Citigroup menjadi salah satu bank besar yang bersiap melangkah lebih jauh ke dunia kripto. Rencana peluncuran penyimpanan kripto (crypto custody) pada tahun 2026 menandai babak baru keterlibatan lembaga TradFi dalam ekosistem blockchain yang semakin matang.
Citi Mantapkan Langkah dengan Peluncuran Crypto Custody
Citigroup, salah satu bank terbesar di dunia, mengonfirmasi tengah menyiapkan crypto custody yang akan diluncurkan pada 2026. Rencana ini dikonfirmasi oleh Biswarup Chatterjee, Global Head of Partnerships and Innovation di Citi, dalam wawancaranya dengan CNBC pada Senin (13/10/2025).
“Kami telah melakukan berbagai eksplorasi, dan berharap dalam beberapa kuartal mendatang bisa menghadirkan solusi kustodian kripto yang kredibel bagi manajer aset dan klien kami,” ujar Chatterjee. Ia menambahkan bahwa pengembangan proyek ini telah berlangsung selama dua hingga tiga tahun terakhir.
Langkah Citigroup ini sejalan dengan tren besar di Wall Street, di mana lembaga keuangan tradisional mulai memperluas pijakannya di industri kripto. Kebijakan pemerintahan Donald Trump yang dinilai lebih bijak terhadap aset digital turut mempercepat adopsi tersebut.
Undang-undang baru seperti GENIUS Act bahkan mulai mengatur aspek-aspek penting, termasuk stablecoin, sehingga memberi ruang hukum yang lebih jelas bagi bank untuk meluncurkan layanan terkait mata uang kripto.
Mengamankan Aset Kripto dengan Sentuhan Tradisional
Secara sederhana, crypto custody berfungsi seperti brankas—tempat lembaga menyimpan aset kripto milik klien dengan keamanan tingkat tinggi. Dalam layanan ini, pihak kustodian (dalam hal ini Citigroup) akan menyimpan private key dan memastikan aset tetap aman.
Chatterjee menjelaskan bahwa pihaknya tengah menimbang dua pendekatan: menggunakan teknologi yang dikembangkan secara internal, serta menjalin kemitraan dengan pihak ketiga yang lebih lincah dalam mengelola aset digital.
“Kami mungkin memiliki solusi yang sepenuhnya dikembangkan di dalam rumah untuk segmen tertentu, sementara untuk jenis aset lain kami bisa bekerja sama dengan mitra eksternal,” ujarnya.
Langkah ini menunjukkan bagaimana Citi menyeimbangkan inovasi dan keamanan. Sebagai lembaga keuangan yang berpengalaman, Citigroup dinilai memiliki fondasi untuk menawarkan layanan kustodian kripto, terutama di tengah meningkatnya serangan siber.
Era Baru Kolaborasi Bank dan Blockchain
Citigroup bukan satu-satunya bank besar yang serius menatap blockchain. Tahun ini, JPMorgan juga mengumumkan rencana penerbitan deposit token — versi digital dari simpanan bank yang memungkinkan transfer dana 24 jam di jaringan Ethereum.
Sementara itu, Citigroup telah meluncurkan Citi Token Services, layanan berbasis blockchain untuk transfer lintas negara secara instan. Teknologi ini memotong jalur proses perbankan tradisional yang selama ini terbatas pada jam operasional, menjadikannya lebih efisien.
JPMorgan Bikin Kejutan, Obligasi AS Sekarang Ada di Blockchain
Kedua inisiatif tersebut menunjukkan perubahan besar di dunia keuangan. Blockchain kini tidak hanya diasosiasikan dengan mata uang kripto, tetapi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kecepatan, transparansi, dan keamanan transaksi global.
Jika berjalan sesuai rencana, proyek crypto custody Citigroup pada 2026 bisa menjadi tonggak penting. Dunia perbankan tampak siap memasuki era baru yang memadukan stabilitas sistem keuangan tradisional dengan inovasi blockchain. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



