Cuan BTC, ETH dan XRP Selama Setahun: Cukup Buat Makan

89

Harapan bisa untung besar pada tahun 2018, sejak pasar kripto lesu sejak medio Desember 2017, pupuslah sudah. Jelas tidak menggembirakan. Hingga akhir tahun ini, awan mendung masih menghinggapi pasar kripto secara global. Berdasarkan data dari Coinmarketcap.com, dari 2.073 aset kripto dan jumlah market mencapai 16.126, terhitung sejak 30 Desember 2017 hingga 30 Desember 2018, kapitalisasi pasar (market cap) kripto turun hingga 70,86 persen. Dengan besaran itu kapitalisasi pasar yang menguap mencapai US$454,2 miliar atau setara dengan Rp6,6 kuadriliun. Dengan mengecualikan kapitalisasi pasar Bitcoin, dalam rentang waktu serupa kapitalisasi pasar menciut sekitar Rp4,1 kuadriliun.

Terhitung sejak 30 Desember 2017 hingga 30 Desember 2018, kapitalisasi pasar (market cap) kripto turun hingga 70,86 persen.
Dengan mengecualikan kapitalisasi pasar Bitcoin, dalam rentang waktu serupa kapitalisasi pasar menciut sekitar Rp4,1 kuadriliun.

Dalam rentang waktu itu, salah satu yang patut disoroti adalah tren bullish cukup besar yang terjadi sejak 15 Desember 2018 hingga satu hari menjelang Hari Raya Natal, setelah turun sejak akhir pekan pertama November 2018. Pada waktu itu kapitalisasi pasar terkerek hingga 33 persen. Ini seolah-seolah menjadi obat pelipur lara sekaligus nostalgia pada bullish Desember 2017, kendati jelas angkanya jauh berbeda.

Sejak 15 Desember 2018 hingga 24 Desember 2018, kapitalisasi pasar terkerek hingga 33 persen.

Bitcoin Nelangsa

Sementara itu, khusus Bitcoin (BTC) seperti yang Anda saksikan memang masih mendominasi pasar kripto global. Ketika tulisan ini disusun, BTC mendominasi hingga 51,82 persen. Bandingkan dengan 30 Desember 2017 sekitar 38,11 persen. Dalam 365 hari, dengan rentang harga dari US$12.726 turun menjadi US$3.833, BTC anjlok sekitar 69,8 persen.

Tentu, itu tak berarti trader tak mampu menikmati kelezatannya, khususnya ketika sejak 17 Desember 2018, dari US$3.266, BTC naik hingga ke puncaknya, yakni US$4.198 pada 21 Desember 2018 atau naik sekitar 28,5 persen. Sejak Hari Raya Natal, BTC kembali ke US$3,655 (28 Desember 2018) dan US$3.833 (30 Desember 2018).

BTC naik 28,5 persen pada17 Desember 2018, dari US$3.266 ke US$4.198 pada 21 Desember 2018.

Dengan kaidah penyajian data yang berbeda, mari kita lihat data riwayat BTC selama setahun terakhir dari Cryptocompare.com. Dengan cacahan waktu setiap 60 hari, sejak 30 Desember 2017 hingga 25 Desember 2018, BTC berada dalam wilayah bullish menonjol hanya satu kali, yakni pada 27 Agustus 2018 dengan raihan sebesar US$1,044 (17,79 persen). Selebihnya melemah besar pada 28 Juni 2018 dengan besaran US$-3.535 (-37,59 persen) dan  US$-2.622 (-40,61%).

Ether versus Ripple

Yang tak kalah penting disoroti adalah pertarungan sengit kapitalisasi pasar antara Ether (ETH) dan Ripple (XRP). XRP melumat ETH, sehingga kripto buatan Ripple Labs itu menduduki singgasana ETH yang sejak lama ada di posisi kedua. XRP mulai membayang-bayangi ETH pada petang 30  Desember 2017 lalu, ketika ETH mendominasi sebesar 11,46 persen dan XRP mencapai 17,37 persen.

Namun, itu tak berlangsung lama. Setelah beberapa hari mengungguli ETH, mulai 6 Januari 2018, XRP turun cepat, hingga serendah-rendahnya hanya mendominasi kapitalisasi pasar global sekitar 5,40 persen. Sementara ETH jago di 13,9 persen. Tetapi di saat yang sama wilayah bearish ETH sedang berlaku.

Persaingan kapitalisasi pasar yang sangat mendebarkan antara XRP dan ETH selama 365 hari terakhir.

Kendati mengalahkan XRP pada 2 Februari 2018, dominasi ETH menurun cepat dari 21,48 persen 9,31 persen pada 12 September. Ketika itu XRP sedang mengumpulkan kekuatannya untuk melampaui ETH, hingga pada 21 September 2018 malam hari, XRP mulai mencaplok sedikit panggung ETH dengan dominansi 13,22 persen dan ETH 10,20 persen, lalu kemudian turun dan naik lagi.

Pada saat yang sama ETH sebenarnya dalam tren turun, sementara XRP hanya perlu mengalah sesaat saja. Sebab, dua bulan berikutnya, sejak 15 November 2018 malam hari, XRP mulai menanjak naik menjerembabkan posisi ETH, walaupun jaraknya tidaklah terlampau jauh jika dibandingkan dengan dengan ketika ETH masih di posisi kedua.

Pada 20 November 2018 misalnya  rasio antara ETH dan XRP hanya terpaut 3,4 persen saja, di mana XRP berada di atas angin. Rasio keduanya semakin tipis sejak 21 Desember 2018 hingga hari ini, 30 Desember 2018, dari 2,33 persen hingga 0,52 persen. Hingga artikel ini disusun, rasio kapitalisasi pasar antara XRP dan ETH sangatlah tipis. Sementara XRP masih memimpin di US$14,86 miliar, ETH cukup senang di US$14,17 miliar.

Cuan dan cuan

Soal cuan, di XRP harus diakui cukup berarti daripada di ETH. Berdasarkan data dari Cryptocompare, misalnya. Pada 1 September 2018 misalnya XRP masih bertengger di US$0,3468. Tepat sebulan berikutnya naik menjadi US$0,5769 atau naik sekitar 66,35 persen.

Raihan terbaik ETH selama setahun terjadi antara 30 Desember 2017-28 Februari 2018. Tepat di tanggal itu ETH naik dari US$692,99 menjadi US$851,50. Sejak akhir Februari itu, ETH terus terperosok dalam hingga hanya US$130 pada 25 Desember 2018. Tetapi, dalam cacahan waktu yang lebih sempit, sebagian trader agaknya cukup gembira antara 10 Desember 2018 hingga 20 Desember 2018. Di rentang waktu itu ETH bullish hingga 28 persen, dari hanya US$90,70 menjadi US$116,43. Jika tak menjualnya pada 20 Desember dan menahan hingga hari ini, maka cuan yang tercetak menjadi 54,11 persen, karena ETH aktif tinggi di US$139,7. Namun, jika berpatokan pada harga 15 Desember 2018, ketika ETH rendah di US$83,94 dan Anda jual hari ini, laba yang tercetak mencapai 66,52 persen.

Sementara BTC punya kekuatan sendiri mesti tak terlalu menggembirakan, khususnya pada 15 Desember 2018 ketika anjlok ke US$3.207 dari US$4.012 pada 13 Desember. Pada 24 Desember sempat naik di US$4.188 atau naik sekitar 30,5 persen sejak 15 Desember.

Variabel

Tentu perbandingan seperti itu amat relatif, jikalau kita memasukkan variabel lain, yakni soal circulating supply XRP yang mencapai 40,7 miliar unit dari total supply hingga 99,99 miliar unit. Terlebih-lebih mengingat karakter sentralistik XRP yang secara sistem dikendalikan langsung oleh perusahaan pembuatnya yakni Ripple Labs. Ini berbeda dengan ETH, yang kekuatannya didistribusikan kepada publik, khususnya soal aspek konsensus penambangan, source code dan lain sebagainya.

Di atas itu semua, hingga detik ini tidak ada metode terbaik dalam memprakirakan kekuatan pasar secara tepat dan akurat. Kendati, oleh sejumlah analis teknikal mampu melontarkan tafsiran yang beragam, semuanya menggunakan model dan pendekatan yang berbeda-beda pula, terlepas dari motifnya masing-masing, termasuk visi kripto di tahun berikutnya. [jul]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini