Nama Timothy Ronald kembali ramai diperbincangkan di komunitas kripto Indonesia. Selain sorotan publik terkait dugaan kasus penipuan yang menyangkutnya, diskusi kali ini bergeser ke ranah on-chain. Sejumlah warganet mulai menelusuri sebuah crypto wallet yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan Timothy Ronald.
Jejak Awal Timothy Ronald dari Friend.tech
Perbincangan ini mencuat setelah seorang warganet di platform X bernama Puyoll mengulas jejak transaksi on-chain yang dikaitkan dengan aktivitas Timothy Ronald di ekosistem Web3 melalui sebuah utas yang diunggah pada Minggu (18/01/2026).
Utas tersebut tidak berisi spekulasi. Puyoll memaparkan alur dana, blockchain yang digunakan, hingga keterkaitan dengan platform kripto tertentu. Penelusuran ini berangkat dari ingatannya terhadap aktivitas Timothy Ronald di Friend.tech pada 2023.
Dalam sebuah unggahan yang diunggah pada Senin (21/08/2023), pendiri kelas Akademi Crypto itu sempat menyatakan bahwa seluruh fee transaksi dari shares miliknya akan digunakan sepenuhnya untuk proses buyback.
“Setiap fee transaksi yang gua dapet dari shares Timothy Ronald akan gua eksekusi jadi buyback shares 100 persen. Aku akan membawa konsep bandar saham ke Web3, gua nggak akan keluarin uang dari sini, for fun,” jelasnya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi titik awal penelusuran alamat crypto wallet. Menurut Puyoll, Friend.tech merupakan platform yang bekerja dengan menghubungkan akun X dan secara otomatis menghasilkan address di jaringan Base untuk aktivitas key atau shares.
“Platform Friend.tech connect ke akun X dan generate address Base buat key (shares). Di address ini kalian bisa lihat sendiri, beliau menerima fee dan juga melakukan transaksi jual beli terkait kripto,” tulisnya.
Tak berhenti di situ, utas ini menyoroti address kripto di jaringan Base yang diduga terkait dengan Timothy. Data menunjukkan address ini menerima fee dari transaksi Friend.tech dan kemudian memindahkan dana ke sejumlah address lain.
Alur Dana dan Keterkaitan dengan Bursa Kripto
Analisis lanjutan menelusuri asal pendanaan address. Berdasarkan data on-chain, alamat di Base diketahui menerima pendanaan awal dari wallet kripto lain yang terhubung dengan jaringan Ethereum melalui mekanisme bridge.
“Address tersebut didanai oleh 0x055de83d0414846001A531d2047303764F37c295, yang juga berada di Base. Wallet ini kemudian terlacak memperoleh dana dari Ethereum melalui bridge, dengan address yang sama namun berada di network berbeda,” tulisnya.

Setelah aktivitas di Friend.tech mereda, sisa ETH dari platform tersebut dipindahkan ke alamat deposit Binance. Jejak transaksi ini dapat ditelusuri melalui explorer Ethereum, memperlihatkan bagaimana pergerakan dana terekam secara terbuka di blockchain.
Penelusuran kemudian diperluas menggunakan platform analitik on-chain Arkham. Dari sana, ditemukan adanya inflow dana tambahan yang berasal dari jaringan lain, termasuk Binance Smart Chain (BSC).
Data visual Arkham menunjukkan aliran dana dari crypto exchange seperti Bybit dan Bitget, dengan nilai kumulatif sekitar US$1,49 juta. Komposisinya nyaris seimbang, dengan kontribusi Bitget sekitar 51 persen dan Bybit 49 persen.

Antara Data On-Chain dan Spekulasi Publik
Meski data on-chain menunjukkan adanya aliran dana dari beberapa bursa kripto besar, penulis utas menegaskan bahwa asal-usul dana tersebut belum tentu berkaitan langsung dengan aktivitas tertentu.
Ia bahkan mengaku tidak mengetahui apakah inflow tersebut berasal dari affiliate, atau skema lain. Menurutnya, reward dari afiliasi umumnya cair langsung di aplikasi platform, sehingga sulit disimpulkan hanya dari data on-chain.
Untuk saat ini, penelusuran crypto wallet Timothy Ronald masih berada pada ranah diskursus publik dan analisis komunitas. Di tengah kasus Timothy Ronald yang sedang berjalan, temuan on-chain ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menarik kesimpulan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



