut layanan ini sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi sistem pembayaran global berbasis aset digital.

Dalam keterangan resminya, Circle menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Layanan ini membantu mitra kami melakukan pembayaran global secara lebih cepat, transparan, dan terotomatisasi,” ungkap tim Circle.

Circle Fokus Ekspansi ke Asia yang Sedang Tumbuh Pesat

Ekspansi ini menempatkan Circle dan Asia dalam satu garis strategis, mengingat kawasan tersebut kini menjadi pusat pertumbuhan penggunaan stablecoin secara global. Singapura dipilih sebagai basis utama karena perannya sebagai hub keuangan internasional sekaligus pintu masuk ke pasar Asia Pasifik.

BACA JUGA:  Wells Fargo Daftarkan Merek Dagang WFUSD, Stablecoin Baru?

Sejumlah data menunjukkan bahwa penggunaan stablecoin di Asia Tenggara mengalami lonjakan signifikan dan kini mulai menjadi bagian penting dalam sistem pembayaran regional.

Dalam laporan terbaru, aktivitas pembayaran berbasis stablecoin yang berasal dari Asia tercatat mencapai sekitar US$245 miliar atau hampir 60 persen dari total global. Kondisi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa kawasan tersebut menjadi kontributor utama dalam adopsi stablecoin di dunia.

Tren tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan transaksi lintas negara yang cepat dan efisien, terutama untuk remitansi, perdagangan internasional, serta pengelolaan aset perusahaan.

Dengan karakteristik ekonomi Asia yang sangat terhubung antarnegara, penggunaan stablecoin dinilai mampu memangkas waktu dan biaya transaksi dibandingkan sistem konvensional.

Selain itu, lebih dari separuh institusi di kawasan Asia dilaporkan telah mulai menggunakan stablecoin untuk berbagai kebutuhan operasional. Hal ini mencerminkan pergeseran fungsi stablecoin dari sekadar instrumen perdagangan kripto menjadi alat pembayaran yang digunakan secara nyata dalam aktivitas bisnis.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Merosot 2 Persen, Tertahan di Level Rp22.322

Infrastruktur Global Baru dan Potensi Disrupsi

Secara teknis, layanan Stablecoin Payouts bekerja dengan memanfaatkan USDC sebagai aset utama yang dikirim melalui jaringan blockchain.

Circle menyediakan infrastruktur inti, sementara mitra lokal bertanggung jawab terhadap distribusi dana ke penerima akhir. Model ini memungkinkan ekspansi yang lebih cepat tanpa perlu membangun jaringan distribusi langsung di setiap negara.

Pendekatan tersebut dinilai memberikan efisiensi tinggi, terutama dalam hal kecepatan transaksi dan transparansi. Transaksi dapat dilakukan selama 24 jam tanpa batasan waktu operasional, berbeda dengan sistem perbankan tradisional yang masih bergantung pada jam kerja dan perantara.

Di sisi lain, peningkatan penggunaan USDC juga terlihat dari bertambahnya pasokan stablecoin tersebut dalam waktu singkat, yang mencerminkan tingginya permintaan di pasar global. Likuiditas yang terus meningkat ini menjadi salah satu faktor pendorong percepatan adopsi pembayaran berbasis stablecoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait