CME Group Bersiap Hadirkan Futures Cardano, Chainlink dan Stellar

CME Group, salah satu bursa derivatif terbesar di dunia, telah mengumumkan rencana peluncuran kontrak berjangka (futures) untuk tiga altcoin utama, yakni Cardano (ADA), Chainlink (LINK) dan Stellar (XLM).

Produk baru ini dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 9 Februari 2026 dan akan melengkapi lini derivatif kripto CME Group yang sebelumnya telah mencakup Bitcoin, Ether, Solana, serta XRP.

Peluncuran ini bertujuan memperluas pilihan instrumen perdagangan bagi pelaku pasar global, baik institusional maupun ritel. CME Group akan menyediakan dua ukuran kontrak untuk masing-masing aset, yaitu versi standar dan versi mikro.

Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan risiko, efisiensi modal, serta akses yang lebih luas terhadap pasar derivatif kripto.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Dengan kontrak berjangka Cardano, Chainlink dan Stellar berukuran mikro dan besar yang baru ini, pelaku pasar kini akan memiliki pilihan yang lebih luas dengan fleksibilitas yang lebih baik dan efisiensi modal yang lebih tinggi,” ujar Kepala Produk Kripto Global CME Group, Giovanni Vicioso, dalam siaran pers pada Kamis (15/1/2026).

BACA JUGA:  Kenapa Proses Hukum Timothy Ronald Terasa Lambat?

Langkah ini menandai kelanjutan strategi CME Group dalam memperluas penawaran derivatif aset digital, seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen kripto yang diperdagangkan di platform bursa berjangka.

CME Group Perluas Cakupan Futures dengan Kontrak Mikro

Dalam pengumuman resminya, CME Group menjelaskan bahwa kontrak berjangka Cardano akan tersedia dalam ukuran 100.000 ADA untuk kontrak standar dan 10.000 ADA untuk kontrak mikro.

Sementara itu, kontrak Chainlink akan ditawarkan dalam ukuran 5.000 LINK untuk versi standar dan 250 LINK untuk versi mikro. Untuk Stellar, CME Group menyiapkan kontrak berukuran 250.000 XLM dan versi mikro sebesar 12.500 XLM.

Penyediaan dua ukuran kontrak ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmen pasar. Kontrak standar umumnya digunakan oleh pelaku institusional atau trader dengan modal besar, sedangkan kontrak mikro ditujukan bagi trader ritel yang membutuhkan eksposur lebih kecil dan pengelolaan risiko yang lebih terukur.

Dengan penambahan Cardano, Chainlink dan Stellar, CME Group kini menawarkan cakupan aset kripto yang semakin luas. Produk-produk tersebut melengkapi kontrak berjangka Bitcoin dan Ether yang telah lama menjadi andalan, serta kontrak untuk Solana dan XRP yang lebih baru.

BACA JUGA:  Epstein Files Buka Tabir Rivalitas di Dunia Kripto

CME Group juga menyediakan opsi berbasis futures untuk beberapa aset kripto utama, memberikan variasi strategi lindung nilai dan spekulasi bagi pelaku pasar.

Perluasan ini mencerminkan perkembangan pasar derivatif kripto yang semakin matang. Permintaan terhadap instrumen berjangka berbasis aset digital terus meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah investor yang memasukkan kripto ke dalam portofolio mereka.

Permintaan Derivatif Meningkat di Pasar Kripto

CME Group mencatat kinerja kuat pada segmen derivatif kripto sepanjang 2025. Bursa tersebut melaporkan rekor volume perdagangan harian rata-rata sekitar 278.300 kontrak, dengan rata-rata open interest mencapai sekitar 313.900 kontrak.

Angka ini menunjukkan tingkat partisipasi pasar yang tinggi serta minat berkelanjutan terhadap produk derivatif kripto yang ditawarkan CME Group.

Pertumbuhan volume dan open interest ini menjadi latar belakang penting bagi keputusan CME Group untuk memperluas penawaran produknya. Dengan menambahkan futures Cardano, Chainlink dan Stellar, CME Group berupaya memenuhi permintaan pasar terhadap eksposur yang lebih beragam di luar Bitcoin dan Ether.

BACA JUGA:  CME Group Jajaki Tokenisasi untuk Pasar Keuangan Institusional

Dari sisi mitra industri, NinjaTrader, platform perdagangan yang terafiliasi dengan CME Group, juga menyoroti perubahan besar dalam adopsi aset digital secara global.

“Aset digital mencapai titik balik global karena semakin menjadi arus utama dan semakin terintegrasi ke dalam portofolio investor,” ujar CEO NinjaTrader, Martin Franchi.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa kripto tidak lagi diperlakukan sebagai aset spekulatif semata, melainkan mulai diakui sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih luas.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia