Coldcard Dibobol, Bitcoin Spot ETF Jadi Alternatif Baru Investor?

Peretasan Coldcard kembali memanaskan perdebatan soal cara terbaik untuk menyimpan Bitcoin. Insiden ini membuat risiko self-custody wallet crypto kembali menjadi sorotan, terutama ketika hardware wallet pun ternyata masih memiliki celah.

Di saat bersamaan, Bitcoin Spot ETF di Amerika Serikat justru menikmati arus dana yang deras. Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah sebagian investor mulai mencari alternatif dari self-custody?

Bitcoin Spot ETF Raup Inflow US$620 Juta

Permintaan terhadap Bitcoin spot ETF AS dilaporkan meningkat sepanjang pekan ini. Sejumlah produk mencatat inflow setiap hari sejak insiden Coldcard terjadi pada akhir pekan lalu.

Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, melalui grafik yang diunggah pada Kamis (06/08/2026), mencatat beberapa produk ETF di AS membukukan inflow yang cukup besar dalam beberapa hari terakhir.

“IBIT, FBTC, BITC, ARKB, dan MSBT semuanya mencatat arus dana masuk setiap hari, bahkan terus meningkat sejak peretasan Coldcard akhir pekan ini, dengan total mencapai US$620 juta,” jelasnya di X.

BACA JUGA:  Ali Martinez Bongkar Potensi Bullish Harga Bitcoin Pakai Satu Indikator Saja
Bitcoin Spot ETF Flow - Eric Balchunas
Bitcoin Spot ETF Flow – Eric Balchunas

Grafik tersebut juga memperlihatkan arus masuk positif pada beberapa produk ETF ternama. IBIT mencatat sekitar US$196,83 juta, sementara ARKB membukukan sekitar US$37,63 juta pada sesi terbaru.

Produk Bitcoin ETF FBTC dan BITB masing-masing juga mencatat inflow sekitar US$11,28 juta dan US$10,56 juta. Sementara itu, MSBT memperoleh inflow lebih kecil, yakni sekitar US$2,79 juta pada periode yang sama.

Meski berdekatan, Balchunas tidak buru-buru menarik kesimpulan. Namun, kemunculan dua peristiwa ini dalam waktu hampir bersamaan tentu memicu spekulasi mengenai kemungkinan keterkaitannya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Peretasan Coldcard Picu Kekhawatiran soal Self-Custody

Spekulasi tersebut muncul setelah eksploitasi Coldcard menguras Bitcoin senilai lebih dari US$116 juta. Menurut TRM Labs, insiden itu berdampak terhadap lebih dari 5.200 alamat wallet.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa hardware wallet bukan benteng yang sepenuhnya kebal. Kerentanan firmware maupun perangkat lunak tetap dapat membuka celah bagi serangan terhadap pengguna.

Di sinilah Bitcoin Spot ETF mulai masuk pembicaraan. Investor tetap memperoleh eksposur terhadap pergerakan Bitcoin, tetapi urusan penyimpanan aset ditangani langsung oleh penyedia crypto custody institusional.

BACA JUGA:  Co-Founder Zcash Sebut Batas Supply 21 Juta Bitcoin Perlu Diubah

Balchunas juga menilai perpindahan seperti itu mungkin terjadi dalam jangka panjang. Ia mengatakan sulit membayangkan tidak ada sebagian investor yang akhirnya memilih beralih ke produk ETF.

Namun, ETF bukan berarti tanpa risiko. Produk tersebut memang mengurangi beban operasional self-custody, tetapi investor tetap menghadapi risiko pasar, biaya pengelolaan, serta ketergantungan terhadap institusi penyedia.

CZ Binance Ikut Soroti Risiko Penyimpanan Kripto

Perdebatan makin ramai setelah pendiri Binance, Changpeng Zhao atau CZ, ikut menyoroti keamanan penyimpanan kripto. Ia menyebut penyimpanan aset di exchange secara statistik bisa lebih aman.

CZ merujuk data analis Willy Woo yang membandingkan kerugian Bitcoin akibat self-custody dengan peretasan crypto exchange. Menurutnya, data insiden pada sisi pengguna pribadi sering lebih sulit dikumpulkan.

Mengenal Bitcoin Spot ETF, Cara Kerja, dan Daftar Produknya!

Meski begitu, CZ tidak menyebut satu metode sebagai pilihan terbaik untuk semua orang. Menurutnya, setiap pendekatan memiliki profil risiko berbeda sehingga strategi yang seimbang mungkin lebih cocok.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Zona Support Struktural, Siap Rebound ke US$72.000?

“Saya tidak mengatakan satu pendekatan lebih baik daripada yang lain. Setiap metode memiliki profil risiko dan pilihan produk yang berbeda, sehingga bisa lebih cocok untuk orang yang berbeda. Pendekatan yang seimbang mungkin menjadi pilihan terbaik,” tuturnya di X, Selasa (04/08/2026).

Pada akhirnya, lonjakan inflow Bitcoin Spot ETF dan peretasan Coldcard memang terjadi dalam waktu berdekatan. Lantas, apakah ini menandakan produk investasi BTC tersebut mulai menjadi alternatif bagi sebagian investor?

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait