CoinShares: Wall Street Jual Bitcoin, Bank Besar Justru Tambah Posisi

Kepemilikan Bitcoin oleh investor profesional mengalami penurunan hebat pada kuartal pertama (Q1) 2026.

Berdasarkan laporan terbaru CoinShares yang menganalisis data formulir 13F di AS pada Rabu (3/6/2026), total kepemilikan Bitcoin yang dilaporkan investor institusional turun dari sekitar 313.000 BTC pada akhir kuartal IV 2025 menjadi 261.000 BTC pada akhir kuartal I 2026.

Institusi BTC 6 jun

Penurunan sekitar 52.500 BTC atau 17 persen tersebut terjadi di tengah aksi pengurangan eksposur yang dilakukan sejumlah pelaku besar Wall Street, terutama hedge fund dan perusahaan pialang.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa sekitar 95 persen dari total penurunan kepemilikan berasal dari dua kelompok investor tersebut. Hedge fund tercatat mengurangi eksposur sekitar 31.400 BTC atau turun 39 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, pialang memangkas kepemilikan sekitar 18.800 BTC, setara penurunan 53 persen.

institusi bitcoin 6 jn

Secara nilai, total kepemilikan yang dilaporkan melalui formulir 13F juga menyusut dari sekitar US$27,4 miliar menjadi US$17,8 miliar selama periode yang sama.

Selain dipengaruhi oleh aksi jual, penurunan tersebut juga terjadi seiring melemahnya harga Bitcoin pada awal tahun. CoinShares juga mencatat porsi Bitcoin ETF yang dimiliki pelapor 13F turun dari 24,7 persen menjadi 20,8 persen.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terjun Bebas, Namun Data Ini Mengungkap Hal Tak Terduga

Menurut CoinShares, faktor utama di balik pengurangan posisi tersebut adalah berkurangnya daya tarik strategi arbitrase yang selama ini banyak dimanfaatkan hedge fund. Penyempitan selisih harga antara Bitcoin ETF spot dan kontrak futures membuat peluang keuntungan menjadi lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, sebagian investor institusional disebut mulai mengalihkan sebagian modal mereka ke sektor lain yang dianggap lebih menarik dalam jangka pendek, termasuk kecerdasan buatan (AI) serta logam mulia.

Aksi Jual Wall Street Belum Goyahkan Investor Institusional Besar

Beberapa nama besar Wall Street turut tercatat melakukan pengurangan eksposur selama kuartal pertama. Morgan Stanley dilaporkan keluar dari posisi yang setara dengan sekitar 8.300 BTC. Sementara itu, Jane Street memangkas kepemilikannya hingga sekitar 10.800 BTC.

Meski demikian, data CoinShares menunjukkan bahwa tidak seluruh kelompok investor institusional mengambil langkah serupa. Kelompok financial advisor justru relatif mempertahankan kepemilikan mereka.

Sepanjang kuartal pertama, kepemilikan kelompok tersebut hanya turun sekitar 6 persen dan masih menguasai sekitar 150.300 BTC atau hampir 58 persen dari total kepemilikan yang tercatat dalam laporan 13F.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki: Inflasi Melonjak, Saatnya Lirik Bitcoin

CoinShares menilai karakter dana yang dikelola financial advisor berbeda dengan hedge fund. Sebagian besar berasal dari rekening pensiun, layanan wealth management dan investasi jangka panjang yang cenderung tidak mudah keluar dari pasar saat terjadi volatilitas.

Dalam laporannya, CoinShares menyebut bahwa arus modal dari kelompok tersebut masih menunjukkan ketahanan dibandingkan investor yang berorientasi pada strategi perdagangan jangka pendek.

Bank Besar Mulai Menambah Eksposur Bitcoin 

Di tengah aksi pengurangan posisi yang dilakukan sebagian pelaku Wall Street, sektor perbankan justru menunjukkan arah berbeda. CoinShares mencatat total kepemilikan Bitcoin oleh bank meningkat menjadi sekitar 15.200 BTC pada kuartal pertama 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

JPMorgan Chase dan Wells Fargo termasuk institusi yang menambah eksposur mereka terhadap aset digital tersebut. Sementara itu, Citigroup untuk kali pertama melaporkan kepemilikan terkait Bitcoin dalam dokumen 13F yang diajukan kepada regulator.

“Hampir seluruh bank besar AS kini memiliki eksposur terhadap Bitcoin melalui ETF yang telah teregulasi,” ungkap laporan tersebut.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki: Banyak Investor Bitcoin Rugi Karena Alasan Ini

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya keterlibatan lembaga keuangan tradisional dalam pasar aset digital.

CoinShares juga mencatat bahwa kondisi pasar mulai berubah setelah kuartal pertama berakhir. Hingga pertengahan Mei 2026, Bitcoin ETF kembali mencatat arus masuk dana sekitar US$2,3 miliar. Jika digabungkan dengan pembelian dari perusahaan yang menerapkan strategi treasury berbasis Bitcoin, total aliran dana baru mencapai sekitar US$6,4 miliar.

Data tersebut mengindikasikan bahwa penurunan kepemilikan pada kuartal pertama lebih mencerminkan rotasi antar kelompok investor dibandingkan keluarnya institusi secara menyeluruh dari pasar.

Dengan arus dana yang kembali positif pada kuartal kedua, perhatian pasar kini tertuju pada laporan 13F berikutnya untuk melihat apakah tren akumulasi kembali berlanjut di kalangan investor profesional.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait