Coinbase dituduh kena hack oleh Ari Paul, pendiri BlockTower Capital, yang mengklaim perusahaannya kehilangan dana US$25 juta (sekitar Rp446 miliar) di bursa kripto tersebut dan bahwa Coinbase menutupinya, tetapi tuduhan ini belum terbukti.
Kalau kamu pengguna Coinbase atau sedang mempertimbangkan menyimpan aset kripto di exchange, kabar ini layak kamu ikuti. Coinbase dituduh kena hack bukan oleh pengguna biasa, melainkan oleh pendiri perusahaan investasi kripto institusional. Yuk, kita bahas satu per satu dengan tenang.
BACA JUGA: Sekarang Investor Bisa Ikut IPO di Coinbase, Begini Caranya!
Siapa yang menuduh Coinbase kena hack?
Penuduhnya adalah Ari Paul, pendiri sekaligus chief investment officer BlockTower Capital. Melansir laman AltcoinGordon, BlockTower adalah perusahaan investasi aset digital yang mengelola dana klien institusional dan individu berkekayaan tinggi. Perusahaan seperti ini biasanya menitipkan dana besar di layanan kustodian exchange. Karena itu, tuduhan Paul terasa sangat serius bagi industri.
Kronologi Coinbase dituduh kena hack
Awalnya, seorang pengguna X bernama Kuno mengaku Coinbase “mencuri” dana sebesar US$1,2 juta darinya. Investor kripto terkenal Cobie membalas dan menilai unggahan Kuno kemungkinan hanya pancingan interaksi, karena Kuno disebut sedang mempromosikan sebuah token.
Paul kemudian ikut menanggapi utas tersebut. Ia menulis bahwa beberapa tahun lalu Coinbase “menghilangkan” dana US$25 juta milik perusahaannya. Setelah ditelusuri, katanya, Coinbase ternyata menutupi peretasan besar yang berulang, dan uang mereka tak kunjung dikembalikan. Paul juga mengklaim menemukan sedikitnya belasan perusahaan lain yang terdampak, dengan total dana yang disembunyikan lebih dari US$1 miliar.
Coinbase “lost” $25m of my firm’s a couple years ago. Turned out they were actually covering up massive and repeated hacks. Still wouldn’t return our money. We traced this to at least a dozen other affected firms and over $1b covered up. That’s all I can say for now as…
— Ari Paul (@AriDavidPaul) September 28, 2026
Paul mengaku hanya bisa menyampaikan sebatas itu karena masih ada beberapa proses hukum yang berjalan. Itu pula alasan ia belum membagikan bukti apa pun.
Bagaimana respons Coinbase atas tuduhan ini?
Akun Coinbase Support membalas sekitar 20 menit setelah unggahan Paul dan mengatakan sudah mengirim pesan langsung agar bisa menelusuri masalahnya bersama Paul. Sampai artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi rinci dari Coinbase yang membantah atau membenarkan tuduhan tersebut.
We just sent you a DM, so we can look into this right now with you. Follow up with us here when you get a chance. https://t.co/lVqd7e12Qg
— Coinbase Support (@CoinbaseSupport) September 28, 2026
Beda dengan Kebocoran Data Coinbase Tahun 2025
Supaya tidak salah paham, tuduhan ini berbeda dari insiden yang sudah diakui Coinbase sebelumnya. Melansir The Cryptonomist, pada 2025 Coinbase mengonfirmasi kebocoran data akibat staf dukungan pelanggan di luar Amerika Serikat yang disuap.
Data pelanggan yang bocor dipakai untuk penipuan dengan berpura-pura menjadi petugas Coinbase. Coinbase menyatakan kata sandi dan kunci privat tidak ikut bocor. Sejauh ini belum ada bukti yang menghubungkan insiden itu dengan klaim Paul.
Dampak Jika Coinbase dituduh Kena Hack ini Terbukti
Melansir AltcoinGordon, jika tuduhan terbukti, Coinbase bisa menghadapi sorotan regulator. Sebagai perusahaan yang tercatat di bursa saham, Coinbase punya kewajiban melaporkan insiden material kepada pemegang saham dan regulator. Kepercayaan investor institusional terhadap kustodian exchange juga bisa terguncang.
Bagi kamu yang masih pemula, kasus ini mengingatkan pentingnya memahami risiko menyimpan aset di exchange, termasuk opsi self-custody. Tapi ingat, saat ini semua masih berupa tuduhan. Angka US$25 juta dan klaim penutupan hack belum diverifikasi secara independen, dan Coinbase belum memberikan bantahan atau konfirmasi rinci.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


