Coinbase Siap Bawa XRP ke Liga Besar Lewat Kontrak Berjangka

Coinbase Derivatives sedang bersiap membuka babak baru dalam perdagangan aset digital. Mereka telah mengajukan aplikasi self-certification ke Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) untuk meluncurkan kontrak berjangka XRP, yang direncanakan akan mulai diperdagangkan pada 21 April 2025.

Produk tersebut akan menjadi salah satu dari sedikit kontrak berjangka berbasis XRP yang diatur secara resmi, dan dirancang khusus untuk melayani pasar institusional yang semakin penasaran dengan aset digital.

Di satu sisi, peluncuran ini hadir di tengah situasi pasar yang sedang tidak nyaman. Saham perusahaan yang berkaitan dengan kripto, termasuk Coinbase, ikut merosot setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan rencana penerapan tarif baru, yang langsung memicu kecemasan akan perang dagang global.

Saham Coinbase sendiri turun sekitar 4 persen. Tak hanya itu, Bitcoin dan Ether juga ikut terseret turun masing-masing 2,3 persen dan 3,3 persen. Bisa dibilang, momen pengajuan kontrak berjangka ini datang saat pasar sedang mencari arah, mirip seperti pengemudi yang mencoba membaca GPS di tengah kabut tebal.

Kontrak Berjangka XRP Dirancang untuk Kenyamanan Investor Besar

Rencana Coinbase ini bukan sekadar tempelan produk baru. Kontraknya akan berbentuk bulanan, margin dan diselesaikan secara tunai, yang artinya, investor tidak harus memegang XRP secara langsung.

Setiap kontrak mewakili 10.000 XRP, dan untuk menjaga pasar tetap stabil, sistem ini akan menggunakan mekanisme penghentian perdagangan jika harga spot XRP bergerak lebih dari 10 persen dalam satu jam.

Pendekatan ini memberi sinyal bahwa Coinbase ingin mendekatkan aset digital ke jalur-jalur yang sudah dikenal oleh investor besar, layaknya jalan tol khusus untuk kendaraan berat yang tidak bisa lewat jalan sempit.

Dengan kontrak yang diatur dan struktur yang familiar, institusi punya alasan kuat untuk masuk ke pasar XRP dengan percaya diri.

XRP Makin Dilirik, Posisi Pasar Kian Kuat

Saat ini, XRP berada di posisi keempat dalam kapitalisasi pasar kripto global, tepat di bawah Bitcoin, Ethereum dan USDT. Dominasi ini membuat XRP menjadi kandidat yang wajar untuk produk derivatif seperti berjangka.

Lebih lanjut lagi, setelah kejelasan hukum dari pengadilan AS pada 2023 yang menyatakan bahwa XRP bukan sekuritas, minat terhadap koin ini memang makin meningkat, baik dari ritel maupun institusi.

Namun demikian, Coinbase bukan satu-satunya pihak yang melihat peluang di sini. Sebelumnya, pada Maret 2025, bursa derivatif Bitnomial juga telah meluncurkan kontrak berjangka XRP yang disetujui oleh CFTC.

Artinya, persaingan akan cukup panas. Tapi seperti yang sering terjadi di pasar bebas, siapa yang memberi kenyamanan lebih kepada pengguna, dialah yang menang.

Perpaduan Timing dan Strategi

Memang agak ironis, peluncuran kontrak berjangka ini justru datang di saat pasar sedang gelisah karena gejolak geopolitik dan kebijakan ekonomi AS. Tapi di balik itu, bisa saja ini adalah momen yang justru membuka ruang baru.

Layaknya investor yang tahu bahwa waktu terbaik untuk beli justru saat semua orang takut, mungkin Coinbase berharap institusi melihat ini sebagai peluang, bukan ancaman.

Dari sisi strategi, Coinbase tampaknya paham betul bahwa produk derivatif adalah alat penting untuk menarik likuiditas. Dengan memfasilitasi kontrak berjangka XRP, mereka ingin menciptakan pasar yang lebih dalam, lebih stabil, dan tentu saja, lebih menarik untuk investor besar yang tidak suka kejutan seperti naik roller coaster.

Harapan Baru atau Risiko Tambahan?

Bagi banyak pelaku pasar, kehadiran kontrak berjangka ini bisa menjadi alat lindung nilai yang sangat dibutuhkan. Tapi tidak sedikit juga yang bertanya-tanya, apakah langkah ini akan membawa lebih banyak spekulasi, atau justru memperkuat posisi XRP sebagai aset digital yang semakin matang?

Wajar jika muncul pertanyaan seperti itu. Pasar kripto memang dikenal liar dan menambahkan instrumen derivatif seperti ini bisa membuatnya makin rumit. Namun jika dikendalikan dengan mekanisme yang tepat, risiko itu bisa ditekan, atau setidaknya diarahkan ke jalur yang lebih terkendali.

Pada akhirnya, langkah Coinbase ini terasa seperti upaya untuk membawa XRP ke liga yang lebih besar, sekelas dengan Bitcoin dan Ethereum yang sudah punya kontrak berjangka lebih dulu.

Apakah pasar akan menyambutnya dengan tangan terbuka, atau justru dengan rasa waswas, itu masih harus kita lihat dalam beberapa minggu ke depan. Yang pasti, semua mata akan tertuju ke tanggal 21 April. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait