Pasar kripto mulai menyoroti XRP menjelang perubahan besar yang akan dilakukan CME Group pada akhir Mei 2026.
Bursa derivatif terbesar di dunia itu dijadwalkan mulai membuka perdagangan futures kripto selama 24 jam nonstop pada Jumat mendatang (29/5/2026), termasuk untuk produk futures XRP. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas sekaligus membuka peluang kenaikan besar terhadap harga XRP dalam beberapa bulan ke depan.
Perubahan sistem perdagangan tersebut membuat trader institusional kini dapat memperdagangkan futures XRP kapan saja tanpa jeda panjang seperti sebelumnya.
Dengan model baru ini, CME akan mengadopsi sistem perdagangan hampir tanpa libur yang lebih menyerupai pasar spot kripto global. Sejumlah analis menilai kebijakan tersebut bisa menjadi katalis penting yang mendorong peningkatan volume, likuiditas, hingga aktivitas leverage di pasar XRP.
CME Ubah Sistem Trading XRP Jadi 24 Jam Nonstop
Sebelumnya, perdagangan futures kripto di CME masih mengikuti jam operasional pasar tradisional dengan waktu penutupan tertentu. Namun mulai 29 Mei 2026, CME akan membuka akses perdagangan selama 24 jam setiap hari dengan hanya maintenance window singkat tiap pekan.
Kebijakan itu dipandang sebagai langkah penting karena XRP selama ini menjadi salah satu aset kripto dengan aktivitas perdagangan global yang sangat aktif di luar jam pasar AS.
Dengan sistem baru tersebut, pelaku institusional disebut akan lebih mudah merespons pergerakan pasar secara real-time, termasuk saat akhir pekan ketika volatilitas kripto biasanya meningkat tajam.
Beberapa pengamat pasar juga menilai model perdagangan nonstop dapat memperbesar arus modal institusional ke XRP. Selain meningkatkan fleksibilitas trading, sistem baru CME juga memungkinkan aktivitas hedging dan arbitrase berlangsung lebih agresif di berbagai sesi perdagangan dunia.
Di saat yang sama, XRP juga mulai mendapatkan perhatian lebih besar di pasar derivatif global setelah dimasukkan ke dalam rencana Nasdaq CME Crypto Index futures bersama Bitcoin, Ethereum, Solana, Cardano, Chainlink dan Stellar.
Masuknya XRP ke dalam kelompok aset utama tersebut memperkuat pandangan bahwa XRP kini semakin diposisikan sebagai salah satu aset kripto utama untuk pasar institusional.
Meski demikian, sejumlah analis tetap mengingatkan bahwa meningkatnya aktivitas futures juga dapat memperbesar pergerakan harga dua arah. Volume leverage yang melonjak sering kali memicu liquidasi besar dalam waktu singkat, terutama ketika pasar mulai memasuki fase volatilitas tinggi.
Harga XRP Berpotensi Melejit ke US$20
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap XRP, analis kripto asal Korea Selatan yang dikenal dengan nama Ninedex, ikut menjadi sorotan setelah memproyeksikan potensi kenaikan besar untuk altcoin tersebut.

Dalam analisis teknikal di grafik mingguan, ia menilai XRP masih bergerak mengikuti pola ekspansi modal jangka panjang dengan kemiringan pertumbuhan tahunan sekitar 32 persen sejak periode 2014 hingga 2016.
Menurut Ninedex, XRP telah berhasil bertransformasi dari small-cap altcoin menjadi aset kripto utama dengan struktur channel yang terus naik dalam beberapa siklus pasar terakhir.
Ia menilai area support utama XRP saat ini berada di zona Fibonacci 0,382 yang disebut sebagai “blue line,” area yang berhasil dipertahankan kuat sepanjang periode 2022 hingga 2024.
Ia juga melihat beberapa indikator teknikal mulai menunjukkan perubahan tren bullish jangka panjang. Dalam analisisnya, indikator stochastic mingguan disebut telah memantul dari area oversold ekstrem di level 15 menuju 20 poin. Sementara itu, indikator MACD disebut mulai membentuk golden cross dengan oscillator yang bergerak ke area positif.
Ninedex menilai resistance terdekat XRP masih berada di area US$2 dan harus ditembus terlebih dahulu sebelum melanjutkan kenaikan lebih tinggi. Namun ia menyebut struktur mingguan XRP saat ini memiliki peluang besar untuk mencapai target awal di kisaran US$5 apabila momentum bullish terus berlanjut.
“Melihat MACD dan stochastic pada grafik mingguan, XRP tampaknya sudah membentuk dasar (bottom) yang sangat kuat,” ujar Ninedex.
Ia bahkan menilai potensi pergerakan XRP bisa jauh lebih besar apabila pasar kembali mengalami fase euforia seperti siklus tahun 2018. Dalam skenario tersebut, Ninedex memperkirakan harga XRP berpeluang mengalami lonjakan hebat hingga mendekati area US$20.
Dengan dimulainya perdagangan futures XRP nonstop di CME dan meningkatnya optimisme analis teknikal, pergerakan harga XRP kini menjadi salah satu yang paling dipantau pasar kripto menjelang akhir Mei 2026.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


