Co-Founder Indodax: Waspada Dampak Ekonomi Akibat Perang Iran–AS

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran di pasar global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya memunculkan risiko militer, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Co-Founder Indodax, Oscar Darmawan, melalui sebuah unggahan di X pada Minggu (09/03/2026) memperingatkan bahwa dampak terbesar dari konflik tersebut kemungkinan justru terjadi melalui jalur ekonomi.

Perang Ekonomi Iran dengan AS Bisa Hantam Dunia

Oscar Darmawan menilai konflik Iran–AS tidak hanya soal kekuatan militer, tetapi juga strategi ekonomi yang lebih luas. Ia menyoroti bagaimana kedua negara berpotensi menggunakan tekanan ekonomi sebagai senjata utama.

“Pertempuran Iran US ini akan berdampak semua orang di dunia bukan secara militer tapi secara ekonomi karena satu-satunya cara Iran maupun US menang ya melalui serangan ekonomi,” tulis Oscar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pendiri salah satu crypto exchange terbesar di Tanah Air itu menjelaskan bahwa AS memiliki kepentingan strategis untuk menekan ekonomi China dengan membatasi pasokan minyak dari Venezuela dan Iran. Langkah ini bisa memberi tekanan pada pasar energi.

Konflik Memanas, Kripto Jadi Pelarian Baru Warga Iran?

Di sisi lain, Iran juga diyakini memiliki strategi tersendiri. Karena sulit menang secara militer melawan AS, Iran dapat mencoba menekan ekonomi kawasan Timur Tengah, salah satunya dengan ancaman blokade di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

BACA JUGA:  RAI Token yang Dipromosikan Jhon LBF Delisting dari Indodax

“Disatu sisi Iran juga menggunakan strategi menawan ekonomi semenanjung Arab karena tidak akan menang melawan US secara militer salah satunya dengan blokade Selat Hormuz,” lanjutnya.

Oscar menambahkan bahwa jika konflik Iran-AS berlarut-larut, dampaknya bisa terasa oleh masyarakat melalui kenaikan harga berbagai barang dalam beberapa minggu ke depan. Ia mengingatkan potensi dampak ekonomi yang besar dari situasi tersebut.

Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Pasar Global

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terasa dampaknya di berbagai pasar. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu ketidakpastian yang membuat investor di berbagai kelas aset menjadi lebih berhati-hati.

Gejolak mulai terlihat pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Kabar tersebut langsung memicu kepanikan di pasar keuangan dan mendorong tekanan pada sejumlah aset berisiko.

BACA JUGA:  Muhammadiyah Kaji Ulang Hukum Investasi Kripto

Saat itu BTC diperdagangkan di sekitar US$68.000. Namun, setelah berita serangan menyebar, tekanan jual meningkat dan harga Bitcoin turun ke bawah US$64.000 dalam waktu kurang dari 48 jam ketika pasar kembali aktif pada 2 Maret.

Konflik Iran Memanas, Apa AS Bisa Menyita BTC Negara Ini?

Sentimen membaik setelah muncul laporan bahwa Iran mencoba membuka jalur negosiasi. Bitcoin pun sempat melonjak hingga US$73.700 sebelum kembali turun ke kisaran US$70.000 karena pasar menunggu perkembangan konflik dan data ekonomi AS.

Selain kripto, pasar energi juga bergejolak. Harga minyak mentah WTI sempat naik mendekati US$85 per barel dan bahkan menembus US$94 sebelum terkoreksi kembali ke sekitar US$88, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

Secara keseluruhan, konflik Iran–AS menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dapat dengan cepat memengaruhi ekonomi global, mulai dari harga energi hingga sentimen pasar keuangan. 

BACA JUGA:  Bos Indodax Bahas Cara Prediksi Bottom Harga Bitcoin

Jika konflik mereda, stabilitas pasar berpeluang kembali pulih. Namun, jika eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berkepanjangan, volatilitas pasar serta tekanan terhadap ekonomi global kemungkinan masih akan terus berlanjut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait