Coinbase Global Inc. telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Echo, sebuah platform yang memungkinkan perusahaan kripto menghimpun modal langsung di blockchain.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, nilai akuisisi tersebut diperkirakan mencapai US$375 juta, dengan metode pembayaran menggunakan kombinasi tunai dan saham.
Dari Bursa Kripto ke Platform Fundraising
Kesepakatan tersebut menandai langkah penting bagi Coinbase dalam memperluas model bisnisnya dari perdagangan aset digital menuju sektor penggalangan dana berbasis blockchain.
Echo dikenal sebagai platform yang memberikan kemudahan bagi proyek-proyek kripto dalam menggalang dana, baik secara publik maupun privat, melalui penerbitan token.
Sejak diluncurkan, Echo telah membantu berbagai proyek mengumpulkan lebih dari US$200 juta. Dengan teknologi yang mereka kembangkan, penggalangan dana dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Seorang sumber yang mengetahui kesepakatan ini menyebutkan bahwa integrasi Echo ke dalam ekosistem Coinbase akan berlangsung secara bertahap.
“Kami melihat potensi besar dalam membawa infrastruktur fundraising on-chain ke lebih banyak pengguna,” ujar salah satu perwakilan Coinbase.
Echo Tetap Mandiri, Coinbase Fokus pada Ekspansi Web3
Echo akan tetap beroperasi sebagai entitas independen dalam tahap awal akuisisi ini. Produk publik utamanya, Sonar, rencananya akan diintegrasikan ke dalam layanan Coinbase untuk memperluas akses terhadap penggalangan dana berbasis blockchain.
Pendiri Echo, Jordan Fish, yang dikenal di komunitas kripto sebagai “Cobie,” menyatakan bahwa kolaborasi ini akan mempercepat adopsi teknologi blockchain di sektor investasi.
Dari sisi pasar, langkah Coinbase ini dinilai sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis di tengah meningkatnya kompetisi antar bursa kripto global.
Sepanjang 2025, saham Coinbase telah mencatat kenaikan sekitar 40 persen, mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan memperluas lini bisnisnya. Melalui akuisisi ini, Coinbase berpotensi memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan keuangan terintegrasi di dunia Web3.
Namun demikian, langkah ini juga menghadirkan sejumlah tantangan. Aktivitas penggalangan dana menggunakan token masih berada dalam wilayah abu-abu secara hukum di banyak negara, termasuk AS.
Coinbase diperkirakan harus berkoordinasi dengan otoritas keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi sekuritas dan perlindungan investor.
Para analis menilai, akuisisi Echo menunjukkan keseriusan Coinbase dalam memanfaatkan momentum pertumbuhan ekosistem blockchain yang kian matang.
Dengan menggabungkan layanan perdagangan, tokenisasi dan investasi on-chain, Coinbase dapat memperluas jangkauan ke segmen institusional dan proyek inovatif di sektor Web3.
Jika integrasi berjalan mulus, langkah ini berpotensi menjadikan Coinbase bukan hanya sebagai bursa kripto terbesar di AS, tetapi juga sebagai pusat ekosistem penggalangan dana digital global.
Dengan nilai akuisisi sebesar US$375 juta, kesepakatan ini menandai salah satu investasi strategis terbesar Coinbase sepanjang 2025.
Perusahaan berharap sinergi antara kedua platform tersebut dapat membuka era baru dalam penggalangan dana kripto yang lebih terbuka, transparan, dan efisien bagi para pelaku industri di seluruh dunia. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



