Kolaborasi antara raksasa pasar modal menandai babak baru dalam evolusi aset digital. Di tengah kompleksitas pasar kripto yang terus meningkat, pendekatan berbasis crypto index dinilai menjadi jawaban bagi investor institusional maupun ritel yang menginginkan eksposur lebih terstruktur.
Crypto Index Hasil Kolaborasi Nasdaq dan CME Group
Nasdaq Stock Exchange dan Chicago Mercantile Exchange (CME) Group resmi berkolaborasi dengan menggabungkan indeks kripto masing-masing. Dalam langkah ini, Nasdaq Crypto Index (NCI) resmi berganti nama menjadi Nasdaq-CME Crypto Index.
Indeks kripto ini dirancang untuk merepresentasikan pergerakan pasar aset digital secara lebih luas dan tidak lagi berfokus pada Bitcoin semata. Pendekatan tersebut mencerminkan upaya menghadirkan tolok ukur yang lebih relevan dengan dinamika aset digital yang kian beragam.
Dikutip dari pengumuman resmi yang dirilis pada Kamis (08/01/2026), Sean Wasserman, Head of Index Product Management di Nasdaq, menegaskan bahwa pendekatan berbasis indeks kripto yang diambil merupakan arah baru bagi investor.
“Kami melihat pendekatan berbasis indeks sebagai arah tujuan investor, melampaui sekadar Bitcoin. Hal ini serupa dengan kelas aset lain, di mana indeks digunakan untuk merepresentasikan pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Peluncuran indeks ini juga terjadi di tengah derasnya adopsi institusi terhadap kripto dan blockchain. Seiring infrastruktur keuangan tradisional mulai mengadopsi rel digital, pasar pun bersiap menghadapi ekonomi yang semakin berorientasi pada internet dan aset digital.
Kompleksitas Pasar Dorong Popularitas Crypto Index
Pertumbuhan pasar kripto yang semakin pesat membuka peluang besar, tetapi di saat yang sama turut meningkatkan tingkat kompleksitas bagi investor. Data CoinMarketCap mencatat jumlah token kripto telah mencapai sekitar 29,72 juta dan terus bertambah.

Kondisi tersebut membuat analisis aset menjadi semakin menantang. Tidak semua investor memiliki waktu, sumber daya, atau keahlian untuk menelusuri ribuan aset yang bermunculan, terutama di tengah dinamika pasar kripto yang bergerak cepat dan penuh volatilitas.
Dalam situasi ini, produk indeks kripto dinilai semakin relevan. Crypto index menawarkan cara yang lebih sederhana untuk mendapatkan eksposur ke pasar kripto secara luas melalui satu instrumen, sekaligus menyaring kompleksitas pasar menjadi tolok ukur yang lebih mudah dipahami.
Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, sebelumnya juga menilai crypto index akan memainkan peran penting. Menurutnya, pasar kripto yang kompleks membutuhkan instrumen investasi yang mampu menjembatani kebutuhan investor baru maupun pasif.
“Crypto index funds akan menjadi hal besar pada 2026. Pasar semakin kompleks dan use case terus bertambah. Produk ini memang tidak cocok untuk semua orang, tetapi bagi banyak investor, indeks kripto adalah titik awal yang sangat baik,” ujarnya pada Desember lalu.
2026 dan Masa Depan Produk Indeks Kripto
Kolaborasi Nasdaq dan CME Group memperkuat narasi bahwa kripto semakin diterima sebagai bagian dari sistem keuangan. Dengan standar institusional dan pendekatan berbasis indeks, aset digital kian diposisikan sejajar dengan kelas aset tradisional.
Ke depan, Nasdaq-CME Crypto Index berpotensi menjadi fondasi bagi produk investasi crypto yang lebih terstruktur. Di tengah transformasi pasar global, indeks ini menegaskan bahwa kripto kini menjadi bagian dari lanskap investasi modern, bukan lagi sekadar alternatif.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



