Platform Web3 CloudQuest Indonesia menghadirkan kolaborasi terbaru dengan proyek non-fungible token (NFT) Kettles melalui kampanye yang menyediakan 200 akses mint di jaringan blockchain Ink.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan komunitas Web3 dengan proyek koleksi digital yang tengah mempersiapkan peluncurannya.
Kolaborasi ini mendapat pembaruan pada Senin (19/10/2026), ketika kanal resmi CloudQuest di Telegram mengumumkan kampanye Kettles Collection dengan total 1.999 NFT berbentuk karakter piksel. Sebanyak 200 alokasi guaranteed spot (GTD) disediakan bagi peserta terpilih.
Kampanye tersebut berlangsung selama 17–23 Oktober 2026, dengan mekanisme penyelesaian tugas komunitas dan pemilihan pemenang secara acak. Meski menyediakan akses khusus untuk mint NFT, program ini tidak otomatis memberikan kepemilikan NFT kepada seluruh peserta.
Seleksi 200 Akses Mint NFT Kettles Berlangsung hingga 23 Oktober
Berdasarkan halaman resmi kampanye Kettles Collection, proyek tersebut menyiapkan koleksi sebanyak 1.999 NFT di jaringan Ink. Koleksi ini mengusung konsep pixel art, sementara CloudQuest berperan sebagai platform yang memfasilitasi partisipasi komunitas.
Sebanyak 200 GTD disediakan melalui mekanisme whitelist, yakni daftar peserta yang memperoleh akses khusus untuk mengikuti proses pencetakan NFT ketika kesempatan tersebut dibuka.
Namun, alokasi tersebut tidak berarti seluruh peserta akan langsung mendapatkan NFT. CloudQuest menjelaskan bahwa penerima hadiah dipilih secara acak, sedangkan distribusi akses menjadi tanggung jawab tim Kettles.
Untuk mengikuti kampanye, peserta dihadapkan pada empat tugas dengan total nilai 800 poin. Aktivitas yang ditampilkan mencakup interaksi melalui media sosial dan verifikasi partisipasi dalam program.
Halaman tersebut juga mencantumkan kategori Premium Quest yang memerlukan sedikitnya satu poin untuk membuka akses kampanye. Dengan demikian, terdapat persyaratan partisipasi yang perlu diperhatikan sebelum pengguna dapat menyelesaikan tugas.
Dari sisi kapasitas, CloudQuest menyediakan ruang bagi maksimal 1.111 peserta. Saat dilakukan pemeriksaan pada 19 Oktober 2026, sebanyak 267 peserta telah tercatat bergabung, atau sekitar 24 persen dari kapasitas kampanye.
Angka tersebut menunjukkan adanya partisipasi awal dalam kampanye NFT Kettles, meskipun belum dapat dijadikan ukuran permintaan pasar terhadap koleksi yang akan diluncurkan.
Perlu dibedakan pula bahwa akses whitelist bukanlah NFT itu sendiri. Peserta yang terpilih memperoleh kesempatan untuk mengikuti proses mint sesuai ketentuan proyek, tetapi belum tentu langsung menerima aset digital atau mendapatkan hak mint secara gratis.
Sejauh informasi yang tersedia pada pengumuman kampanye, belum terdapat rincian resmi mengenai harga mint, jadwal pencetakan koleksi, maupun manfaat khusus yang akan diberikan kepada pemegang NFT Kettles.
CloudQuest Perluas Akses NFT ke Ekosistem Blockchain Ink
Kolaborasi dengan Kettles juga memperlihatkan keterlibatan CloudQuest dalam menghubungkan komunitas dengan proyek-proyek NFT dari berbagai jaringan blockchain.
Melalui situs resminya, CloudQuest menampilkan lebih dari 200 ribu pengguna yang disebut sebagai quest hunters serta lebih dari 770 kampanye. Angka tersebut merupakan statistik yang dipublikasikan platform dan belum dapat diperlakukan sebagai jumlah pengguna aktif yang terverifikasi secara independen.
Selain Kettles, platform tersebut juga menampilkan sejumlah kampanye koleksi digital lain yang berhubungan dengan jaringan Ink, termasuk InkSisters, Spaceink dan Ink Travelers.
Keberadaan beberapa proyek tersebut menunjukkan bahwa Ink menjadi salah satu jaringan yang digunakan dalam program distribusi akses NFT melalui CloudQuest, meskipun skala aktivitas masing-masing koleksi berbeda.
Ink sendiri merupakan blockchain layer-2 Ethereum yang dikembangkan oleh tim Kraken menggunakan teknologi OP Stack serta tergabung dalam ekosistem Superchain.
Menurut dokumentasi resmi Ink, jaringan tersebut dirancang untuk meningkatkan skalabilitas Ethereum dengan biaya transaksi lebih rendah dan waktu produksi blok sekitar satu detik.
Ink juga kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga pengembang dapat menggunakan kontrak pintar berbasis Solidity untuk membangun aplikasi maupun koleksi aset digital di jaringan tersebut.
Secara teknis, karakteristik ini memungkinkan penerbitan NFT tanpa harus menjalankan seluruh proses transaksi secara langsung di jaringan utama Ethereum. Namun, biaya aktual serta pengalaman pengguna tetap bergantung pada kondisi jaringan dan implementasi masing-masing proyek.
Di sisi lain, perkembangan koleksi digital semacam Kettles berlangsung ketika industri NFT masih menghadapi tantangan terkait permintaan dan keberlanjutan bisnis.
Sebagaimana sebelumnya diberitakan Blockchainmedia.id, penutupan marketplace NFT Nifty Gateway pada 2026 memperlihatkan bahwa popularitas koleksi digital tidak selalu menjamin keberlangsungan sebuah platform.
Kondisi tersebut membuat aspek manfaat, transparansi proyek, dan aktivitas komunitas menjadi penting untuk diperhatikan, selain jumlah NFT yang ditawarkan.
Dalam kasus Kettles, informasi mengenai utilitas koleksi, alamat kontrak pintar, serta jadwal mint masih menjadi bagian yang perlu diperjelas sebelum publik dapat menilai karakteristik aset digital tersebut secara lebih menyeluruh.
Bagi pengguna yang belum familier, NFT merupakan aset digital unik yang kepemilikannya dapat dicatat dan diverifikasi menggunakan blockchain, sebagaimana dijelaskan dalam panduan mengenai NFT art yang pernah diterbitkan Blockchainmedia.id.
Kehadiran Kettles melalui CloudQuest Indonesia memperlihatkan berlanjutnya aktivitas pengembangan komunitas NFT yang terhubung dengan infrastruktur blockchain layer-2.
Meski demikian, keberhasilan kampanye ini nantinya tidak hanya dapat diukur dari jumlah peserta atau akses mint yang dibagikan, tetapi juga dari realisasi peluncuran koleksi serta manfaat yang dapat diperoleh pemegang NFT setelah aset tersebut diterbitkan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


