Tether tercatat sebagai protokol kripto dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2025, berdasarkan laporan riset tahunan CoinGecko.
Perusahaan penerbit stablecoin USDT itu membukukan pendapatan sekitar US$5,2 miliar, atau setara 41,9 persen dari total pendapatan 168 protokol kripto yang dianalisis. Capaian tersebut menempatkan Tether jauh di atas jaringan Tron maupun berbagai protokol trading yang selama ini mendominasi pasar.
Data tersebut dipublikasikan dalam laporan bertajuk CoinGecko 2025 Annual Crypto Industry Report yang dirilis pada awal Januari 2026. Laporan ini mengulas kinerja finansial sektor kripto global sepanjang tahun 2025, mencakup penerbit stablecoin, jaringan blockchain, serta platform perdagangan terpusat dan terdesentralisasi.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa dominasi Tether menjadi faktor utama yang mendorong penguatan sektor stablecoin.
Dari seluruh pendapatan protokol yang tercatat, empat penerbit stablecoin menyumbang sekitar 65,7 persen atau setara US$8,3 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa model bisnis berbasis stablecoin semakin menjadi tulang punggung industri kripto.
Tether memperoleh pendapatan terutama dari pengelolaan cadangan aset, imbal hasil surat utang negara, serta aktivitas penerbitan dan penebusan USDT di berbagai jaringan blockchain. Tingginya permintaan terhadap USDT di pasar global membuat posisi Tether semakin menguat sepanjang 2025.
Dominasi Stablecoin Dorong Kinerja Tether
Menurut CoinGecko, keberhasilan Tether tidak terlepas dari perannya sebagai stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Sepanjang 2025, USDT tetap menjadi alat transaksi utama dalam perdagangan aset digital, transfer lintas jaringan, serta aktivitas DeFi dan pembayaran kripto.
Tether digunakan secara luas di berbagai blockchain, termasuk Ethereum, Tron, dan jaringan layer-2 lainnya. Namun, volume terbesar transaksi USDT tercatat berada di jaringan Tron, yang dikenal memiliki biaya rendah dan kecepatan tinggi.
Tingginya aktivitas tersebut membuat Tether mampu mempertahankan arus pendapatan yang stabil, bahkan ketika pasar kripto mengalami fluktuasi.
Laporan CoinGecko mencatat bahwa saat sebagian protokol mengalami penurunan pendapatan akibat melemahnya volume perdagangan, Tether tetap mencatat pertumbuhan yang konsisten.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana stablecoin, khususnya Tether, berfungsi sebagai infrastruktur utama dalam ekosistem kripto. Tidak hanya sebagai alat lindung nilai dari volatilitas harga, USDT juga menjadi medium likuiditas yang menopang aktivitas perdagangan global.
Tron dan Protokol Trading Tertinggal
Di posisi kedua, jaringan Tron mencatat pendapatan sekitar US$3,5 miliar sepanjang 2025. Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari biaya transaksi, terutama yang berkaitan dengan aktivitas USDT.
Tron dikenal sebagai salah satu jaringan utama bagi distribusi dan transfer Tether, khususnya di kawasan Asia dan negara berkembang.
Meski mencatatkan angka besar, pendapatan Tron masih terpaut jauh dari Tether. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ekonomi terbesar dalam ekosistem kripto tidak lagi hanya berasal dari jaringan blockchain, melainkan dari penerbit stablecoin itu sendiri.
Sementara itu, protokol perdagangan, baik bursa terpusat (CEX) maupun terdesentralisasi (DEX), mengalami tekanan sepanjang 2025. CoinGecko mencatat bahwa pendapatan platform trading sangat bergantung pada volatilitas dan minat spekulatif pasar. Ketika aktivitas perdagangan menurun, pendapatan mereka ikut tertekan.
Beberapa protokol sempat mencatat lonjakan pendapatan pada periode tertentu, terutama saat terjadi pergerakan harga ekstrem. Namun, secara keseluruhan, kontribusi sektor trading masih berada di bawah dominasi stablecoin, khususnya Tether.
Laporan CoinGecko juga menunjukkan bahwa perubahan struktur pendapatan ini mencerminkan pergeseran karakter industri kripto. Ekosistem semakin bergantung pada aset stabil dan likuid, dibandingkan pada aktivitas spekulatif jangka pendek.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



