Crypto Crash Bukan Karena Perang Tarif, Tapi Over Leverage

Dalam beberapa hari terakhir, pasar kripto mengalami kejatuhan besar. Harga aset digital utama seperti BTC dan ETH anjlok dua digit, sementara altcoin terpuruk lebih dalam, memicu kepanikan. Layar perdagangan pun dipenuhi warna merah, bak “bloodbath”.

Meski banyak pihak menuding isu geopolitik dan perang tarif sebagai pemicu, analis menilai penyebab sebenarnya lebih dalam. Di balik gejolak ekstrem ini tersimpan bom waktu: over leverage yang akhirnya meledak dan menyeret seluruh pasar.

Kejatuhan Terburuk Pasar Kripto

Analis ternama, Maartun, melalui video yang diunggah pada Sabtu (11/10/2025), menjelaskan apa yang terjadi di balik crypto crash. Ia menyoroti pandangan bahwa penurunan tajam ini dipicu oleh kabar penerapan tarif 100 persen terhadap barang asal Tiongkok.

Namun, Maartun menegaskan bahwa anggapan tersebut hanya sebagian kecil dari cerita sebenarnya. Menurutnya, berita perang tarif AS itu hanyalah pemicu awal, sementara akar persoalan yang sesungguhnya jauh lebih dalam dan sudah lama mengintai pasar crypto.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Aset Digital Berpotensi Gandakan Industri Dana Investasi Hong Kong

“Oke, mari kita benar-benar mendalaminya karena di sinilah bagian yang menarik. Kamu harus memisahkan percikan dari apinya. Berita perang dagang itu, itu hanya percikannya saja. Api yang sebenarnya sudah lama membara, sejak waktu yang sangat lama,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa akar persoalan utamanya justru terletak pada satu hal yang jauh lebih berbahaya dan dibandingkan faktor geopolitik, yaitu over leverage (penggunaan utang secara berlebihan).

Pasar Kripto Berdarah! Total Likuidasi Tembus US$19 Miliar

Over Leverage Jadi Biang Kerok Kejatuhan Pasar

Beberapa minggu sebelum crypto crash, pasar sudah memperlihatkan tanda overheat. Trader menggunakan pinjaman besar untuk memperbesar posisi mereka, menciptakan kondisi rapuh seperti “menara kartu” yang bisa runtuh kapan saja akibat sedikit tekanan.

Indikator utama terlihat dari open interest, yakni total posisi leverage aktif di pasar. Angkanya melonjak ke level ekstrem, menandakan tingginya pinjaman yang dipertaruhkan. Pasar pun sebenarnya sudah di ambang krisis, hanya menunggu pemicu untuk kejatuhan besar.

BACA JUGA:  Muhammadiyah Halalkan Kripto, Tapi Larang Leverage dan Short Selling

Maartun tingkat open interest telah mencapai titik yang sama berbahayanya seperti sebelum penurunan 30 persen beberapa waktu lalu. Dengan kata lain, tanda-tanda peringatan sudah jelas terlihat, namun diabaikan oleh banyak pelaku pasar yang terbawa euforia.

“Tulisan peringatannya benar-benar sudah terpampang jelas. Sistemnya memang sudah siap untuk jatuh. Jadi, bagaimana semuanya terjadi? Nah, saat “rumah kartu” itu akhirnya runtuh, yang terjadi bukan sekadar aksi jual biasa,” tegasnya.

Lebih dari US$28 miliar posisi altcoin terlikuidasi, sementara US$10 miliar OI Bitcoin turut lenyap. Ini bukan aksi ambil untung biasa, melainkan forced liquidation besar-besaran, sistem secara otomatis menutup posisi trader karena margin tak mencukupi.

Reset Pasar dan Pelajaran dari Krisis

Meski kejatuhan pasar kripto brutal, Maartun menilai bahwa peristiwa ini membawa dampak positif bagi struktur pasar. Menurutnya, koreksi ini berfungsi sebagai mekanisme alami untuk membersihkan sistem dari risiko berlebihan yang telah menumpuk selama berminggu-minggu.

BACA JUGA:  Waduh! Agen AI Salah Transfer Meme Coin Senilai Rp7,4 Miliar

Crypto crash ini, seberapa menyakitkan pun, sebenarnya punya tujuan. Ini adalah pembersihan besar-besaran. Semua leverage berlebihan yang berbahaya dan membuat pasar menjadi sangat rapuh dipaksa keluar dari sistem,” jelas Maartun.

Crypto Market Brutal, Begini Nasihat Ahli

Setelah gelombang likuidasi seperti ini, pasar biasanya mulai memasuki fase stabilisasi. Trader yang bertahan akan menata ulang portofolio, sementara likuiditas kembali mengalir. Dalam jangka menengah, kondisi ini menciptakan fondasi yang lebih sehat dan kokoh.

Maartun menutup dengan pesan bagi pelaku pasar: dalam kripto yang volatil, bertahan lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan. Kemenangan sejati bukan soal besar kecilnya profit, tetapi kemampuan untuk tetap berdiri dan siap menghadapi hari berikutnya. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait