Kemenangan tipis Meksiko atas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 pada Jumat (19/06/2026) bukan hanya mengubah persaingan di Grup A. Di balik hasil 1-0, pasar prediksi kripto Polymarket ikut memanas dengan sejumlah trader yang sukses mengantongi keuntungan.
Volume prediksi yang menembus US$42 juta menunjukkan besarnya antusiasme terhadap laga ini. Namun, seperti halnya dunia taruhan dan prediksi, ada yang berpesta karena cuan besar, sementara sebagian lainnya harus rela menelan kerugian hingga ratusan ribu dolar AS.
Prediksi Jitu Meksiko Bikin Trader Panen Cuan
Laga Meksiko kontra Korea Selatan menjadi salah satu prediksi paling ramai di Polymarket. Total volume transaksi bahkan mencapai sekitar US$42 juta, menandakan tingginya minat pengguna terhadap pertandingan tersebut.
Sejumlah trader yang memilih opsi “Yes” untuk pertanyaan apakah Meksiko akan memenangkan pertandingan melawan Korsel langsung menikmati keuntungan besar setelah peluit panjang dibunyikan.
Trader dengan address 0x8cb4 menjadi salah satu pemenang dengan keuntungan US$520 ribu. Tak jauh berbeda, dompet 0x4c6a juga membukukan laba sekitar US$468 ribu berkat prediksi tepat pada laga Grup A Piala Dunia 2026 tersebut.

Sementara itu, trader lain seperti 0xe2dd mencetak keuntungan hampir US$159 ribu. Akun Suntori memperoleh sekitar US$65 ribu, sedangkan Disquietude membawa pulang sekitar US$46 ribu.
Jika digabungkan, lima trader tersebut membukukan keuntungan lebih dari US$1,25 juta atau sekitar Rp22,4 miliar. Nilai fantastis itu sekaligus menggambarkan besarnya dana yang berputar di pasar prediksi Polymarket untuk FIFA World Cup 2026.
Kekalahan Korsel Jadi Petaka bagi Sebagian Trader Polymarket
Di sisi lain, kemenangan Meksiko justru menjadi mimpi buruk bagi trader Polymarket yang memilih opsi “No“. Mereka yang bertaruh Korea Selatan tidak kalah harus menerima kerugian yang tidak sedikit.
Trader dengan akun Countryside tercatat mengalami kerugian US$529 ribu. Tak jauh berbeda, Weflyhigh juga harus menelan kerugian lebih dari US$515 ribu setelah hasil akhir pertandingan tidak sesuai prediksinya.
Kerugian besar turut dialami trader lain. Beet420 tercatat minus hampir US$156 ribu, sementara Tiger200 dan Arlanta masing-masing kehilangan sekitar US$123 ribu dan US$121 ribu akibat salah memprediksi hasil laga tersebut.

Secara keseluruhan, lima trader tersebut menanggung kerugian US$1,45 juta atau setara lebih dari Rp25 miliar. Nilai itu bahkan lebih besar dibandingkan total keuntungan yang dibukukan lima trader pemenang terbesar pada pasar tersebut.
Blunder Kiper Jadi Penentu Nasib Trader
Jalannya pertandingan berlangsung cukup ketat sejak menit awal. Korea Selatan mampu mengimbangi permainan Meksiko dengan penguasaan bola yang solid, meski kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar mengancam gawang lawan.
Momen yang mengubah jalannya laga hadir pada menit ke-50. Kiper Korea Selatan, Seung-gyu Kim, gagal mengamankan umpan silang yang sebenarnya terlihat mudah untuk ditangkap.
Bola yang terlepas dari tangannya dimanfaatkan gelandang Meksiko, Luis Romo. Tanpa membuang kesempatan, Romo menyambar bola tersebut dan mencetak gol yang akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan.

Di sisa waktu, Korea Selatan berupaya membalas ketertinggalan dan sempat menciptakan beberapa peluang. Namun, penampilan gemilang kiper Raul Rangel berhasil menjaga keunggulan Meksiko hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan 1-0 itu memastikan Meksiko finis sebagai juara Grup A dan lolos ke babak 32 besar. Hasil tersebut juga menjadi penentu nasib banyak trader prediction market, yang merasakan dampaknya mulai dari cuan miliaran rupiah hingga kerugian fantastis.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


