CME Group Jajaki Tokenisasi untuk Pasar Keuangan Institusional

Eksperimen tokenisasi perlahan masuk ke jantung pasar keuangan. CME Group, bursa derivatif berbasis di Chicago, kini mengkaji kemungkinan menerbitkan token miliknya sendiri. Langkah ini muncul di tengah upaya lebih luas untuk memanfaatkan tokenisasi.

CME Group Mulai Kaji Implementasi Tokenisasi

Dalam paparan kinerja keuangan pada Rabu (04/02/2026), Terrence Duffy, Chairman dan CEO CME Group, menjelaskan bahwa perusahaan mereka saat ini tengah meninjau ulang konsep margin tradisional. 

Evaluasi tersebut mencakup penggunaan kas yang ditokenisasi serta kemungkinan penerbitan token internal CME Group yang berpotensi berjalan di atas jaringan blockchain yang terdesentralisasi.

“Kami tidak hanya mengkaji penggunaan kas yang ditokenisasi, tetapi juga berbagai inisiatif terkait koin milik kami sendiri yang berpotensi ditempatkan di jaringan terdesentralisasi agar dapat digunakan oleh pelaku industri lainnya,” ujar Duffy.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ia menilai, legitimasi penerbit menjadi faktor krusial dalam adopsi token sebagai agunan. Menurutnya, token yang diterbitkan oleh lembaga keuangan yang memiliki signifikansi sistemik cenderung lebih dipercaya dibanding aset yang diterbitkan oleh institusi berskala kecil.

BACA JUGA:  Komentar GameStop Bikin Memecoin PUNCH Melejit Tajam

Agunan yang diterbitkan oleh lembaga keuangan yang tergolong penting secara sistemik, menurut Duffy, dapat memberikan rasa aman bagi pelaku pasar dibandingkan token yang diterbitkan oleh bank lapis ketiga atau keempat.

Meski wacana token CME mulai dibuka ke publik, perusahaan belum merinci desain, fungsi, maupun skema operasional token tersebut. CME menegaskan bahwa inisiatif ini berdiri terpisah dari proyek tokenisasi lain yang saat ini tengah diuji.

Uji Coba dengan Google dan Ekspansi Kripto CME

Pernyataan Duffy terkait tokenized cash merujuk pada kolaborasi CME Group dengan Google Cloud yang diumumkan pada Maret lalu. Dalam kolaborasi ini, kedua pihak menguji infrastruktur blockchain untuk pembayaran grosir dan tokenisasi aset.

Uji coba tersebut memanfaatkan Universal Ledger milik Google Cloud sebagai fondasi teknologi. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung transaksi berskala institusional serta mempercepat proses settlement berbasis aset digital.

BACA JUGA:  Skyholic: Kripto Rusak Bukan Karena Teknologi, Tapi Manusianya

Di luar eksperimen tokenisasi, CME Group juga memperkuat eksistensinya di pasar kripto teregulasi. Bursa ini mengoperasikan kontrak futures dan opsi untuk berbagai kelas aset, termasuk kripto, yang terus mengalami peningkatan minat dari investor institusional.

Crypto Index Nasdaq dan CME Group Siap Meluncur

Pada Januari CME menyatukan penawaran indeks kripto bersama Nasdaq dalam Nasdaq-CME Crypto Index serta menargetkan perdagangan kripto 24 jam penuh mulai awal 2026, dengan menunggu persetujuan regulator.

Sejalan dengan Tren Bank Besar AS

Langkah CME menempatkannya sejalan dengan tren yang lebih luas di lembaga keuangan tradisional, khususnya di Amerika Serikat. Bank-bank besar mulai aktif mengeksplorasi token dan stablecoin sebagai solusi efisiensi pembayaran dan settlement.

Bank of America sebelumnya menyatakan tengah mengkaji penggunaan stablecoin untuk memodernisasi sistem pembayaran globalnya. Pendekatan ini dipandang sebagai cara mempercepat transaksi lintas negara dan menekan biaya operasional.

BACA JUGA:  Waspada! Pola Bear Market Bitcoin 2014 Muncul Lagi di 2026

Sementara itu, JPMorgan sebelumnya telah lebih dulu meluncurkan JPM Coin. Di sisi lain, Fidelity Investments juga bersiap merilis stablecoin berbasis dolar AS bernama Fidelity Digital Dollar.

Namun, di tengah inovasi yang kian cepat, tekanan regulasi menguat. Bank-bank besar AS mendukung token pembayaran, tetapi menolak stablecoin berbunga. Isu ini kini dibahas di kongres melalui CLARITY Act, menegaskan bahwa tokenisasi sudah menjadi persoalan kebijakan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia