Coinbase, bursa kripto terbesar di AS, resmi meluncurkan layanan staking kripto di New York setelah memperoleh persetujuan dari New York Department of Financial Services (NYDFS).
Keputusan ini menandai langkah penting, mengingat New York selama ini dikenal sebagai salah satu yurisdiksi dengan regulasi kripto paling ketat. Dengan izin tersebut, penduduk New York kini dapat melakukan staking aset digital seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) melalui platform Coinbase.
Layanan baru ini juga melengkapi ekspansi Coinbase yang kini mencakup 46 negara bagian di AS. Sebelumnya, sebagian wilayah, termasuk California, Maryland, New Jersey dan Wisconsin, masih menolak atau membatasi layanan staking kripto.
Coinbase menegaskan bahwa ekspansi ke New York menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperluas akses layanan berbasis blockchain ke lebih banyak pengguna.
Latar Belakang Regulasi dan Sengketa dengan SEC
Peluncuran ini berlangsung setelah Coinbase melewati periode sengketa hukum dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait layanan staking. SEC sebelumnya menuding bahwa layanan tersebut tergolong sekuritas yang tidak terdaftar.
Namun, pada Februari 2025, SEC memutuskan untuk mencabut gugatan perdata terhadap Coinbase, sehingga memberi ruang bagi perusahaan melanjutkan operasionalnya secara lebih leluasa.
Coinbase menyatakan bahwa hingga kini belum ada pengguna yang mengalami kerugian aset saat menggunakan layanan staking di platform-nya.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan staking yang aman, transparan dan sesuai aturan, sekaligus memperluas akses bagi pengguna di berbagai negara bagian,” ujar perwakilan Coinbase dalam keterangan resmi.
Selain itu, perusahaan menekankan bahwa mayoritas negara bagian tidak menentang layanan staking kripto. Dari total 50 negara bagian, hanya sebagian kecil yang masih belum memberikan izin penuh.
Dengan masuknya New York, Coinbase kini mengklaim memiliki landasan regulasi yang semakin kuat untuk mengembangkan layanan berbasis imbal hasil.
Dampak Ekspansi dan Inisiatif Sosial di New York
Ekspansi layanan staking kripto di New York dipandang sebagai preseden penting bagi industri kripto AS. New York yang sebelumnya dikenal ketat dengan aturan BitLicense kini membuka ruang lebih luas bagi layanan berbasis yield.
Hal ini dinilai dapat mendorong negara bagian lain untuk meninjau kembali kebijakan mereka terhadap staking.
Bagi pengguna, layanan ini hanya dapat diakses setelah memenuhi persyaratan tertentu, seperti memiliki akun aktif, berada di yurisdiksi yang diizinkan, serta melengkapi identifikasi pajak bila diperlukan.
Meskipun menjanjikan imbal hasil, Coinbase juga mengingatkan bahwa staking kripto tetap mengandung risiko, antara lain potensi kegagalan validator, keterlambatan proses un-staking, hingga fluktuasi mekanisme blockchain.
Selain pengembangan layanan keuangan, Coinbase turut mendukung program sosial di New York. Perusahaan berpartisipasi dalam proyek uji coba pendapatan dasar berbasis kripto dengan menyalurkan sekitar US$12.000 dalam bentuk stablecoin USDC kepada warga berpenghasilan rendah.
Langkah ini menunjukkan bahwa Coinbase tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada pemanfaatan kripto untuk tujuan sosial dan inklusi keuangan.
Dengan peluncuran resmi di New York, Coinbase semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri kripto AS.
Perluasan akses ke 46 negara bagian sekaligus menegaskan bahwa layanan staking kripto kini semakin diakui sebagai bagian penting dari ekosistem blockchain modern, meski regulasi di tingkat federal masih terus diperdebatkan. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



