Pasar DEX sering menyimpan kejutan. Sebuah coin crypto bisa jatuh lebih dari 50 persen, lalu perlahan bangkit kembali. Cryptoiz kini mencoba membongkar pola yang muncul sebelum momentum tersebut terjadi.
Cryptoiz Riset Pola Koin yang Bangkit Setelah Dump
Cryptoiz sedang mengembangkan fitur riset baru bertajuk Riset Fondasi Harga. Fokusnya bukan hanya mencari koin sebelum pump, tetapi memahami mengapa sebagian aset mampu bangkit setelah mengalami koreksi.
Menurut pengembang, riset ini menggunakan kumpulan data sekitar satu tahun yang mencakup ribuan koin. Seluruh data direkam, diproses, lalu dianalisis menggunakan AI agent untuk mencari pola yang berulang.

Pendekatan ini berangkat dari karakteristik koin baru di DEX yang cenderung sangat volatil. Harga bisa melonjak cepat, tetapi juga dapat terkoreksi cukup tajam hanya dalam waktu singkat.
Dari kondisi tersebut, Cryptoiz mencoba mencari pembeda antara koin yang benar-benar kehilangan momentum dan koin yang masih memiliki peluang untuk kembali bangkit setelah penurunan besar.
“Koin di DEX itu pasti sering mengalami di atas 50 persen. Bedanya, selanjutnya dia mati atau bangkit, dan itu ada polanya atau tandanya,” jelas tim Cryptoiz.
Jika pola tersebut dapat dibaca secara konsisten, fitur ini bisa menjadi alat riset tambahan bagi trader DEX untuk mengenali tanda-tanda awal sebelum sebuah koin kembali membangun momentum.
Ratusan Ribu Data Kripto Jadi Bahan Riset
Dashboard yang diperlihatkan Cryptoiz memberi gambaran seberapa besar data yang sedang diproses. Sistem mencatat 866 koin yang diteliti, dengan 804 di antaranya sudah memiliki data harga.
Alur datanya kemudian masuk lebih dalam. Tampilan sistem memperlihatkan sekitar 262 ribu candle, 674 ribu baris transaksi jual dan beli kripto, serta 1.726 wallet yang masuk ke registri.
Dari kumpulan ini, Cryptoiz menampilkan 197 kandidat whale. Sistem juga membagi sejumlah wallet ke beberapa tier berdasarkan performa, sehingga aktivitas dompet dapat dibandingkan dengan perilaku harga setelah koreksi.
![]()
Pendekatan ini melanjutkan pengembangan sebelumnya. Pre-Pump Signals, Alpha Scanner, dan Whale Buying Live Feed sama-sama dirancang untuk membaca jejak smart money serta perubahan struktur sebelum harga bergerak besar.
Bedanya, Riset Fondasi Harga mencoba masuk setelah fase euforia lewat. Sistem ingin mencari tahu siapa yang membangun fondasi harga, wallet mana yang bertahan, dan siapa yang justru melepas posisi.
Dari Wallet Pemenang hingga Social Trading
Salah satu bagian menarik adalah fokus pada wallet pemenang. Cryptoiz ingin menghubungkan rekam jejak dompet dengan koin yang mampu pulih, bukan hanya melihat grafik harga secara terpisah.
Tim pengembang menyebut sistem dapat membantu melihat peluang dari wallet fondasi maupun wallet penangkap harga. Informasi tersebut diharapkan memberi informasi ketika sebuah aset mulai menunjukkan tanda kebangkitan.
Konsep ini sejalan dengan pendekatan yang menggabungkan data on-chain, screening, dan AI. Fitur seperti Scan Binance dan AI Lab juga dibangun untuk menyederhanakan informasi pasar menjadi bahan riset.
Cryptoiz turut menghubungkan proses tersebut dengan grup premium Scan Telegram. Trader dapat berdiskusi dengan pengguna lain dan juga tim Cryptoiz, lalu membandingkan temuan dari berbagai kanal sebelum mengambil keputusan.
Membedah Fitur Scan Binance di Cryptoiz, Cara Menyaring Kripto Sebelum Trading
Fitur ini masih berada dalam tahap riset dan pengembangan. Namun, jika pola kebangkitan setelah dump dapat dipetakan dengan baik, trader punya satu radar tambahan untuk membaca momentum yang sebelumnya sulit terlihat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


