Circle Luncurkan Blockchain Arc, Chainlink Ikut Andil

Circle telah resmi meluncurkan testnet publik untuk Arc, jaringan blockchain layer-1 yang dirancang sebagai sistem operasi ekonomi (Economic Operating System) berbasis open internet.

Peluncuran tersebut menandai langkah strategis Circle dalam memperluas peran dari penerbit stablecoin menjadi penyedia infrastruktur blockchain global.

“Arc menghadirkan peluang bagi semua jenis perusahaan untuk membangun infrastruktur jaringan kelas enterprise, memajukan visi bersama bahwa sistem ekonomi global yang lebih terbuka, inklusif dan efisien dapat dibangun secara native di internet,” ujar salah satu Pendiri, Ketua dan CEO Circle, Jeremy Allaire, dalam siaran pers.

Circle menjelaskan bahwa Arc dikembangkan untuk memungkinkan transaksi berskala global dengan stabilitas berbasis dolar AS, privasi yang dapat dikonfigurasi, serta finalitas transaksi dalam hitungan sub-detik.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Platform ini juga memiliki biaya yang dapat diprediksi dalam denominasi dolar AS dan terintegrasi langsung dengan infrastruktur teknologi Circle, termasuk stablecoin USDC dan EURC.

Fitur Teknis dan Tujuan Blockchain Arc

Menurut keterangan resmi, Arc dirancang untuk mendukung aktivitas ekonomi digital seperti layanan pinjam-meminjam, pasar modal, valuta asing (FX), hingga pembayaran lintas negara.

BACA JUGA:  Akan Stake 70.000 ETH, Ini Strategi Baru Ethereum Foundation

Circle menyebut jaringan ini sebagai fondasi baru bagi perusahaan-perusahaan yang ingin membangun aplikasi finansial modern di atas infrastruktur blockchain terbuka.

Testnet publik Arc melibatkan lebih dari 100 partisipan dari berbagai sektor. Fitur teknologinya mencakup privasi opt-in configurable, transaksi berbiaya tetap dan kemampuan integrasi dengan protokol serta aplikasi keuangan terdesentralisasi.

Circle menekankan bahwa seluruh rancangan ini dibuat untuk mendukung interoperabilitas dan efisiensi lintas ekosistem.

Peluncuran Arc juga menjadi upaya Circle untuk menghubungkan dunia keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

Perusahaan berambisi menjadikan Arc sebagai jembatan antara sistem moneter konvensional dan aset digital, di mana transaksi lintas negara dapat berlangsung cepat dan transparan tanpa bergantung pada sistem perbankan lama.

Kolaborasi dengan Chainlink dan Mitra Global

Dalam daftar mitra peluncuran yang diumumkan Circle, Chainlink Labs tercatat sebagai salah satu penyedia alat pengembang (developer tools) dan infrastruktur utama. Chainlink akan menyediakan frameworks serta developer kits bagi pengembang yang membangun aplikasi di blockchain Arc.

BACA JUGA:  Hyperliquid Jadi Raja Likuiditas, Geser Binance

Keterlibatan Chainlink bukan hal baru. Pada Mei 2024, kedua perusahaan telah menjalin kerja sama strategis untuk memperluas utilitas stablecoin USDC dan EURC menggunakan layanan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP), Data Feeds dan Proof of Reserve.

Kemitraan ini dipandang memperkuat aspek interoperabilitas dan keamanan data lintas jaringan yang menjadi kunci dari ekosistem Arc.

Selain Chainlink, sejumlah lembaga keuangan besar turut bergabung dalam tahap awal pengujian jaringan. Di antara mereka terdapat Apollo Global Management, BNY Mellon, Intercontinental Exchange, State Street, HSBC, Goldman Sachs, Deutsche Bank dan Standard Chartered.

Dari sektor teknologi, raksasa seperti Amazon Web Services (AWS), Visa, Mastercard dan Cloudflare juga disebut ikut berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur Arc.

Partisipasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa Arc bukan sekadar proyek eksperimental, melainkan upaya konkret untuk mendorong adopsi blockchain di tingkat institusional.

Circle juga melibatkan penerbit stablecoin dari berbagai negara seperti AUDF (Australia), BRLA (Brasil), JPYC (Jepang), KRW1 (Korea Selatan), MXNB (Meksiko), PHPC (Filipina) dan QCAD (Kanada).

BACA JUGA:  VP Indodax Bicara Strategi Aman Beli Bitcoin Saat Tekanan Makro Meningkat

Tata Kelola dan Langkah Selanjutnya

Circle menyebut peluncuran testnet ini sebagai awal dari perjalanan menuju tata kelola terdesentralisasi. Dalam tahap awal, jaringan masih berada di bawah pengawasan Circle Technology Services, LLC.

Namun dalam jangka panjang, perusahaan berencana membangun sistem yang dikelola oleh validator, pengembang protokol, serta penyedia infrastruktur secara global.

Meski begitu, Circle menegaskan bahwa testnet Arc belum mendapat persetujuan dari otoritas seperti New York State Department of Financial Services dan saat ini hanya tersedia untuk tujuan pengujian. Semua fitur yang diumumkan bersifat informatif dan dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Langkah Circle meluncurkan Arc dipandang sebagai upaya memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem keuangan digital global. Dengan dukungan mitra seperti Chainlink, proyek ini berpotensi menjadi landasan bagi model ekonomi baru yang lebih terbuka, efisien, dan terhubung lintas ekosistem. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia